Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Tajuk & Opini

Kesadaran Profesional Guru, Hypno Teaching Di Gorontalo Utara Adalah Investasi Kecil untuk Transformasi Besar

190
×

Kesadaran Profesional Guru, Hypno Teaching Di Gorontalo Utara Adalah Investasi Kecil untuk Transformasi Besar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelatihan Hypno Teaching bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan program pengembangan kompetensi berbasis pendekatan psikologi pendidikan modern. Metode ini dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam membangun komunikasi persuasif, menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta menanamkan sugesti positif kepada peserta didik.

Adapun urgensi dari pelatihan untuk para pendidik di Gorontalo Utara, bukanlah sekedar trend namun telah menjadi sebuah kebutuhan. Sebab Hypno Teaching yang dimaksud, telah berfokus pada Rapport building (hubungan emosional guru-siswa), Positive suggestion (bahasa yang membangun mental siswa),  Alpha state learning (kondisi belajar optimal)  dan Anchoring (pembentukan respon positif siswa).

Advetorial

Pendekatan ini sangat relevan dengan tantangan pendidikan hari ini, terutama dalam membangun karakter siswa di tengah meningkatnya problem sosial, termasuk kasus kekerasan dan pelecehan yang menjadi kekhawatiran bersama.

Lebih jauh, program ini tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari upaya menjawab program besar Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, yakni “Sekolah Surga Kasih Sayang (SKS)” yang dicanangkan oleh Bupati Thoriq Modanggu. Bahwa Program SKS menekankan transformasi lingkungan pendidikan menjadi Lebih empatik, Minim kekerasan dan Berbasis kasih sayang dan pendekatan humanis

Dalam konteks ini, Hypno Teaching menjadi instrumen konkret di level kelas. Melalui teknik sugesti positif, rapport building, dan pengelolaan emosi, guru didorong untuk menjadi figur yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan kesehatan mental siswa.

Di sinilah program ini selaras dengan misi besar daerah, sebab Program SKS tidak hanya berbicara tentang kurikulum, tetapi juga tentang perubahan ekosistem pendidikan menjadi lebih empatik, humanis, dan berbasis kasih sayang. Hypno Teaching menjadi salah satu instrumen konkret untuk mewujudkan misi tersebut di ruang kelas.

Sebelumnya, salah satu kritik yang dilontarkan adalah biaya pendaftaran yakni sebesar  Rp.200.000 per peserta. Namun jika ditelaah dari pedoman pelaksanaan, biaya tersebut memiliki komponen yang jelas dan terukur, bahkan melebihkan manfaatnya bagi para guru  Dimana, skema pembiayaannya sangat transparan dan berbasis output, dengan rincian manfaatnya adalah 3x sesi daring (Zoom), 1x sesi luring (tatap muka), Modul pelatihan + 5 e-book (profesi & mental health) , Konsumsi saat sesi luring, Akses tes identifikasi mental (pre-test & post-test) dan Sertifikat pelatihan resmi

Artinya, pelatihan ini bukan sekadar seminar satu arah, tetapi paket pembelajaran lengkap dengan pendekatan teori, praktik, evaluasi, hingga tindak lanjut implementasi di kelas.

Jika dihitung secara rasional, biaya tersebut tergolong moderat, bahkan relatif rendah dibanding pelatihan kompetensi serupa yang umumnya mencapai jutaan rupiah per orangnya.

Perlu ditegaskan bahwa program Hypno Teaching ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan bagian dari inovasi sebagai langkah strategis dalam mendorong percepatan peningkatan kualitas sumber daya guru. Inovasi ini diarahkan pada Perbaikan mental dan mindset tenaga pendidik, Adaptasi terhadap perkembangan zaman dan karakter generasi siswa saat ini dan Upgrade strategi individu guru dalam proses pembelajaran

Di tengah perubahan sosial dan tantangan pendidikan modern, guru tidak lagi cukup hanya menguasai materi, tetapi juga dituntut memiliki kecerdasan emosional, komunikasi efektif, dan pendekatan psikologis yang kuat. Hypno Teaching hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.

Terkait dengan pengembangan personal yang menjadi perdebatan mengenai penggunaan Dana BOS wajib perlu diluruskan. Dalam berbagai regulasi pendidikan, BOS memang difokuskan untuk operasional sekolah, bukan pengembangan kompetensi personal guru yang bersifat individual.

Adapun batas yang perlu dipahami sesuai dengan regulasi penggunaan dana BOS, bahwa ditegaskan dalam pembiayaan pelatihan menjadi tanggung jawab peserta (opsi kolektif atau mandiri), Namun biaya transportasi tetap bisa ditanggung sekolah melalui BOS. Dan hal ini menunjukkan adanya kompromi kebijakan, bukan pembebanan sepihak.

Dalam kritikan yang dilontarkan salah satunya adalah memang, status kegiatan ini adalah himbauan, bukan kewajiban formal. Namun dinamika di lapangan seperti dorongan Korwil perlu dimaknai bahwa hal tersebut adalah dorongan upaya percepatan peningkatan kualitas guru, guna memastikan transparansi komunikasi ruang administratif dan pilihan guru.

Melihat dinamika saat ini, sebenarnya program hypno teaching bagi para guru se Kabupaten Gorontalo Utara adalah investasi kecil untuk transformasi besar pada sistem pendidikan. Dimana, pendidikan tidak bisa hanya bergantung pada anggaran negara. Profesionalisme guru juga menuntut investasi pribadi, sebagaimana profesi lain yang terus berkembang.

Dengan biaya Rp200.000, guru mendapatkan Upgrade metode mengajar, Pendekatan psikologis terhadap siswa dan Sertifikasi dan materi berkelanjutan

Jika dikaitkan dengan misi Sekolah Surga Kasih Sayang, maka pelatihan ini bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bagian dari gerakan moral untuk mengembalikan wajah pendidikan yang humanis. Yang perlu diperbaiki adalah tata kelola dan komunikasi, termasuk semangat peningkatan kualitas itu sendiri, sebagai gerakan perubahan pendidikan di Gorontalo Utara.

” Karena pada akhirnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi oleh kemauan untuk terus belajar, termasuk dari para guru itu sendiri.”

[REDAKSI]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *