Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Kab.Gorontalo

Sinergi Lintas Sektor, Perumda Tirta Limutu Terus Salurkan Air Bersih di Tengah Kemarau

×

Sinergi Lintas Sektor, Perumda Tirta Limutu Terus Salurkan Air Bersih di Tengah Kemarau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, KABUPATEN GORONTALO –Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Limutu terus melakukan langkah taktis guna mengantisipasi krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Gorontalo.

Menghadapi ancaman kekeringan ini, Perumda Tirta Limutu mengambil langkah cepat melalui kolaborasi lintas instansi. Perwakilan Perumda Tirta Limutu, Tomy Hendra Said, S.H., menegaskan bahwa pihaknya bersinergi dengan BPBD Provinsi, Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Wilayah Sungai (BWS) II Sulawesi, hingga BPBD Kabupaten Gorontalo.

Advetorial

“Kita bekerja sama dan bersinergi dalam rangka pelayanan kepada masyarakat yang terdampak, mulai dari wilayah Telaga sampai dengan Kecamatan Boliyohuto,” ungkap Tomy.

Lebih lanjut, Tomy memaparkan bahwa kolaborasi penyaluran air bersih ini telah berjalan sejak bulan Juli 2026. Area pelayanannya mencakup desa dan kecamatan yang terdampak parah, di antaranya wilayah Kecamatan Tibawa, Tilango, sebagian wilayah Telaga, Limboto, Limboto Barat, Bongomeme, Pulubala, hingga ke Boliyohuto.

Kondisi kemarau panjang berdampak langsung pada instalasi pengolahan air milik Perumda Tirta Limutu. “Kapasitas produksi kami yang ada di Desa Bionga dan Bolota sudah menurun drastis. Kapasitas Bolota tinggal 50 persen, sementara Bionga tersisa kurang lebih 70 persen, dan angkanya makin hari makin menurun,” jelas Tomy.

Guna menyiasati kondisi tersebut, Perumda Tirta Limutu menyiagakan dua armada berkapasitas masing-masing 2.200 liter yang beroperasi 24 jam penuh, mulai pukul 07.00 pagi hingga keesokan harinya. Untuk memaksimalkan pelayanan seiring menurunnya kapasitas produksi, instansi tersebut juga menambah satu armada pikap baru dengan kapasitas 2.200 liter, yang secara khusus ditugaskan untuk mengamankan kebutuhan air di kawasan ibu kota dan sejumlah instansi berstatus objek vital.

Terkait sistem pendistribusian di lapangan, Tomy menegaskan adanya penerapan kebijakan pembatasan kuota agar pembagian air dapat merata.

“Armada kami terbatas, sehingga kami menjatah masing-masing rumah tangga maksimal 200 liter. Jika tidak dibatasi seperti itu, air tidak akan terbagi rata karena semua masyarakat tentu ingin cepat dilayani,”terangnya.

Khusus untuk mempercepat pelayanan di kawasan perumahan, pihaknya bahkan menerjunkan dua unit pick up sekaligus dalam satu waktu.

Berdasarkan prediksi BMKG, hujan diperkirakan baru akan turun pada minggu ketiga bulan November mendatang. Menanggapi proyeksi musim kemarau yang masih akan berlanjut tersebut, Tomy menaruh harapan besar kepada masyarakat terkait pola konsumsi air.

“Tolong air yang sedikit ini dihemat. Kami tahu betul air adalah kebutuhan pokok yang harus ada setiap saat, namun dengan jangkauan pelayanan yang makin meluas dan armada yang sangat terbatas, penghematan mutlak diperlukan agar seluruh warga terdampak bisa tetap terlayani,” pungkas Tomy.

Ke depannya, Perumda Tirta Limutu berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menormalkan kembali pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo. [IB]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *