BUTOTA – JAKARTA, Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penangkapan kepada sejumlah warga negara Indonesia (WNI) asal Bangkok, Thailand, yang diduga adalah pendukung salah satu Calon Ketua Umum (Caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), bandara soekarno Hatta, pada Selasa (9/6/2026).
Meski sempat dibantah penangkapan salah satu caketum Hipmi, oleh Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Putu Putera Sadana, menegaskan bahwa operasi yang dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap kasus narkotika dan tidak memiliki kaitan dengan kontestasi Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI.
Menurut BNN, petugas memang mengamankan sejumlah WNI yang baru tiba dari Bangkok setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba. Penindakan tersebut merupakan pengembangan dari kasus narkotika internasional yang sebelumnya telah ditangani aparat.
BNN menegaskan bahwa informasi yang menyebut rombongan salah satu calon ketua umum HIPMI ikut ditangkap tidak benar. Seluruh tindakan yang dilakukan aparat disebut murni berdasarkan proses hukum dan tidak terkait dengan aktivitas organisasi maupun dinamika pemilihan Ketua Umum HIPMI.
Di sisi lain, jajaran pengurus HIPMI juga membantah kabar tersebut. Sekretaris Jenderal HIPMI periode 2022–2026, Anggawira, memastikan seluruh kandidat ketua umum hadir dalam Munas XVIII HIPMI di Lampung dalam kondisi sehat dan mengikuti seluruh rangkaian agenda organisasi. Ia bahkan menyebut isu yang mengaitkan salah satu kandidat dengan kasus narkoba sebagai informasi yang tidak benar.
Sebelumnya, isu mengenai dugaan penangkapan rombongan salah satu Caketum HIPMI mencuat setelah beredar laporan yang menyebut puluhan orang yang baru pulang dari Bangkok diamankan oleh BNN. Namun hingga kini tidak ada keterangan resmi yang membenarkan keterlibatan kandidat ketua umum HIPMI dalam kasus tersebut.
Namun, Badan Narkotika Nasional (BNN) dikabarkan menangkap 20 orang lebih atas dugaan penyalahgunaan narkoba.
Informasinya, 20 orang di antara yang ditangkap merupakan Caketum Hipmi serta sejumlah ketua pengurus Hipmi daerah.
10 orang masih dilakukan penahanan oleh BNN lantaran masih dalam proses pemeriksaan. Sepuluh penumpang yang positif berinisial M.M, FR, GAS, MA, ASM, DP, HP, MI, AN, dan RA.
Sementara 10 orang lainnya telah dipulangkan.[JFR]



















