Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Kab.GorontaloProvinsi GorontaloTajuk & Opini

Saka Anti Narkoba, Pramuka Gorontalo Pimpin Barisan Perangi Narkoba

4
×

Saka Anti Narkoba, Pramuka Gorontalo Pimpin Barisan Perangi Narkoba

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA — TAJUK, di Aula Badan Narkotika Nasional Provinsi Gorontalo, sebuah tonggak bersejarah ditancapkan. Bupati Gorontalo sekaligus Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Gorontalo, Sofyan Puhi, mengambil sumpah para pengurus Rintisan Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba Tingkat Daerah Gorontalo untuk masa bakti 2026–2031. Pelantikan itu bukan seremoni biasa. Ia adalah puncak dari sebuah komitmen panjang dari nasional hingga daerah, bahwa Pramuka adalah garda terdepan yang paling dipercaya untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.

Akar yang Kuat, Dasar Pembentukan Saka Anti Narkoba

Advetorial

Gagasan menggandeng Pramuka dalam perang melawan narkoba bukan lahir tiba-tiba, namun tumbuh dari kesadaran mendalam bahwa persoalan narkotika tidak cukup diatasi dengan pendekatan penegakan hukum semata. Dibutuhkan kekuatan sosial, suatu jaringan yang mengakar, dipercaya, dan hadir hingga ke sudut-sudut kampung dan lorong-lorong sekolah.

Maka pada 14 Agustus 2024, sebuah perjanjian strategis ditandatangani: Nota Kesepahaman antara Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, bernomor NK/31/VIII/KA/HK.02/BNN. Butir utamanya tegas dan jelas, bahwa pembentukan Satuan Karya Pramuka Anti Narkoba secara berjenjang, dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Mengapa Pramuka? Karena tidak ada organisasi kepemudaan lain yang memiliki struktur se-masif Gerakan Pramuka. Dari gugus depan di tiap sekolah, kwartir cabang di setiap kabupaten/kota, hingga kwartir daerah di setiap provinsi,  Pramuka menjangkau apa yang tidak bisa dijangkau lembaga negara mana pun. Bahkan Kepala BNNK Pidie menegaskan hal senada, bahwa Pramuka adalah mitra ideal karena memiliki struktur organisasi yang solid hingga ke akar rumput.

Saka Anti Narkoba secara khusus dirancang, sebagai wadah pendidikan dan pelatihan bagi Pramuka Penegak dan Pandega,usia 16 hingga 25 tahun. Sebuah segmen yang paling rentan sekaligus paling strategis dalam upaya P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika). Tidak hanya dididik untuk tahu, tetapi dilatih untuk bertindak dan menjadi agen perubahan nyata di tengah masyarakat.

Gorontalo Bergerak, Dari Peran Saka Nasional ke Pelantikan Perdana

Untuk diketahui, Gorontalo bukan daerah yang berdiam diri. Jauh sebelum Nota Kesepahaman BNN–Kwarnas ditandatangani, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Gorontalo telah membangun reputasi sebagai salah satu kwarda paling aktif di Indonesia. Puncaknya, Gorontalo dipercaya sebagai tuan rumah Perkemahan Antar Satuan Karya (Peransaka) Nasional 2025, yang digelar 2–9 November 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo. Sebuah event berskala nasional yang diikuti sekitar 6.000 peserta, dari 13 Satuan Karya Pramuka seluruh Indonesia.

Dalam ajang bergengsi itulah, Badan Narkotika Nasional Provinsi Gorontalo di bawah pimpinan Brigjen Pol. Sri Bardiyati, S.Sos., M.Si. tampil dengan semangat “War on Drugs for Humanity”, menyapa ribuan Pramuka penegak dan pandega dari seluruh nusantara melalui booth interaktif, kuis bahaya narkoba, sesi konsultasi, hingga simulasi dampak narkotika. Gorontalo tidak hanya jadi tuan rumah. Sebab, Gorontalo dapat menjadi laboratorium gagasan nasional tentang sinergi Pramuka dan BNN.

Momentum itu kemudian melahirkan langkah konkret,  Kwarda Gorontalo yang dipimpin Sofyan Puhi, dalam menjalankan mandat nota kesepahaman dengan sigap. Setelah sebelumnya melantik Saka Adhyasta Pemilu pada Februari 2026 sebagai wujud komitmen memperlengkapi struktur Kwarda, tibalah giliran Saka Anti Narkoba.

Tepat 20 Mei 2026, Sofyan Puhi melantik Pengurus Rintisan Saka Anti Narkoba Tingkat Daerah Gorontalo Masa Bakti 2026–2031, dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Gorontalo dan BNN Provinsi Gorontalo. Bersamaan itu, di daerah penyangga, BNNK Bone Bolango pun turut menghadiri pelantikan pengurus Saka Anti Narkoba dan menandatangani PKS serupa pada 21 Mei 2026, tanda bahwa gerakan ini menjalar ke level kabupaten/kota.

“Kalau hanya sosialisasi mungkin waktunya terbatas. Karena itu kegiatan ini dibarengi dengan kegiatan kepramukaan agar pembinaan kepada generasi muda bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.” Ujar Sofyan Puhi.

Target dan Harapan, Dari Edukasi Menjadi Pertahanan Sosial

Saka Anti Narkoba bukan sekadar unit kepramukaan baru yang lahir karena kewajiban administratif. namun dirancang dengan target dan harapan yang terukur dan berjangka panjang. Untuk target jangka pendek (2026–2027),  rintisan ini, memiliki target utama adalah membangun kelembagaan yang solid. Artinya, penyusunan Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) dan Pimpinan Satuan Karya (Pinsaka) yang aktif di setiap gugus depan, pelatihan krida bagi anggota Penegak dan Pandega, serta pengintegrasian materi anti narkoba ke dalam kurikulum kepramukaan termasuk Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML). BNN Kabupaten Gorontalo, yang sepanjang 2025 telah menangani 11 kasus rehabilitasi dengan 10 korban berusia remaja, sangat mengandalkan jaringan Pramuka untuk memperlebar jangkauan edukasi preventifnya.

Sementaram untuk target jangka menengah (2027-2029), Saka Anti Narkoba diharapkan mampu menjalankan fungsi deteksi dini di lingkungan sekolah dan masyarakat. Setiap anggota Saka ditargetkan menjadi agen perubahan yang mampu mengidentifikasi, melaporkan, dan memberikan edukasi kepada rekan sebaya. Kwarcab Kabupaten Gorontalo berperan krusial sebagai penghubung antara Kwarda dengan gugus depan di setiap kecamatan dan desa. Sebuah jaringan yang tidak tertandingi oleh lembaga mana pun.

Dan target jangka panjangnya (2029-2031), dalam visi besar Saka Anti Narkoba adalah menjadikan seluruh gugus depan Pramuka di Gorontalo sebagai “Zona Bebas Narkoba” yang diperkuat oleh komunitas, bukan semata aparat. Generasi muda yang lulus dari satuan Saka Anti Narkoba diharapkan membawa nilai ini ke kampus, tempat kerja, dan keluarga, melahirkan efek multiplier yang meluas ke seluruh lapisan masyarakat Gorontalo.

Strategi Sosialisasi, Menyentuh Semua Lapisan

Agar Saka Anti Narkoba Gorontalo tidak hanya hidup di atas kertas, dibutuhkan strategi sosialisasi yang menyeluruh, kreatif, dan berkelanjutan. Berikut rekomendasi pola sosialisasi yang sejalan dengan praktik terbaik dari berbagai daerah serta kondisi lapangan Kabupaten Gorontalo.

