Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
BeritaProvinsi Gorontalo

Desak Polda Gorontalo Kejar Koruptor, AMMPD :  Jangan Sibuk Bangunan Tua, Perkara Mangkrak Banyak

×

Desak Polda Gorontalo Kejar Koruptor, AMMPD :  Jangan Sibuk Bangunan Tua, Perkara Mangkrak Banyak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO – Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Daerah (AMMPD) mendesak Polda Gorontalo, lebih serius menuntaskan perkara dugaan korupsi yang masih menjadi perhatian publik, ketimbang hanya berkutat pada persoalan bangunan tua.

Pentolan AMMPD Arief Rahim, menilai korupsi memiliki dampak jauh lebih serius karena, tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak tatanan kehidupan dan memutus harapan masyarakat.

Advetorial

“Koruptor itu yang harus diburu. Jangan sampai perhatian justru habis pada bangunan tua, sementara perkara dugaan korupsi yang merugikan negara masih menggantung. Korupsi merusak tatanan, menghancurkan kepercayaan publik dan merampas masa depan anak bangsa,” tegas Arief.

Menurut Arief, salah satu perkara yang patut menjadi perhatian Polda adalah dugaan korupsi proyek yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Polda Gorontalo sebelumnya, memang menangani sejumlah perkara proyek yang bersumber dari dana PEN.

” Proyek peningkatan Jalan Nani Wartabone Kota Gorontalo dengan nilai kontrak sekitar Rp23,9 miliar dan temuan kerugian negara Rp5,97 miliar berdasarkan audit BPK. Polda telah menetapkan tersangka dan menyatakan penyidikan terus dikembangkan, sekarang bagaimana kabarnya kasus itu? ” tanga Arief.

Selain itu kata Arief, penyidik Polda juga pernah mendalami dugaan penyimpangan pada tujuh paket proyek jalan di Kabupaten Gorontalo yang dibiayai dana PEN.

Arief meminta aparat tidak berhenti pada penetapan tersangka, tetapi memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat diperiksa dan diproses sesuai hukum.

“Kami tidak meminta tebang pilih. Kalau ada bukti dan unsur pidananya terpenuhi, siapa pun yang terlibat harus diproses. Polda harus segera menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi, bukan sekadar slogan,” tandasnya.

” Kami memang tidak ingin ikut campur dalam perkara yang belakangan ini ribut, tapi kami ingin mengingatkan bahwa akan terus mengawal perkara-perkara yang menyangkut penggunaan uang rakyat dan meminta aparat penegak hukum memberikan kepastian atas setiap kasus yang telah menjadi perhatian publik, ” Tutup Arief.

Hingga berita ini diterbitkan, BUTOTA masih berupaya meminta klarifikasi kepada Kapolda Gorontalo Irjen. Pol. Drs. Widodo [JFR]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *