Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
BeritaKota Gorontalo

Ipilo Pacu PBB, Olah Sampah Jadi Pupuk Organik hingga Serap Aspirasi Lewat Safari Jumat

×

Ipilo Pacu PBB, Olah Sampah Jadi Pupuk Organik hingga Serap Aspirasi Lewat Safari Jumat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO KOTA – Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, saat ini berada di angka 61,33 persen. Pemerintah kelurahan bersama pihak kecamatan terus turun langsung melakukan penagihan untuk mengejar peningkatan realisasi hingga akhir tahun.

Lurah Ipilo, Ibrahim Ulyas Rauf, mengatakan pihaknya bersama jajaran Kecamatan Kota Timur telah melakukan penagihan langsung kepada sejumlah wajib pajak. Beberapa di antaranya memiliki nilai tagihan yang cukup besar.

Advetorial

“Kalau terkait PBB untuk Kelurahan Ipilo, posisi sampai dengan hari ini progresnya 61,33 persen. Kita sudah galakkan penagihan dan turun bersama teman-teman kecamatan,” ujar Ibrahim.

Dalam penagihan tersebut, pemerintah mendatangi sejumlah objek pajak, di antaranya Hotel Grand Q, Hotel Amaris dan Bank Mandiri.

Dari hasil koordinasi, sejumlah wajib pajak tersebut menyampaikan rencana pembayaran dalam waktu dekat. Nilai tagihannya juga cukup besar, yakni sekitar Rp92 juta untuk Grand Q, sekitar Rp25 juta untuk Bank Mandiri dan sekitar Rp20 juta untuk Amaris.

“Kalau ini masuk minggu depan, bisa jadi progres Ipilo sampai 80 persen,” katanya.

Selain PBB, progres Dana Kelurahan juga terus dikebut. Ipilo tahun ini mendapat alokasi sekitar Rp200 juta.

Pada tahap pertama, dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi saluran sepanjang sekitar 74 meter dan telah selesai 100 persen.

Sementara tahap kedua diarahkan untuk pekerjaan pembersihan dan rehabilitasi saluran di sejumlah lokasi.

“Untuk tahap kedua sekarang progresnya sudah sekitar 80 persen. Insyaallah minggu depan selesai 100 persen dan kita berharap bisa mengajukan untuk tahap ketiga,” ungkap Ibrahim.

Dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat, kondisi di Kelurahan Ipilo disebut masih terkendali. Ibrahim mengatakan sempat terjadi situasi yang memanas beberapa waktu lalu, namun kondisi kembali aman setelah mendapat dukungan aparat keamanan.

Menurutnya, TNI melalui Babinsa, unsur keamanan dan kepolisian ikut membantu menjaga situasi di wilayah tersebut.

Di bidang keagamaan, pemerintah kelurahan juga rutin melakukan safari Jumat ke sejumlah masjid. Ibrahim mengatakan terdapat sembilan masjid di wilayah Ipilo yang menjadi lokasi kegiatan tersebut secara bergiliran.

Safari Jumat tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk bertemu langsung dengan warga dan menyerap berbagai keluhan masyarakat.

“Dengan safari Jumat itu saya bisa ketemu dengan masyarakat dan menerima keluhan-keluhan masyarakat,” katanya.

Salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan warga dalam kegiatan tersebut adalah terkait data desil yang menjadi salah satu dasar dalam penyaluran bantuan sosial.

Ibrahim mengaku menemukan warga yang menurut kondisi sosial ekonominya membutuhkan bantuan, namun belum masuk dalam kategori yang sesuai.

Karena itu, pihak kelurahan mendorong warga untuk melakukan pengecekan dan pembaruan data.

“Datang ke kelurahan bawa KTP dan KK, nanti kita cek desilnya. Kita lakukan perubahan desil dulu, setelah itu baru kita usulkan menjadi penerima bantuan,” jelasnya.

Ia menegaskan proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan karena harus mengikuti tahapan yang berlaku.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 6.000 jiwa, persoalan sampah juga menjadi salah satu perhatian di Kelurahan Ipilo.

Ibrahim mengatakan pengangkutan sampah dilakukan menggunakan armada yang tersedia. Namun, karena kapasitas armada terbatas, pengangkutan diprioritaskan pada titik-titik yang dianggap paling membutuhkan, terutama di ruas jalan yang ramai dilalui masyarakat.

“Kalau sampah rumah tangga kita tangani. Kalau sampah seperti pohon atau yang volumenya besar, kita koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Di sisi lain, Ipilo juga tengah mengembangkan pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik. Sampah berupa daun dan sisa tanaman dikumpulkan dalam wadah, kemudian melalui proses tertentu hingga menghasilkan cairan yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Program tersebut diharapkan dapat dikembangkan bersama kader dan PKK sehingga tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ibrahim berharap pengolahan pupuk organik tersebut ke depan dapat menjadi salah satu ciri khas Kelurahan Ipilo.

“Kami berharap untuk masyarakat Ipilo, mari kita bersama-sama membangun Kota Gorontalo,” tutupnya. [MH/IB]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *