Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
BeritaKota Gorontalo

Dana Kelurahan Benahi Drainase dan Persampahan, Pemerintah Sasar Kebutuhan Dasar Di Kota Selatan

×

Dana Kelurahan Benahi Drainase dan Persampahan, Pemerintah Sasar Kebutuhan Dasar Di Kota Selatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO KOTA – Program pengembangan kelurahan di Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, mulai diarahkan pada penanganan kebutuhan dasar masyarakat, terutama perbaikan saluran drainase, kebersihan lingkungan serta sejumlah kebutuhan sosial warga.

Pemerintah Kecamatan Kota Selatan menyebut l, pelaksanaan program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Adhan Dambea, S.Sos., S.H., M.A dan Wakil Wali Kota Indra Gobel, yang mengarahkan agar dana pengembangan kelurahan benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Advetorial

” Sejumlah pekerjaan drainase saat ini mulai dilaksanakan di lima kelurahan, yakni Limba B, Limba U I, Limba U II, Biawao dan Biawu. Dari sekitar 65 titik saluran dengan total panjang 15.550 meter, penanganannya dilakukan secara bertahap melalui program kelurahan,” kata Camat Kota Selatan Abd. Karim Panu

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian kata Karim, berada di Kelurahan Limba U II. Dimana, saluran yang sebelumnya tersumbat menyebabkan aliran air tidak berjalan normal dan berpotensi meluap ke badan jalan, kini kondisi tersebut kemudian ditangani melalui program kelurahan bersama dukungan Dinas Pekerjaan Umum.

” Penanganan serupa juga dilakukan di sejumlah titik lainnya. Di Biawao, misalnya, terdapat saluran yang telah lama mengalami pendangkalan dan penyumbatan. Material penutup saluran dibongkar agar aliran air kembali berfungsi,” ujar Karim.

Karim menilai, keberlanjutan program tersebut penting untuk menyelesaikan sejumlah persoalan infrastruktur lingkungan yang sebelumnya belum tertangani karena keterbatasan anggaran.

“Dengan adanya program pemerintah kota, saluran dan infrastruktur yang sebelumnya belum ter-cover anggaran mulai bisa ditangani secara bertahap,” jelas Karim.

Selain drainase, program pengembangan kelurahan juga menyasar kebutuhan masyarakat lainnya, termasuk pembangunan jamban dan fasilitas dasar lingkungan. Dengan anggaran sekitar Rp200 juta pada masing-masing kelurahan, pengerjaan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan prioritas.

” Pemerintah kecamatan juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga saluran yang telah dibersihkan. Sampah yang dibuang ke dalam drainase dapat kembali menyebabkan penyumbatan dan mengurangi manfaat pembangunan yang telah dilakukan pemerintah,” imbau Karim.

Persoalan persampahan, juga menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Kota Selatan. Karim mengatakan, bahwa wilayahnya merupakan salah satu kawasan pusat aktivitas ekonomi di Kota Gorontalo, sehingga berbagai upaya melalui kordinasi dengan instansi terkait terus dijalankan.

” Untuk mendukung pelayanan, saat ini terdapat satu dump truck yang diperkuat lima kendaraan getor, masing-masing satu unit di setiap kelurahan. Syukurnya, pelayanan persampahan sejauh ini masih berjalan dan belum menimbulkan persoalan berarti,” ucap Karim.

Namun, pemerintah juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk dalam memenuhi kewajiban retribusi persampahan.

” Pemerintah Kecamatan Kota Selatan berharap kesadaran masyarakat terus meningkat karena penerimaan dari pajak dan retribusi pada akhirnya menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah yang manfaatnya kembali kepada masyarakat,” harap Karim.

Selanjutnya, perhatian terhadap kelompok rentan juga dilakukan melalui pendataan dan pemantauan lansia yang membutuhkan bantuan. Di wilayah Kota Selatan terdapat sejumlah lansia yang mendapat perhatian kelurahan melalui koordinasi dengan puskesmas dan BAZNAS.

Kelurahan melakukan pendataan dan menyampaikan kondisi warga kepada kecamatan untuk kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait.

” Sementara dalam penyaluran bantuan sosial, pemerintah kecamatan juga menjalankan kebijakan pemerintah kota terkait penerima bantuan yang terlibat dalam aktivitas seperti judi online dan konsumsi minuman keras. Penanganan tersebut diarahkan sebagai bentuk pembinaan agar bantuan pemerintah benar-benar digunakan untuk kebutuhan keluarga dan tidak disalahgunakan,” kata Karim.

Selain drainase dan persampahan, persoalan keselamatan lingkungan juga menjadi perhatian menyusul sejumlah kejadian pohon tumbang, termasuk insiden pohon tumbang di kawasan Gelora Nani Wartabone yang menimpa beberapa kendaraan.

” Pendataan kami nilai penting agar pohon yang berisiko dapat ditangani sebelum tumbang dan menimbulkan kerugian maupun membahayakan keselamatan warga. Namun secara umum, Pemerintah Kecamatan Kota Selatan menyatakan pelaksanaan program kelurahan berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Program tersebut diharapkan terus mendapat dukungan masyarakat sehingga kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam pembenahan lingkungan, infrastruktur dasar dan pelayanan masyarakat,” ucapnya.

“Pemerintah kecamatan juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut menjaga hasil pembangunan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga fungsi saluran drainase di lingkungan masing-masing,” pungkas Karim. [RM/NA]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *