Butota, Gorontalo Kota– Pemerintah Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, mulai menjalankan program Dana Pengembangan Kelurahan (DPK) tahap kedua yang difokuskan pada pembersihan saluran air dan pengangkatan sedimen di lingkungan permukiman warga.
Lurah Leato Utara, Fadly E. Hasan, SE., M.AP, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan upaya pemerintah kelurahan dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah terjadinya genangan air saat curah hujan meningkat.
“Untuk tahap kedua ini, kami fokus pada pembersihan saluran dan pengangkatan sedimen. Sampah dari kegiatan tersebut juga sudah kami amankan sesuai prosedur agar tidak kembali mencemari lingkungan,” ujar Fadly.
Selain pembangunan fisik, Kelurahan Leato Utara juga mencatat prestasi dalam realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kelurahan tersebut menempati peringkat pertama dari lima kelurahan dengan capaian realisasi tertinggi.
Realisasi PBB Kelurahan Leato Utara tercatat mencapai 112,38 persen. Menurut Fadly, pencapaian itu tidak lepas dari kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan serta kerja sama aparat kelurahan dalam melakukan sosialisasi dan pendataan.
“Alhamdulillah, realisasi PBB di Kelurahan Leato Utara mencapai 112,38 persen dan menjadi yang tertinggi. Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah kelurahan dan masyarakat,” katanya.
Fadly menegaskan pemerintah kelurahan terus berupaya memberikan pelayanan prima kepada seluruh warga. Hingga saat ini, kata dia, belum ada keluhan dari masyarakat terkait pelayanan administrasi di Kantor Kelurahan Leato Utara.
“Kami berusaha memberikan pelayanan yang cepat dan baik kepada masyarakat. Sampai saat ini belum ada keluhan yang masuk terkait pelayanan di kelurahan,” ujarnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada warga lanjut usia. Pemerintah kelurahan, lanjut Fadly, akan segera menindaklanjuti setiap laporan warga terkait lansia yang membutuhkan bantuan, terutama apabila mengalami sakit atau membutuhkan penanganan sosial.
“Kalau ada laporan lansia sakit, kami langsung berkoordinasi dengan dinas terkait agar bisa mendapat penanganan, baik dari sisi kesehatan maupun sosial,” tuturnya.
Di tengah capaian pembangunan dan pelayanan publik tersebut, Pemerintah Kelurahan Leato Utara masih menghadapi tantangan pada sektor pariwisata pesisir Tamendao. Kawasan yang sebelumnya ramai oleh aktivitas wisata dan usaha warga kini mengalami penurunan.
Fadly menyebut, sebelum 2023 terdapat sekitar 15 titik usaha pariwisata yang aktif di kawasan Tamendao. Namun, saat ini hanya tersisa sekitar empat hingga lima titik usaha yang masih beroperasi.
“Dulu pariwisata di Tamendao cukup mendominasi. Ada sekitar 15 titik yang aktif, tetapi sekarang tinggal empat sampai lima titik saja. Salah satu yang masih bertahan sampai sekarang adalah Oma Coffe” ungkapnya.
Pemerintah Kelurahan Leato Utara berharap sektor pariwisata di kawasan pesisir Tamendao dapat kembali berkembang dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, kondisi Kelurahan Leato Utara saat ini dilaporkan aman dari kebakaran hutan. Meski demikian, pemerintah kelurahan tetap melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
“Kami berharap wilayah Leato Utara selalu dijauhkan dari bencana, baik banjir, tanah longsor, maupun kebakaran hutan. Untuk itu, kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan,” pungkas Fadly. [RM]





























