BUTOTA, JAKARTA – Penarikan kembali (recall) 8.878 unit Chery Omoda 5 di Malaysia menarik perhatian konsumen di Indonesia. Pasalnya, kendaraan dengan model serupa juga dipasarkan di Tanah Air.
Dikutip dari Suara.com, Kamis (15/10/2026), Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia resmi membekukan izin edar dan penjualan Chery Omoda 5. Kebijakan ini diberlakukan setelah muncul insiden terlepasnya as roda belakang saat kendaraan sedang melaju di jalan raya. Akibat pembekuan tersebut, Omoda 5 untuk sementara tidak dapat dijual maupun didaftarkan sebagai kendaraan baru hingga investigasi teknis rampung.
Insiden yang terjadi di Johor Bahru itu melibatkan Omoda 5 produksi 2023. Hasil investigasi menemukan masalah pada sejumlah titik pengelasan komponen rear axle trailing arm yang kurang kuat dan berisiko patah saat menerima beban ekstrem. Menanggapi temuan ini, Chery Malaysia menggelar program recall untuk 8.878 unit Omoda 5 varian C dan H agar mendapatkan pemeriksaan serta penggantian komponen gratis di bengkel resmi.
Chery Indonesia Masih Menunggu Keputusan
Di Indonesia, PT Chery Sales Indonesia belum memutuskan untuk menarik unit yang beredar. Pihak manajemen mengaku masih berkoordinasi dengan Chery Global sembari menunggu hasil investigasi menyeluruh.
Dalam keterangan yang dikutip Suara.com pada Selasa (13/10/2026), Chery Indonesia menegaskan belum menerima laporan insiden serupa di dalam negeri. Perusahaan juga membuka pintu bagi konsumen yang ingin memutus keraguan terkait kondisi kendaraannya.
“Hingga saat ini, kami belum menerima laporan insiden serupa di Indonesia. Namun untuk memberikan rasa tenang, bagi konsumen yang ingin memeriksakan kendaraannya dapat menghubungi Customer Care atau langsung mengunjungi bengkel resmi Chery Indonesia,” tulis keterangan resmi perusahaan.
Kepastian Keselamatan Konsumen Dinantikan
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan keselamatan kendaraan, khususnya untuk produk global yang beredar di beberapa negara sekaligus. Hingga saat ini, belum ada bukti atau data independen yang menunjukkan masalah pengelasan as roda tersebut juga terjadi pada unit di Indonesia.
Butota masih berupaya mendapatkan keterangan resmi dari Kementerian Perhubungan mengenai langkah pengawasan yang akan diambil serta dampaknya bagi pasar domestik. Konfirmasi dari konsumen maupun jaringan bengkel resmi di Tanah Air juga terus dikumpulkan guna memastikan keamanan dan kenyamanan pemilik Chery Omoda 5. [Ah]



























