Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
BlogProvinsi Gorontalo

Usai Soroti Dugaan Oknum Anggota Main PETI di Popayato, Arya Sahrain Mengaku Diintimidasi OTK

×

Usai Soroti Dugaan Oknum Anggota Main PETI di Popayato, Arya Sahrain Mengaku Diintimidasi OTK

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO – Aktivis Gorontalo, Arya Sahrain mengaku mengalami intimidasi dari orang tak dikenal (OTK) setelah menyoroti dugaan keterlibatan oknum anggota Polda Gorontalo berinisial AA Alias Ardin dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Dugaan intimidasi tersebut menambah perhatian terhadap persoalan keamanan aktivis yang menyuarakan isu-isu kepentingan publik, terutama terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang membutuhkan pengawasan dan penanganan serius dari pihak berwenang.

Advetorial

Meski demikian, dugaan intimidasi maupun dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas PETI tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Di tengah situasi tersebut, Arya menegaskan bahwa tekanan dan ancaman tidak akan membuat dirinya berhenti menyuarakan persoalan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian masyarakat.

Arya menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur hanya karena adanya dugaan tekanan atau intimidasi. Menurutnya, persoalan yang menyangkut kepentingan publik harus disikapi secara terbuka dan diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Ancaman tak membuat saya goyah. Saya tidak akan mundur hanya karena ada tekanan atau intimidasi. Apa yang saya suarakan berkaitan dengan persoalan yang perlu mendapat perhatian publik, sehingga harus dijelaskan secara terbuka dan transparan,” demikian pernyataan yang disampaikan Arya saat diwawancara.

Ia juga menekankan bahwa kritik terhadap suatu persoalan bukanlah upaya untuk mencari musuh atau menjatuhkan pihak tertentu, melainkan bentuk kepedulian agar dugaan pelanggaran hukum dapat ditelusuri secara objektif.

“Kalau memang tidak ada pelanggaran, silakan buktikan melalui klarifikasi dan proses yang transparan. Kritik seharusnya dijawab dengan penjelasan dan fakta, bukan dengan ancaman,” lanjut pernyataan tersebut.

Arya berharap pihak-pihak yang berwenang tidak mengabaikan persoalan yang disorotnya, baik mengenai dugaan aktivitas PETI maupun dugaan intimidasi yang dialaminya.

“Bagi saya, menyuarakan persoalan publik adalah bentuk kepedulian. Selama masih ada hal yang perlu dijelaskan kepada masyarakat, saya akan tetap bersikap kritis dan mendorong agar semuanya terang benderang. Ancaman tidak akan mengubah sikap saya untuk meminta transparansi dan penegakan hukum yang adil,” Jelas Arya.

Arya Berharap Aparat penegak hukum diharapkan dapat menerima dan menindaklanjuti laporan apabila diajukan, memeriksa bukti yang tersedia, serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab jika ditemukan unsur pelanggaran hukum.

“Meskipun sudah mendapat intimidasi, saya tidak akan mundur. Dalam waktu dekat, Saya bersama Aliansi Akan melakukan Aksi di Polda Gorontalo sekaligus membuat laporan dan memberikan bukti-bukti Otentik di Divisi Propam”, Tutup Arya.

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *