BUTOTA, NASIONAL – Keluarga almarhum Sutrimo menyatakan telah menerima dan mengikhlaskan kepergian pria yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di area Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Meski masih menyisakan duka, keluarga memilih tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian Sutrimo. Proses pemeriksaan sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwenang, termasuk hasil ekshumasi yang diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi terakhir almarhum.
Pernyataan tersebut disampaikan salah seorang perwakilan keluarga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, saat ditemui di sekitar rumah duka Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Keluarga menegaskan bahwa sikap menerima kepergian Sutrimo tidak berarti menutup mata terhadap proses pencarian fakta. Sebaliknya, keluarga memilih menunggu hasil pemeriksaan resmi daripada mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kalau untuk keluarga, kami sudah ikhlas lahir dan batin. Mengenai penyebab dan hasil pemeriksaan, kami serahkan kepada pihak yang berwenang. Kami tidak ingin berspekulasi,” ujar perwakilan keluarga.
Menurut keluarga, hasil ekshumasi nantinya menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran medis yang lebih jelas mengenai penyebab kematian Sutrimo.
Karena itu, keluarga meminta agar seluruh informasi terkait kematian Sutrimo mengacu pada hasil pemeriksaan resmi dari tim yang memiliki kewenangan dan kompetensi.
“Apa pun hasilnya nanti, kami siap menerima. Yang penting semuanya berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dari tim yang berkompeten,” tambahnya.
Keluarga juga berharap proses pemeriksaan dapat memberikan titik terang sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang masih muncul setelah Sutrimo meninggal dunia.
Sebelumnya, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di area halaman Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Jenazah Sutrimo kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dan telah dimakamkan oleh keluarga bersama warga setempat.
Kini, keluarga memilih menunggu hasil resmi pemeriksaan. Bagi keluarga, kepergian Sutrimo telah diterima dengan ikhlas, sementara persoalan mengenai penyebab kematian diserahkan sepenuhnya kepada proses medis dan pihak yang berwenang.[AS]

















