BUTOTA, GORONTALO – Rencana gelaran Liga Nusantara Futsal Gorontalo (LINUS) menuai sorotan tajam dari pengurus daerah. Ketua Asosiasi Futsal Kota Gorontalo, Yusran, bersama Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten Bone Bolango, Rival Kidamu, meminta pihak kepolisian menunda dan meninjau kembali penerbitan izin pelaksanaan kompetisi tersebut.
Langkah keberatan ini diambil lantaran panitia penyelenggara dinilai mengabaikan mekanisme organisasi, serta belum mengantongi rekomendasi resmi dari pengurus asosiasi futsal di tingkat kabupaten maupun kota.

Yusran dan Rival mengungkapkan, hingga saat ini pengurus futsal Kota Gorontalo maupun Bone Bolango tidak pernah menerima pemberitahuan resmi atau diajak berkoordinasi terkait agenda pelaksanaan LINUS.
“Hingga saat ini kami belum menerima informasi maupun pemberitahuan resmi dari panitia terkait pelaksanaan Liga Nusantara Futsal Gorontalo,” tegas Yusran
Selain masalah tertib administrasi organisasi, kedua pimpinan asosiasi daerah tersebut juga menyoal kesiapan teknis panitia serta kelayakan lapangan yang akan digunakan. Mereka menilai evaluasi mendasar wajib dilakukan sebelum ajang tingkat daerah itu digulirkan.
Yusran dan Rival menekankan, koordinasi dengan pengurus asosiasi kabupaten/kota merupakan syarat krusial agar penyelenggaraan kompetisi berjalan sesuai aturan main dan standar regulasi futsal yang berlaku.
Atas pertimbangan tersebut, keduanya meminta Kepolisian Resor Kota (Polresta) Gorontalo Kota untuk tidak menerbitkan surat izin pelaksanaan kegiatan LINUS Gorontalo sebelum ada kejelasan seluruh pemenuhan syarat organisasi.
“Bahkan, bilamana surat izin keramaian telah terlanjur dikeluarkan, kami mendesak Pihak kepolisian untuk meninjau kembali dan mempertimbangkan penarikan izin tersebut sampai seluruh persoalan rekomendasi, koordinasi, kesiapan panitia, hingga kelayakan lapangan benar-benar dirampungkan.” Ujar Yusran
Meski demikian, mereka menegaskan bahwa penolakan ini bukan bertujuan menghambat pembinaan atau pelaksanaan kompetisi futsal di Gorontalo. Langkah tersebut murni bentuk kepedulian terhadap perbaikan tata kelola organisasi dan kepastian keselamatan serta kelancaran turnamen.
” Kami berharap panitia pelaksana segera membuka ruang komunikasi resmi dengan pengurus asosiasi futsal di kabupaten/kota dan melengkapi seluruh persyaratan sebelum kompetisi resmi dibuka.” Tutup Rival
Hingga berita ini diturunkan, redaksi Butota masih terus berusaha menghubungi panitia penyelenggara Liga Nusantara Futsal Gorontalo serta jajaran Polresta Gorontalo Kota untuk mendapatkan tanggapan resmi dan keberimbangan informasi terkait klaim belum adanya rekomendasi serta permohonan peninjauan izin ini. [Adv]




























