BUTOTA, GORONTALO KOTA – Puskesmas Dungingi terus memperkuat pelaksanaan sejumlah program kesehatan pemerintah, terutama dalam upaya eliminasi tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, serta pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat.
Kepala Puskesmas Dungingi, Muhamad Mansyur Tojib, SKM, mengatakan salah satu upaya yang saat ini menjadi perhatian adalah pelacakan kontak atau tracking contact terhadap masyarakat yang diduga terpapar TBC.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Pasien yang memiliki gejala mengarah pada TBC terlebih dahulu menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). Jika hasil pemeriksaan menunjukkan negatif, tetapi pasien masih mengalami gejala seperti batuk, maka pemeriksaan dapat dilanjutkan melalui rontgen atau X-ray.
“Kalau hasil TCM negatif tetapi masih ada gejala, kita lakukan pemeriksaan X-ray atau rontgen,” ujar Muhamad Mansyur.
Pemeriksaan rontgen tersebut dilakukan melalui fasilitas rumah sakit yang menjadi rujukan, di antaranya Rumah Sakit Otanaha dan Rumah Sakit dr. Aloei Saboe.
Selain TBC, Puskesmas Dungingi juga mengintegrasikan pemeriksaan HIV/AIDS dengan sejumlah layanan kesehatan lainnya. Mansyur menjelaskan, setiap pasien yang teridentifikasi TBC juga diarahkan untuk menjalani pemeriksaan HIV/AIDS.
Hal serupa diterapkan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk pemeriksaan terhadap ibu hamil. Pemeriksaan TBC dan HIV/AIDS dilakukan secara terintegrasi sehingga deteksi penyakit dapat dilakukan lebih dini.
Sementara untuk malaria, Mansyur menyebut hingga saat ini belum ditemukan kasus malaria yang berasal dari penularan lokal di Kota Gorontalo. Kasus yang ditemukan, menurut dia, lebih banyak berkaitan dengan pasien yang sebelumnya beraktivitas atau bekerja di luar Kota Gorontalo.
“Kalau malaria, sampai saat ini belum ada kasus yang didapatkan di Kota Gorontalo. Ada pasien, tetapi sifatnya impor, misalnya mereka bekerja di luar daerah kemudian kembali dan berdomisili di Kota Gorontalo,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan tracking contact TBC yang terintegrasi dengan CKG, Puskesmas Dungingi telah melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi. Dari rencana enam lokus, sementara tiga lokus telah dilaksanakan di lima kelurahan.
Dari kegiatan tersebut, petugas menemukan sejumlah masyarakat yang teridentifikasi mengalami TBC paru.
Namun, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi kendala, terutama karena kegiatan tracking contact belum sepenuhnya terlaksana. Puskesmas masih menunggu pelaksanaan tahap berikutnya atau term kedua dari program pemerintah.
Di sisi lain, pelaksanaan CKG di wilayah kerja Puskesmas Dungingi menunjukkan capaian yang cukup tinggi. Mansyur menyebut cakupan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut telah mencapai lebih dari 58 persen.
Ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat akan terus ditingkatkan seiring dengan berjalannya berbagai program kesehatan pemerintah.
“Dengan adanya Cek Kesehatan Gratis, kita sudah melakukan pemeriksaan secara keseluruhan kepada masyarakat dan pelayanan tersebut diberikan secara gratis,” katanya.
Ke depan, Puskesmas Dungingi akan melanjutkan pelacakan kontak TBC yang terintegrasi dengan CKG. Koordinasi antarpengelola program juga akan terus diperkuat, termasuk dalam pemeriksaan HIV/AIDS dan TBC pada layanan kesehatan ibu dan anak. [RAM/NA]
Mansyur berharap integrasi berbagai layanan tersebut dapat membantu menemukan kasus penyakit lebih awal sehingga penanganan terhadap masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat.[RAM/NA]



























