BUTOTA, GORONTALO KOTA – Kelurahan Buladu terus mendorong realisasi program pembangunan dan pelayanan masyarakat. Lurah Buladu, Rosmin Liputo, SE., MM., mengatakan pekerjaan fisik yang bersumber dari dana kelurahan tahap kedua telah selesai dilaksanakan dan kini pihak kelurahan sedang menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ).
Setelah LPJ dirampungkan, Kelurahan Buladu akan menunggu petunjuk teknis untuk proses pencairan dana kelurahan tahap ketiga. Dana kelurahan yang telah dicairkan sebelumnya masing-masing sebesar Rp50 juta pada tahap pertama dan Rp90 juta pada tahap kedua.
Pada tahap pertama, anggaran digunakan untuk pekerjaan pemasangan paving. Sementara itu, dana tahap kedua dimanfaatkan untuk kegiatan pembersihan saluran air yang dilaksanakan di sembilan titik lokasi di wilayah Kelurahan Buladu.
Rosmin menjelaskan, penyelesaian pekerjaan fisik tersebut menjadi bagian dari komitmen kelurahan dalam meningkatkan kenyamanan lingkungan serta mencegah persoalan genangan air di permukiman warga.
Penagihan PBB Lampaui Target
Selain pembangunan fisik, Kelurahan Buladu juga mencatat capaian positif dalam penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kelurahan tersebut telah mencapai target penagihan PBB sebesar 100 persen, meskipun batas waktu pembayaran masih cukup panjang.
Untuk tagihan pokok PBB, realisasi penagihan telah mencapai 95,73 persen. Namun, apabila digabungkan dengan denda, total capaian penagihan mencapai 102,4 persen.
Menurut Rosmin, keberhasilan itu merupakan hasil kerja rutin tim kelurahan bersama aparatur terkait yang setiap hari turun langsung ke lapangan untuk melakukan penagihan kepada wajib pajak. Setoran terbaru yang berhasil dihimpun tercatat sebesar Rp707.000.
“Tim kelurahan dan perangkat terkait terus melakukan penagihan secara rutin agar target PBB dapat tercapai lebih awal,” ujarnya.
Data Penerima Beras Dievaluasi
Dalam penyaluran bantuan beras, Kelurahan Buladu tengah melakukan penyesuaian data penerima manfaat. Dari total 218 penerima bantuan, terdapat sekitar 34 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum menerima beras karena sejumlah alasan.
Sebagian warga yang sebelumnya terdata sebagai penerima kini dinilai telah mampu, berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), atau sudah pindah domisili. Selain itu, masih terdapat 31 sasaran penerima yang penyaluran bantuannya ditunda karena kelurahan sedang melaksanakan musyawarah kelurahan untuk proses pergantian dan pembaruan data.
Kelurahan memastikan penyesuaian tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar diterima warga yang memenuhi kriteria dan paling membutuhkan.
Pengelolaan Sampah Membaik
Rosmin juga menyampaikan bahwa persoalan sampah di Kelurahan Buladu saat ini telah tertangani dengan baik. Keluhan masyarakat terkait kebersihan lingkungan disebut sudah semakin jarang diterima.
Perbaikan pengelolaan sampah tersebut turut dibuktikan melalui capaian Kelurahan Buladu yang meraih peringkat kedua terbaik dalam penilaian Lomba Adipura tingkat kota.
Keberhasilan itu, kata Rosmin, tidak lepas dari dukungan fasilitas armada pengangkut sampah dan kendaraan roda tiga atau getor yang diberikan oleh Wali Kota. Fasilitas tersebut membantu kelurahan dalam menjangkau titik-titik pengangkutan sampah di lingkungan permukiman warga.
Lansia Tetap Mendapat Perhatian
Terkait bantuan sosial bagi lanjut usia, Kelurahan Buladu masih menerima sejumlah keluhan dari warga. Hal ini terjadi karena hasil sensus ekonomi terbaru menyebabkan beberapa lansia mengalami perubahan kategori kesejahteraan, dari sebelumnya berada pada desil 1 hingga 4 menjadi desil 6 hingga 10.
Perubahan kategori tersebut berpengaruh terhadap kelayakan penerima bantuan. Untuk itu, pihak kelurahan menyarankan warga melakukan pembaruan data agar dapat diverifikasi secara berjenjang hingga tingkat pusat.
Meski demikian, kelurahan tetap berupaya memberikan perhatian kepada lansia yang sakit atau belum masuk dalam kuota bantuan resmi. Bantuan mandiri diberikan melalui urunan pribadi lurah, staf kelurahan, serta perangkat RT dan RW.
Selain itu, Kelurahan Buladu bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) memiliki agenda rutin untuk mengunjungi lansia yang dilaporkan sedang sakit. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan memastikan kondisi warga lanjut usia tetap terpantau.
MBG Sasar 300 Penerima
Pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kelurahan Buladu menyalurkan makanan tambahan kepada sekitar 300 penerima manfaat. Sasaran program ini terdiri atas ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.
Distribusi bantuan dilakukan secara langsung oleh 30 kader yang setiap hari membantu kelurahan secara sukarela. Para kader tersebut bertugas menyalurkan makanan tambahan kepada penerima manfaat di wilayah Kelurahan Buladu.
Sebagai bentuk dukungan terhadap tugas para kader, mereka menerima insentif dari program MBG yang diberikan secara rutin setiap dua minggu sekali.
Melalui penyelesaian pembangunan fisik, capaian PBB, pembenahan pengelolaan sampah, evaluasi bantuan sosial, serta penguatan program gizi, Kelurahan Buladu terus berupaya meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. [RM/NA]



















