Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Kab.Gorontalo Utara

Langkanya BBM Bersubsidi di Atinggola, HPMI-GU Sinyalir Ada Mafia dan Ancam Blokade SPBU

×

Langkanya BBM Bersubsidi di Atinggola, HPMI-GU Sinyalir Ada Mafia dan Ancam Blokade SPBU

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO UTARA – Dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa. Praktik ilegal tersebut diduga memicu kelangkaan BBM yang merugikan para petani dan nelayan di wilayah setempat.

Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo Utara (HPMI-GU), Setiawan Gobel, menilai penimbunan BBM di Atinggola merupakan kejahatan terorganisir. Menurutnya, aksi tersebut berjalan karena diduga ada keterlibatan oknum pegawai SPBU serta perlindungan dari oknum aparat penegak hukum.

Advetorial

“Ini kejahatan terorganisir. Di saat nelayan tidak bisa melaut dan petani kesulitan ke kebun karena BBM langka, ada sekelompok orang yang justru menimbun ratusan liter. Menurut informasi yang kami himpun, mafia ini diduga dilindungi oknum aparat dan dimuluskan oleh orang dalam SPBU,” ujar Setiawan Gobel kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).

Setiawan membeberkan, pola pengisian BBM di SPBU Atinggola sudah tidak wajar. Pembelian untuk masyarakat umum dibatasi, sementara pihak penimbun disinyalir dapat mengisi BBM hingga ratusan liter tanpa melalui antrean resmi, baik saat jam operasional maupun di luar jam operasional.

Ia juga mengaku telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan informasi tersebut. Hasil penelusurannya menunjukkan adanya dugaan lokasi penumpukan BBM dalam skala besar yang letaknya tidak jauh dari SPBU Atinggola.

Atas temuan ini, HPMI-GU memberikan tenggat waktu kepada aparat kepolisian dan Pertamina untuk segera mengambil langkah tegas.

“Kami minta Kapolres Gorontalo Utara memeriksa oknum anggota yang diduga membekingi, dan Pertamina memecat karyawan SPBU yang terlibat. Audit CCTV SPBU dan bongkar gudang penimbunnya. Jika tidak ada tindakan, saya sendiri yang akan memimpin mahasiswa dan masyarakat Atinggola untuk memblokade serta menduduki SPBU Pertamina,” tegas Setiawan.

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi BUTOTA sedang berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Pengelola SPBU Atinggola, serta Polres Gorontalo Utara terkait dugaan penimbunan BBM dan keterlibatan oknum aparat maupun karyawan SPBU. Tanggapan resmi dari para pihak, sangat penting guna Keberimbangan berita. [Adv]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *