Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Lebih Dekat Dengan Warga, Kejari Kota Gelar Ngopi Bareng Jaksa

×

Lebih Dekat Dengan Warga, Kejari Kota Gelar Ngopi Bareng Jaksa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO KOTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Gorontalo menggelar kegiatan bincang santai bertajuk “Ngopi Bareng Jaksa” di Warkop Amal, Jalan Agusalim, Kamis (5/11/2026). Mengusung tema “Berani, Jujur, Hebat”, kegiatan ini digagas sebagai bentuk kampanye anti-korupsi yang melibatkan para aktivis, pengamat sosial, dan pengamat hukum.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Gorontalo, Bayu Pramesti, S.H., M.H., mengatakan pendekatan informal ini sengaja dipilih agar diskusi seputar masalah hukum tidak terkesan kaku. Menurutnya, turun langsung ke warung kopi membuat ruang dialog dengan masyarakat menjadi lebih cair.

Advetorial

“Kalau di warkop ini kan lebih asyik ngobrolnya, pakai bahasa-bahasa warung kopi. Pendekatan ini biar masyarakat tahu kalau kejaksaan itu ternyata dekat orangnya, enak diajak ngobrol,” ujar Bayu.

Bayu menegaskan, pintu Kejari Kota Gorontalo selalu terbuka bagi masyarakat yang ingin mengadukan permasalahan hukum. Warga juga dipersilakan untuk memantau langsung kinerja maupun program kejaksaan melalui akun Instagram resmi mereka.

“Mau bicara masalah korupsi boleh, perlindungan anak boleh, masalah perikanan juga boleh. Pintu kita terbuka sekali buat masyarakat. Kalau ada hal-hal yang mendetail, silakan datang langsung ke kantor,” tegasnya.

Menyinggung soal stabilitas hukum di Kota Gorontalo saat ini, Bayu menilai kondisinya sangat aman dan kondusif. Ia memastikan seluruh penanganan perkara umum maupun tindak pidana korupsi terus berjalan sesuai ketentuan penegakan hukum.

Dalam kesempatan tersebut, Kajari juga menyatakan dukungan penuh Kejari Kota Gorontalo terhadap program perintis presiden, yakni Kampung Nelayan Merah Putih.

“Itu sangat positif ya, jadi kita mendukung. Kejaksaan mendampingi, memberi semangat kepada pengurus koperasinya maupun rombongannya. Bagaimanapun program ini harus kita sukseskan dan dukung dari sisi yuridis,” kata Bayu.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa wajah penegakan hukum kejaksaan tidak semata-mata berfokus pada penghukuman, melainkan sangat mengedepankan langkah-langkah preventif atau pencegahan.

“Hukum itu bukan hanya dalam konteks penindakan saja, tapi ada edukasi, ada persuasif, ada pencegahan. Kegiatan ngobrol-ngobrol ini adalah bagian dari pencegahan agar masyarakat mengerti hukum dan menjauhi hukuman,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Juru Bicara Wali Kota Gorontalo Jeffry Rumampuk, menyambut positif program Ngopi Bareng Jaksa yang digagas Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu inovasi pelayanan publik yang patut diapresiasi karena menghadirkan pendekatan hukum yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.

“Ngopi Bareng Jaksa ini merupakan salah satu program pelayanan Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo yang sangat kami apresiasi. Program ini telah menjadi instrumen pendekatan humanis kejaksaan kepada masyarakat. Tentu, ini merupakan langkah positif dalam membangun komunikasi sekaligus meningkatkan kesadaran hukum warga,” ujar Jeffry.

Ia menilai, selama ini kejaksaan dikenal sebagai institusi penegak hukum yang memiliki reputasi dan kredibilitas dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Namun, melalui program Ngopi Bareng Jaksa, kejaksaan memperlihatkan sisi pelayanan yang berbeda, yakni membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang lebih santai, terbuka, dan edukatif.

“Kalau boleh saya istilahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari ekstrakurikuler dalam tanda kutip dari tugas utama kejaksaan. Artinya, selain menjalankan fungsi penegakan hukum, kejaksaan juga hadir melalui pendekatan sosial, sosialisasi, dan penyuluhan hukum. Masyarakat tidak hanya mengenal jaksa dari ruang persidangan, tetapi juga bisa berdialog langsung, menyampaikan persoalan, bahkan berkonsultasi mengenai persoalan hukum yang mereka hadapi,” jelasnya.

Jeffry berharap, program tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelaku UMKM, generasi muda, serta masyarakat di tingkat kelurahan.

“Kami berharap program seperti ini terus dipertahankan dan dikembangkan. Sebab, membangun kesadaran hukum tidak cukup hanya dengan penindakan. Edukasi dan pencegahan juga sangat penting. Semakin dekat institusi penegak hukum dengan masyarakat, semakin terbuka ruang bagi warga untuk memahami hukum dan menghindari persoalan hukum sejak dini,” kata Jeffry.

” Pada prinsipnya, mewakili bapak Walikota, saya berharap program ini menjadi bahagian dari sinergitas yang positif, dalam rangka mendukung seluruh program layanan kejaksaan untuk masyarakat Kota Gorontalo,” Tutup Jeffry.

Kegiatan ini dihadiri oleh para tokoh-tokoh kritis senior Kota Gorontalo, unsur APH, Jurnalis dan para aktifis dan beberapa ketua LSM. [Adv]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *