Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Soroti Keterbatasan Fiskal, Pj Sekda Nuryanto Warning OPD, Jangan Biayai Kegiatan Minim Manfaat

×

Soroti Keterbatasan Fiskal, Pj Sekda Nuryanto Warning OPD, Jangan Biayai Kegiatan Minim Manfaat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO KOTA – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Nuryanto, memberikan peringatan tegas kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pengelolaan anggaran. Di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah, setiap rupiah yang dikeluarkan wajib dihitung efisiensi dan efektivitasnya demi melayani kebutuhan masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Nuryanto saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Perencanaan dan Penganggaran yang berlangsung di Aula Inspektorat Kota Gorontalo, Kamis (8/10/2026).

Advetorial

“Kondisi fiskal yang terbatas menuntut setiap OPD mampu menentukan prioritas kegiatan secara tepat,” tegas Nuryanto di hadapan para peserta Bimtek.

Iklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan Winnet

Ia meminta pemerintah daerah memastikan arah kebijakan anggaran benar-benar difokuskan pada program yang berkontribusi langsung terhadap capaian sasaran pembangunan. Nuryanto tidak ingin ada alokasi dana yang terbuang percuma.

“Jangan sampai kita membiayai kegiatan yang sebenarnya tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian sasaran pembangunan, sementara kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak justru belum tertangani secara optimal,” urainya.

Untuk mencegah hal tersebut, Nuryanto mensyaratkan agar setiap komponen anggaran yang diusulkan OPD memiliki landasan yang rasional, terukur, dan alasan yang jelas. Alokasi belanja daerah mutlak harus mampu menunjukkan nilai tambah bagi hasil pembangunan.

Lebih jauh, ia mendorong jajarannya untuk merombak kebiasaan lama dan mulai membangun budaya penganggaran yang berorientasi penuh pada manfaat. Ia menekankan bahwa indikator keberhasilan belanja daerah tidak lagi sekadar dilihat dari tingginya persentase serapan anggaran, melainkan dari wujud nyata hasil yang dirasakan oleh publik.

“Setiap rupiah yang dianggarkan harus jelas untuk apa, menghasilkan apa, dan memberikan manfaat apa,” tandasnya.

Pendekatan ketat ini dinilai krusial agar keterbatasan sumber daya yang dimiliki daerah tidak menguap untuk membiayai pos-pos belanja yang tidak prioritas.

“Setiap keputusan penganggaran harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan dampaknya terhadap pencapaian pembangunan,” pungkas Nuryanto.

Melalui penguatan kapasitas di Bimtek ini, ia menaruh harapan besar agar seluruh perangkat daerah semakin cermat menyusun kebutuhan belanja. Dengan perencanaan yang matang, anggaran yang tersedia dipastikan akan berjalan efektif, efisien, dan membawa manfaat nyata bagi kemajuan masyarakat Kota Gorontalo. [Adv]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *