BUTOTA – GORONTALO, Rencana pengadaan 45 unit MacBook Air untuk anggota DPRD Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2026 , menuai sorotan. Aliansi Peduli Keadilan dan Pembangunan Daerah (APKPD) menilai, pengadaan perangkat elektronik yang mencapai Rp1.125.000.000, tidak bermanfaat untuk kepentingan rakyat.
Koordinator APKPD, Wahyu Pilobu, menilai pengadaan itu tidak memiliki urgensi di tengah kondisi sosial masyarakat, yang masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah pada sektor pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat.
“Pengadaan ini tidak sesuai dengan kebutuhan sosial kemasyarakatan. Kami mempertanyakan urgensinya, apalagi dalam klasifikasi pengadaan sendiri disebutkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan itu menyebut ‘tidak’,” kata Wahyu, Jumat (8/5/2026)
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), paket tersebut tercatat dengan kode RUP 66441714. Paket bernama “Pengadaan Macbook Air” itu berada di bawah Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo untuk tahun anggaran 2026. Dalam dokumen tersebut disebutkan volume pekerjaan sebanyak satu paket dengan uraian pekerjaan MacBook Air 45 unit. Pengadaan menggunakan metode E-Purchasing dengan total pagu Rp1.125.000.000 bersumber dari APBD 2026.

” Jika dibagi untuk 45 anggota DPRD, maka setiap unit laptop dianggarkan sekitar Rp25 juta. Nilai fantastis untuk memenuhi kebutuhan elektronik para wakil rakyat. Karena dengan harga begitu, masing-masing dari mereka memakai fasilitas mewah karena pada kisaran harga MacBook Air generasi terbaru keluaran 2026 dengan chip Apple M5,” Ungkap Wahyu.
Wahyu menilai anggaran sebesar itu seharusnya dapat diarahkan pada program yang lebih menyentuh kepentingan masyarakat. Apalagi, kegiatan Penas Tani dan Nelayan, bulan depan akan dilaksanakan di Provinsi Gorontalo.

” Misalnya kegiatan Penas XVII yang bulan depan sudah dilaksanakan di sini. Seharusnya, wakil rakyat jangan berfikir untuk menggunakan fasilitas mewah yang mengambil anggarannya dari uang rakyat. Ini harus dijelaskan secara terbuka kepada publik, sebab ini bukan masuk dalam kategori skala prioritas,” Kata Wahyu.
” Jika dengan dana Rp1,125 miliar itu digunakan untuk membeli bibit padi dan jagung yang bisa menunjang penghidupan petani, maka kita bisa mendapatkan sekitar 18-19 tonon benih jagung hibrida dan 35 sampai 40 ton bibit padi unggul dan bersertifikat. Itu malah sangat mendukung peningkatan ekonomi rakyat khususnya petani. sangat berdampak dari aspek ekonomi,” tukas Wahyu.
Hingga berita ini diterbitkan, Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, belum memberikan keterangan resmi terkait dasar kebutuhan dan urgensi pengadaan 45 unit MacBook Air tersebut. dalam rangka memenuhi unsur jurnalistik, BUTOTA telah berupaya menghubungi Rifli, namun tidak pernah direspon. [JFR]

















