BUTOTA – GORONTALO KAB, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gorontalo mengikuti Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 secara virtual, Kamis (23/7/2026), bersama seluruh jajaran BNN Provinsi, BNN Kabupaten/Kota, Balai dan Loka Rehabilitasi BNN se-Indonesia.
Kegiatan nasional yang dipusatkan di Balai Besar Rehabilitasi BNN RI, Lido, Jawa Barat, tersebut dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), serta diikuti secara daring oleh seluruh jajaran BNN di daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Acara ini merupakan puncak peringatan HANI yang setiap tahun diperingati sebagai momentum memperkuat komitmen nasional dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Di Kabupaten Gorontalo, kegiatan berlangsung di ruang Dulohupa Pemda Kabupaten Gorontalo dengan dihadiri Kepala BNN Kabupaten Gorontalo Abdul Karim Engahu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Wakil Bupati Tonny S. Junus, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Y. Usira, Kapolres Gorontalo AKBP Ki Ide Bagus Tri, S.I.K., Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo Letkol Inf. Julius Jangen Matakena, S.H., Ketua Pengadilan Negeri Limboto Royke Harold Inkiriwang, S.H., serta para pimpinan instansi vertikal, organisasi perangkat daerah, dan mitra kerja BNN Kabupaten Gorontalo.
Pelaksanaan HANI 2026 merupakan tindak lanjut surat resmi Badan Narkotika Nasional Nomor B/2452/VII/DE/HM.00.00/2026/BNN tertanggal 17 Juli 2026, yang menginstruksikan seluruh BNN Provinsi, BNN Kabupaten/Kota, Balai dan Loka Rehabilitasi BNN mengikuti puncak peringatan secara virtual bersama Forkopimda di daerah masing-masing.
Dalam sambutannya, Menko Polhukam menegaskan bahwa ancaman narkotika merupakan persoalan lintas sektor yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha hingga masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Kepala BNN Kabupaten Gorontalo Abdul Karim Engahu mengatakan, HANI bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa perang melawan narkotika harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Narkotika adalah ancaman nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, pemberantasannya tidak bisa hanya dibebankan kepada BNN maupun aparat penegak hukum. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur pemerintah, Forkopimda, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Momentum HANI 2026 ini semakin memperkuat komitmen kita untuk terus mewujudkan Kabupaten Gorontalo yang bersih dari narkoba.”
Abdul Karim menambahkan, BNN Kabupaten Gorontalo akan terus mengoptimalkan program edukasi, pencegahan, pemberdayaan masyarakat, deteksi dini, serta rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika sebagai bagian dari strategi nasional P4GN.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyatakan Pemerintah Kabupaten Gorontalo siap mendukung seluruh program BNN dalam upaya menekan penyalahgunaan narkotika di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen memperkuat sinergi bersama BNN, TNI, Polri dan seluruh pemangku kepentingan. Pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Kami akan terus mendukung program-program edukasi serta pemberdayaan masyarakat agar generasi muda Kabupaten Gorontalo tumbuh sehat, produktif dan terbebas dari bahaya narkotika.”
Menurut Sofyan, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak hanya diukur dari penindakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
Peringatan HANI 2026 di Kabupaten Gorontalo ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, sejalan dengan semangat nasional membangun Indonesia yang tangguh menghadapi ancaman narkoba. [FB]



















