BUTOTA, GORONTALO – Aksi unjuk rasa jilid II yang digagas oleh Aliansi Merah Maron di depan Gedung DPRD Provinsi Gorontalo pada Kamis (22/10/2026), sempat diwarnai ketegangan dan pecah antara massa dengan barisan aparat keamanan, sebelum akhirnya situasi kembali kondusif. Ratusan mahasiswa tersebut menyuarakan satu tuntutan utama: mendesak kehadiran langsung Ketua DPRD Provinsi Gorontalo beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada aksi jilid III mendatang.
Moderator aksi, Rizky H. Datuage, menyatakan bahwa perwakilan pimpinan saja tidak cukup untuk merespons pelbagai persoalan daerah yang sedang disorot. Mahasiswa menuntut agar Ketua DPRD, Gubernur, Kapolda, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo berhadapan langsung dengan mereka. Ia menekankan bahwa langkah ini bukanlah bentuk diskriminasi terhadap Wakil Ketua III DPRD Provinsi Gorontalo yang bersedia menemui massa, melainkan murni upaya memastikan aspirasi sampai kepada pemegang kewenangan mutlak.
Menjawab desakan mahasiswa, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Gorontalo berjanji akan meneruskan tuntutan tersebut kepada lembaga-lembaga terkait. Namun, pihak DPRD mengaku tidak bisa menjamin kehadiran pimpinan dari institusi eksternal karena setiap lembaga memiliki yurisdiksi dan kewenangannya masing-masing.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Azka Mahardika, turut memberikan ultimatum keras di hadapan massa. Ia memastikan Aliansi Merah Maron akan melipatgandakan jumlah massa pada aksi jilid III jika jajaran Forkopimda kembali absen.
“Kami tidak meminta jawaban sekarang. Kami meminta agar pimpinan-pimpinan yang kami maksud hadir pada aksi jilid III,” tegas Azka di lokasi unjuk rasa.
Selain mendesak kehadiran Forkopimda, mahasiswa juga mengecam insiden penahanan beberapa peserta aksi saat situasi demonstrasi sempat memanas. Melalui Wakil Ketua III DPRD, Aliansi Merah Maron secara khusus meminta Kapolda Gorontalo untuk mengevaluasi pengamanan agar unjuk rasa jilid III tidak kembali berujung pada bentrokan fisik, dan aspirasi dapat disampaikan secara kondusif.[Z]


















