BUTOTA, KABUPATEN GORONTALO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo sukses menggelar kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui program kolaboratif “Ananda Bersinar”. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan BNN Kabupaten Gorontalo dan pihak madrasah.
Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo, Marci A. Karim, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembekalan mental dan spiritual bagi siswa sangat penting untuk membentengi diri dari pengaruh buruk barang haram.

“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kegiatan ini dilaksanakan di MAN 1 Kabupaten Gorontalo, dan ini menjadi kebanggaan bagi kami tersendiri. Di samping anak-anakku sekalian dibekali dengan agama, begitu juga harus, wajib dibekali dengan ketakwaan yang namanya tentang harkat etika,” ujar Marci dalam sambutannya.
Marci juga berharap program pencegahan narkoba ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus berlanjut secara berkesinambungan di lingkungan madrasah.
“Kata-kata yang bisa membuat motivasi kita menjauhi narkoba harus terus digelorakan. Merubah karakter anak itu menjadi jelek dan biadab apabila dia sudah mencoba-coba yang namanya narkoba. Oleh karena itu, kami siap menerima kapan pun pihak BNN hadir kembali untuk memberikan pembinaan, termasuk saat upacara bendera,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Gorontalo, Abdul Karim D. Engahu, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi kepada MAN 1 Kabupaten Gorontalo yang telah menjadi salah satu sekolah terpilih dalam program prioritas BNN.
“Tidak sia-sia kami punya niat baik untuk membangun khususnya madrasah, dan lebih khusus lagi di tempat kami masing-masing sebagai yang mengerjakan sesuai fungsi. Hari ini MAN 1 Kabupaten Gorontalo menjadi salah dari sedikit sekolah yang mendapatkan prioritas project program Ananda Bersinar yang dikolaborasikan dengan edukator pembinaan,” ungkap Abdul Karim.
Ia berpesan agar para siswa yang hadir dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Kalian yang hadir di sini adalah orang-orang terpilih, artinya kalian adalah orang-orang hebat. Manfaatkan itu, bagaimanapun kalian sudah terpilih sebagai yang hebat, kalian harus mandiri memperjuangkan program-program terkait dengan P4GN ini. Jadilah teladan dan penyuluh bagi teman-teman serta lingkungan sekitar,” tegasnya.
Dalam sesi pemberian materi, Jefry AS Rumampuk, Juru Bicara Wali Kota sekaligus Pimpinan Utama Redaksi Butota, mengangkat pentingnya literasi media dan bahaya narkoba di media sosial. Ia mengimbau para siswa agar tidak mencoba menyalahgunakan lem maupun narkoba, serta mengingatkan agar pelajar tidak mengunggah atau membagikan ulang konten yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
“Jadilah generasi cerdas yang mampu menyaring informasi, tidak mudah terpengaruh konten negatif, dan bijak menggunakan media sosial. Jika menemukan konten yang berkaitan dengan narkoba atau penyalahgunaannya, jangan ikut menyebarkan, tetapi segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Jefry.
Ia menambahkan, kemampuan memilah informasi menjadi hal penting bagi pelajar di tengah maraknya konten di media sosial, di mana ruang digital seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif. Jefry berharap para siswa dapat lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial serta berani mengambil tindakan yang tepat ketika menemukan konten terkait penyalahgunaan narkoba.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi motivasi yang dibawakan oleh motivator nasional sekaligus ahli hipnoterapi, Zulkifli Bilondatu, S.Pd., C.Ht. Dalam penyampaiannya, Zulkifli mengajak para siswa untuk menjauhi narkoba, menjaga pergaulan, dan tetap fokus mengejar cita-cita. Ia menekankan bahwa lingkungan pertemanan dapat memengaruhi sikap, kebiasaan, serta arah masa depan seseorang.
“Pilihlah lingkungan pertemanan yang positif, yang bisa membawa kalian pada hal-hal baik dan mendukung untuk meraih kesuksesan. Jangan sampai salah memilih pergaulan hingga terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba,” pesannya kepada para siswa.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghargai perjuangan orang tua dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga perilaku, dan berusaha meraih prestasi agar pelajar mampu menjadikan cita-cita sebagai motivasi untuk terus berkembang.
Melalui kegiatan PELITA melalui Ananda Bersinar Tahun 2026 ini, para siswa diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri dari bahaya narkoba, tetapi juga berani mengingatkan teman sebaya dan berperan aktif dalam menyebarkan pesan antinarkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat. [AH/RAM]




