Jalur Bentuk Sosialisasi & Implementasi
Sekolah & Gudep Insersi materi P4GN dalam latihan Pramuka reguler setiap pekan; lomba krida anti narkoba antar gugus depan; pembentukan duta Saka di tiap sekolah menengah wilayah Kabupaten Gorontalo.
Perkemahan & Peransaka Menjadikan setiap perkemahan sebagai arena edukasi anti narkoba: booth interaktif, simulasi dampak narkotika, permainan edukatif, dan penandatanganan ikrar bebas narkoba oleh peserta.
Media & Digital Konten edukasi di media sosial resmi Kwarda/Kwarcab Gorontalo; video pendek krida Saka Anti Narkoba; kolaborasi dengan kreator konten lokal untuk menyasar anak muda secara organik.
Komunitas & Desa Sinergi dengan Pramuka Peduli: anggota Saka turun ke desa-desa binaan untuk penyuluhan bersama aparat desa dan tokoh masyarakat; pemasangan spanduk dan mural bertema anti narkoba.
Lintas Sektor Kolaborasi resmi BNN Kabupaten Gorontalo–Kwarcab melalui PKS; pelibatan Polres Gorontalo, Dinas Pendidikan, Dinkes, dan tokoh agama dalam program bersama; rakor periodik antar pemangku kepentingan.

 

Kabupaten Gorontalo, Titik Ungkit yang Paling Strategis

Di antara enam kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo, Kabupaten Gorontalo menempati posisi yang paling strategis dan paling vital dalam ekosistem Pramuka provinsi. Bumi Perkemahan Bongohulawa yang baru saja menjadi episentrum Peransaka Nasional 2025 berada di wilayah ini. Ketua Kwarda Gorontalo, Sofyan Puhi, secara simultan menjabat sebagai Bupati Kabupaten Gorontalo, sebuah kondisi yang sangat menguntungkan karena menjamin sinergi penuh antara pemerintah daerah, kwartir, dan BNN Kabupaten Gorontalo yang dipimpin Abdul Karim D. Engahu, S.H., M.H.

Dengan kepengurusan Kwarda periode 2023–2028 yang telah terbentuk lengkap, termasuk Ketua Harian Susanto Liputo, Sekretaris Abd. Rahim Labantu, serta jajaran Wakil Ketua berbagai bidang, roda mesin kelembagaan siap digunakan sepenuhnya untuk menggerakkan Saka Anti Narkoba. Pengurus Kwarcab Kabupaten Gorontalo. Situasi ini dapat disebut perpanjangan tangan yang paling efektif untuk menjangkau kecamatan-kecamatan yang tersebar di pelosok, termasuk daerah-daerah yang secara historis lebih rentan terhadap peredaran narkoba.

Sinergitas ini perlu dikuatkan dengan langkah nyata dengan pengesahan PKS Kwarcab Kabupaten Gorontalo–BNNK Gorontalo, pembentukan Mabisaka dan Pinsaka di tingkat cabang, serta penunjukan Saka Anti Narkoba percontohan di minimal satu kecamatan sebagai pilot project yang dapat direplikasi ke seluruh kecamatan lainnya.

Dharmamu, Baktimu, Harapan Bangsa

Saka Anti Narkoba, dalam penjabarannya bukan hanya jawaban atas darurat narkotika yang kian menggerogoti generasi muda. Tapi sebagai wujud paling nyata dari semangat Pramuka itu sendiri. Yakni, ikhlas bakti bina bangsa, berbudi bawa laksana. Setiap anggota Pramuka Penegak dan Pandega yang bergabung dalam Saka ini tidak sekadar memenuhi syarat kecakapan, mereka sedang merawat masa depan Gorontalo.

Gorontalo telah memberi sinyal yang kuat kepada seluruh Indonesia, bahwa dari tanah Serambi Madinah ini, Pramuka bergerak bukan hanya di tenda perkemahan dan lapangan baris-berbaris, tetapi juga di garis terdepan perang melawan narkoba. Pelantikan Rintisan Saka Anti Narkoba pada 20 Mei 2026 adalah titik mulai dan bukan titik akhir.

Kini, tugas seluruh elemen Pramuka Gorontalo, dari Kwarda, Kwarcab, hingga gugus depan di setiap sekolah dan desa adalah menjaga nyala api semangat itu, memastikan Saka Anti Narkoba tumbuh dari sekadar rintisan menjadi benteng sesungguhnya. Karena Satyaku Ku Darmakan, Darmaku Ku Baktikan, bukan hanya sebuah janji, melainkan panggilan untuk bertindak. Salam Pramuka…!!! [JFR]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *