Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
BeritaProvinsi Gorontalo

Kadis DLHK Gorontalo Bantah Isu Menghilang Saat Karhutla, Bambang : Minimal Konfirmasi, Karena Faktanya Kami Dilapangan

×

Kadis DLHK Gorontalo Bantah Isu Menghilang Saat Karhutla, Bambang : Minimal Konfirmasi, Karena Faktanya Kami Dilapangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo, Bambang Tri Handoko, membantah informasi yang mempertanyakan keberadaannya di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Gorontalo.

Ia menilai, isu yang menyebut dirinya berada di luar daerah selama berminggu-mingguZ tidak semestinya berkembang menjadi opini publik tanpa kejelasan dasar informasi dan konfirmasi langsung.

Advetorial

Bambang menegaskan, informasi mengenai keberadaan seorang pejabat publik harusnya disampaikan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Kata Bambang, jika terdapat keraguan mengenai aktivitas maupun tanggung jawabnya sebagai Kepala DLHK Provinsi Gorontalo, konfirmasi langsung merupakan langkah yang lebih tepat daripada membangun kesimpulan berdasarkan dugaan.

“Informasi bahwa saya berada di luar daerah selama berminggu-minggu itu tidak jelas dasarnya. Kalau memang ingin mengetahui keberadaan saya dan memastikan apa yang sedang dikerjakan DLHK, silakan dikonfirmasi secara langsung. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru dibangun menjadi opini di ruang publik,” tegas Bambang.

Ia menyayangkan, apabila persoalan keberadaan pejabat justru menjadi fokus perdebatan tanpa didahului upaya memperoleh keterangan yang utuh.

” Seharusnya, pemberitaan mengenai penanganan Karhutla perlu mengedepankan fakta lapangan, termasuk langkah yang dilakukan pemerintah dan petugas dalam menghadapi ancaman kebakaran,” ujar Bambang.

Bambang menegaskan, Karhutla bukan persoalan yang dapat diselesaikan hanya melalui perdebatan di ruang publik. Diperlukan kerja nyata, koordinasi, pemantauan, serta keterlibatan berbagai pihak untuk mencegah kebakaran meluas dan menjaga kelestarian kawasan hutan.

“Kalau memang mau mencari saya, datanglah ke lapangan. Lihat langsung apa yang dikerjakan petugas dan bagaimana kondisi yang dihadapi. Jangan hanya mempertanyakan di media. Karhutla ini persoalan nyata yang harus kita hadapi bersama, bukan sekadar menjadi bahan perdebatan,” ucap dia.

Meski begitu, Bambang menegaskan bahwa pengawasan terhadap kinerja pemerintah, merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, pengawasan tersebut harus dijalankan secara objektif dengan membedakan fakta, dugaan, dan opini agar masyarakat tidak menerima informasi yang berpotensi menimbulkan kesimpulan keliru.

” Perlu ditegaskan bahwa persoalan lingkungan, membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, diskusi mengenai Karhutla semestinya diarahkan pada upaya pencegahan, kesiapsiagaan petugas, penanganan titik kebakaran, serta evaluasi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan,” tegas dia.

” Pada prinsipnya, penegasan bahwa informasi mengenai kami yang disebut berada di luar daerah selama berminggu-minggu, seharusnya perlu diuji melalui konfirmasi dan bukti yang jelas serta tidak semestinya diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti,” lanjut bambang.

Di sisi lain, Bambang kembali menegaskan bahwa penanganan Karhutla di Gorontalo tetap membutuhkan pengawasan publik dan keterbukaan informasi dari instansi terkait.

” Intinya, masyarakat berhak mengetahui langkah pemerintah dalam melindungi hutan dan lingkungan, sementara setiap kritik maupun pemberitaan perlu disusun berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga, perhatian tidak berhenti pada pertanyaan mengenai keberadaan seorang pejabat, tetapi juga diarahkan pada efektivitas upaya pemerintah dalam mencegah dan menangani Karhutla serta menjaga kelestarian lingkungan di Provinsi Gorontalo,” tutup Bambang. [NA]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *