BUTOTA, LIFESTYLE – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Indeks ditutup melemah 11,57 persen atau 678,67 poin ke level 5.185,10, setelah sempat memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt) pada awal sesi.
Mengutip CNBC Indonesia, IHSG dibuka anjlok sekitar 8 persen sehingga Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan sementara. Tekanan jual terus berlanjut hingga nilai transaksi mencapai Rp26,4 triliun dengan volume 658,27 juta lot.
Seluruh sektor saham mengalami tekanan. Sektor infrastruktur terkoreksi 14,3 persen, material dasar turun 13,3 persen, sedangkan sektor kesehatan melemah 13,1 persen.
Sejumlah sentimen disebut turut menekan pasar, mulai dari rencana reklasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), kenaikan inflasi Amerika Serikat, hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Inflasi produsen AS pada September 2026 dilaporkan naik 1,3 persen secara bulanan, melampaui perkiraan pasar sebesar 0,5 persen. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama, sementara tekanan terhadap rupiah turut memperburuk sentimen investor.
Di tengah gejolak tersebut, sejumlah pejabat negara dan pimpinan lembaga keuangan mendatangi gedung BEI untuk melakukan konsolidasi. Mereka di antaranya Kapolri, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Danantara juga dikabarkan bersiap membeli saham-saham unggulan yang harganya terkoreksi tajam sebagai upaya membantu menjaga stabilitas pasar.
Perkembangan selanjutnya masih menjadi perhatian pelaku pasar. Langkah pemerintah, regulator, dan otoritas bursa dinantikan untuk meredam kepanikan serta memulihkan kepercayaan investor. [RAM]

















