Foto : beritabanten
DEBUTOTA, TAJUK – Coretan ACAB dan 1312 dalam aksi demonstrasi belakangan ini marak muncul di berbagai tempat, Ini artinya.
ACAB dalam bahasa Inggris yang merujuk pada kalimat “all cops are bastards”, memiliki arti “semua polisi adalah baj***an” apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Mengutip buku The Concise New Partridge Dictionary of Slang and Unconventional English oleh Tom Dalzell, istilah ACAB digunakan sebagai slogan untuk mengekspresikan ketidaksetujuan terhadap perilaku polisi yang dianggap tidak etis atau kasar.
Tren penggunaan ACAB di media sosial saat ini juga bersamaan dengan munculnya penggunaan angka 1312 untuk mengutuk aksi kekerasan polisi. Rangkaian angka 1312 merupakan bentuk numerik dari akronim ACAB. Maksudnya, angka 1 melambangkan huruf A, angka 2 untuk huruf B, dan angka 3 melambangkan huruf C.
Istilah ini diyakini muncul pertama kali di Inggris sekitar abad ke-20. Ada sumber yang mengaitkannya dengan aksi mogok pekerja pada 1940-an di Inggris.
Dalam buku Studying the British Crime Film yang ditulis oleh Paul Elliot, frasa “All Coppers Are Bastards” pertama kali muncul di Inggris pada 1920-an, kemudian disingkat menjadi “ACAB” oleh para pekerja yang melakukan aksi pemogokan pada 1940-an.
Di Indonesia, penggunaan ACAB mulai populer pasca reformasi tahun 1998. Slogan ini sering muncul dalam aksi-aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap tindakan polisi.
Meski sering dianggap ofensif dan kontroversial, penggunaan istilah A.C.A.B mencerminkan keresahan masyarakat terhadap tindakan aparat yang dinilai melanggar etika, tidak profesional, atau bertindak di luar batas hukum.
Selain ACAB, terdapat pula coretan-coretan yang secara terang-terangan menunjukkan protes dan kebencian pada polisi. Misalnya, “polisi pembunuh”, “polisi jahat saudaraku kau bunuh”, “gas air mata vs air mata ibu”, hingga “no justice no peace”. [***]

















