BUTOTA, GORONTALO KOTA – Keluhan masyarakat terkait akses transportasi pelajar di sejumlah wilayah Kota Gorontalo, khususnya Kecamatan Dumbo Raya, langsung direspon dan mendapat perhatian Pemerintah Kota Gorontalo.
Sejumlah orang tua dan siswa, mengeluhkan biaya transportasi menuju sekolah yang dinilai cukup membebani. Kondisi tersebut terutama dirasakan oleh siswa yang harus menempuh jarak cukup jauh dengan keterbatasan akses angkutan umum.
Dalam pelaksanaannya, layanan yang layanan bus gratis antar jemput siswa ini telah aktif sejak periode pertama Wali Kota Adhan Dambea. Saat ini, telah melayani sejumlah rute yang disiapkan untuk membantu mobilitas pelajar, yakni Tanjung Kramat dengan dua bus, Pohe satu bus, Leato Selatan dan Leato Utara dua bus, serta Dembe dengan satu bus.
Walau, sempat berhenti sementara sejak Agustus 2026 akibat keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Gorontalo tetap memastikan layanan bus gratis bagi pelajar tetap berjalan dan tidak berhenti.
Juru Bicara Wali Kota Gorontalo, Jeffry As. Rumampuk, mengatakan persoalan transportasi pelajar tetap menjadi perhatian Wali Kota Adhan Dambea. Pemerintah Kota kata dia, saat ini sedang mempersiapkan berbagai kebutuhan agar layanan dapat kembali berjalan dengan baik.
“Pemerintah Kota Gorontalo memahami keluhan para orang tua dan siswa. Layanan bus gratis ini sejak awal memang disiapkan untuk membantu anak-anak mendapatkan akses ke sekolah, khususnya mereka yang terkendala jarak dan biaya transportasi,” ujar Jeffry.
Menurutnya, Wali Kota Adhan Dambea melalui Dinas Perhubungan memastikan layanan tersebut, tetap dilanjutkan dan ditargetkan kembali beroperasi pada Oktober 2026.
Persiapan tidak hanya menyangkut ketersediaan anggaran, tetapi juga memastikan armada dalam kondisi layak dan siap digunakan, termasuk kesiapan pengemudi, rute pelayanan serta berbagai aspek teknis lainnya.
“ Pak Wali Kota melalui Dinas Perhubungan memastikan layanan ini tetap berlanjut dan saat ini yang sedang dipersiapkan adalah seluruh aspek pendukungnya, mulai dari kesiapan armada, kondisi kendaraan, pengemudi, rute sampai dengan teknis operasional. Pemerintah ingin ketika layanan kembali berjalan, semuanya sudah siap,” jelasnya.
” Program ini sudah ada sejak periode pertama pak Walikota, dan diperiode kedua ini layanan tersebut tetap beroperasi, karena menjadi salah satu point yang beliau perhatikan,” lanjut dia.
Jeffry menegaskan, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengoperasikan kembali armada tanpa memastikan aspek keselamatan dan pelayanan kepada siswa benar-benar terpenuhi.
Karena itu, ia meminta para orang tua dan siswa untuk bersabar sampai seluruh persiapan tersebut selesai.
“Kami meminta para orang tua dan siswa untuk bersabar dan perhatian pemerintah tetap ada, penghentian sementara ini lebih karena keterbatasan anggaran dan persiapan teknis. Yang dapat kami pastikan, layanan bus gratis ini akan kembali beroperasi dalam bulan ini setelah seluruh kebutuhan, termasuk kesiapan armada, selesai,” katanya.
Adapun rute yang sebelumnya dilayani meliputi Tanjung Kramat dengan dua armada, Pohe satu armada, Leato Selatan dan Leato Utara dua armada, serta Dembe satu armada.
Pemkot berharap, keberadaan layanan tersebut kembali membantu meringankan beban orang tua sekaligus memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengakses sekolah.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah kota melalui instruksi Pak Walikota untuk tetap memperhatikan kebutuhan transportasi pelajar. Saat ini kita tinggal menunggu seluruh persiapan teknis dan armada selesai, kemudian layanan kembali dijalankan,” pungkas Jeffry. [Adv]



























