Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Tajuk & Opini

Narkoba Bukan Pilihan: Memahami Ketergantungan sebagai Penyakit, Bukan Kelemahan Moral

359
×

Narkoba Bukan Pilihan: Memahami Ketergantungan sebagai Penyakit, Bukan Kelemahan Moral

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh : dr. Rahmawati Siregar, Sp.KJ

BUTOTA – OPINI, Selama bertahun-tahun, masyarakat kita membangun tembok tebal antara ‘orang baik-baik’ dan ‘pengguna narkoba’. Tembok itu bernama stigma. Di baliknya, jutaan orang berjuang sendirian menghadapi ketergantungan yang secara medis telah diakui sebagai gangguan otak kronis bukan cerminan karakter buruk atau kelemahan iman.

Advetorial

Riset neurosains modern menunjukkan bahwa zat adiktif mengubah struktur dan fungsi otak secara fundamental, terutama pada sistem dopamin yang mengatur motivasi dan pengambilan keputusan. Seseorang yang telah mengalami ketergantungan secara neurologis memiliki kapasitas kendali diri yang berbeda dengan orang yang belum pernah terpapar. Ini bukan alasan untuk bertindak bebas, tetapi ini adalah fakta ilmiah yang tidak bisa diabaikan.

Pendekatan hukuman semata terbukti tidak efektif. Data dari berbagai negara yang telah menerapkan dekriminalisasi penggunaan narkoba seperti Portugal, menunjukkan penurunan angka kematian akibat overdosis hingga 80 persen dalam dua dekade. Kuncinya: mengalihkan anggaran dari penjara ke pusat rehabilitasi.

Indonesia perlu menggeser paradigma. Bukan berarti melegalkan narkoba, melainkan memastikan bahwa pengguna mendapat akses ke layanan kesehatan jiwa tanpa takut ditangkap sebelum sempat meminta tolong. Penjara mungkin memisahkan mereka dari narkoba untuk sementara, tetapi tidak menyembuhkan luka yang mendorong mereka ke sana sejak awal.

Mari kita mulai dengan hal sederhana: berhenti menggunakan kata ‘pecandu’ sebagai hinaan. Setiap manusia yang terjebak dalam ketergantungan adalah seseorang yang pernah mencari pelarian dari rasa sakit. Tugas kita bukan menghakimi pilihan itu, tugas kita adalah membuka pintu agar mereka bisa pulang. [***]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *