Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Tajuk & Opini

Lima Tahun Tragedi Raja Eyato, Apakah Keadilan Sudah Tuntas?

8
×

Lima Tahun Tragedi Raja Eyato, Apakah Keadilan Sudah Tuntas?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Jeffry Rumampuk

BUTOTA – OPINI, Lima tahun lalu, tepatnya 25 Juni 2021, Jalan Raja Eyato di Kota Gorontalo menjadi saksi sebuah peristiwa yang mengubah hidup saya. Hari itu bukan sekadar hari ketika darah mengalir dari lengan yang dibacok. Hari itu adalah hari ketika seorang jurnalis merasakan secara langsung bagaimana ancaman yang selama berbulan-bulan diterima akhirnya berubah menjadi tindakan nyata.

Advetorial

Saya masih mengingatnya dengan jelas, bahwa sebelumnya  tidak ada perkelahian, tidak ada pertengkaran dan tentunya tidak ada kesempatan untuk membela diri.

Yang ada hanyalah sebuah serangan mendadak,  yang nyaris merampas fungsi tangan kanan saya yang selama bertahun-tahun menjadi alat kerja seorang wartawan untuk menulis, merekam, dan menyampaikan informasi kepada publik.

Pengadilan telah memutus perkara tersebut. Para pelaku yang terlibat telah diproses sesuai hukum. Negara telah menjalankan tugasnya. Sebagai warga negara, saya menghormati putusan pengadilan itu.

Namun setelah lima tahun berlalu, satu pertanyaan masih menggantung. Apakah seluruh kebenaran dalam tragedi Raja Eyato benar-benar telah terungkap?

Pertanyaan itu bukan muncul karena emosi dan bukan pula karena keinginan membalas dendam. Namun, pertanyaan itu lahir dari fakta-fakta yang pernah muncul di ruang sidang. Fakta tentang ancaman yang mendahului kejadian, fakta tentang pertemuan-pertemuan sebelum pembacokan, fakta tentang pengenalan target, Fakta tentang pemantauan rumah korban dan fakta tentang adanya pembicaraan mengenai imbalan yang hingga hari ini masih menyisakan tanda tanya.

Dalam perkara pidana, pengadilan hanya memutus berdasarkan alat bukti yang diajukan dan Hakim tidak boleh berspekulasi. Karena itu, ketika perkara telah diputus, maka putusan tersebut harus dihormati. Tetapi menghormati putusan pengadilan, tentunya tidak berarti mematikan hak masyarakat untuk bertanya dan menghormati putusan pengadilan, juga tidak berarti menutup kemungkinan munculnya fakta baru di kemudian hari.

Beberapa waktu terakhir, publik kembali dihadapkan pada sejumlah pernyataan yang beredar di media sosial. Pernyataan itu menghidupkan kembali diskusi yang selama ini seolah tertidur. Sebagian orang memilih mengabaikannya dan sebagian lagi menganggapnya hanya luapan emosi.

Namun bagi saya, yang terpenting bukanlah siapa yang benar atau siapa yang salah saat ini. Bahkan, yang terpenting adalah apakah setiap informasi yang muncul telah diuji secara hukum?

Karena dalam negara hukum, kebenaran tidak ditentukan oleh rumor serta tidak ditentukan oleh kekuasaan. Bahkan, kebenaran harus diuji melalui proses yang terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai korban, saya tidak sedang mencari musuh. Saya juga tidak sedang mencari panggung dan hanya mencari jawaban  yang mungkin selama lima tahun ini belum sepenuhnya ditemukan.

Sebab luka fisik memang bisa sembuh, bekas operasi bisa memudar. Tapi pertanyaan yang tidak pernah dijawab akan terus hidup dan akan mengikuti setiap langkah serta akan menjadi catatan sejarah yang selalu diingat masyarakat.

Tragedi Raja Eyato bukan hanya tentang saya, karena peristiwa itu adalah notifikasi bahwa profesi wartawan masih memiliki risiko ketika menjalankan fungsi kontrol sosial. Bahwa kritik dan pemberitaan kadang tidak diterima dengan cara yang sehat dan bahwa demokrasi selalu membutuhkan keberanian untuk mempertanyakan sesuatu yang belum jelas.

Lima tahun kemudian, saya masih berdiri dan masih menulis serta masih bekerja sebagai jurnalis. Satu hal yang pasti, saya masih percaya bahwa kebenaran tidak mengenal batas waktu. Karena itu, memperingati lima tahun Tragedi Raja Eyato bukanlah tentang membuka luka lama, melainkan tentang memastikan bahwa sejarah tidak dilupakan.

Bahwa keadilan tidak berhenti hanya karena waktu berlalu dan setiap pertanyaan yang belum terjawab berhak mendapatkan penjelasan yang jujur. Sebab bagi seorang korban, keadilan bukan hanya tentang vonis namun berbicara tentang  ketika seluruh kebenaran akhirnya berani berdiri di hadapan publik. [**]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *