Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
BlogKota Gorontalo

Kebut Perbaikan Infrastruktur, Pemkot Gorontalo Targetkan 7 Ruas Jalan Mulus Tahun Ini

×

Kebut Perbaikan Infrastruktur, Pemkot Gorontalo Targetkan 7 Ruas Jalan Mulus Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO KOTA – Program yang digaungkan oleh pemerintahan Adhan Dambea dan Indra Gobel perlahan mulai dibuktikan di lapangan. Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo fokus membenahi infrastruktur dengan memperbaiki tujuh ruas jalan yang sebelumnya dikeluhkan rusak.

Ketujuh akses tersebut mencakup Jalan Zainal Umar Sidiki (Eks Jalan Palma), Jalan Pangeran Hidayat II, Jalan Taman Buah, Jalan Rambutan, Jalan Taman Surya, Jalan Adam Zakaria, hingga Jalan Manado.

Advetorial

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Meydi N. Silangen, membeberkan bahwa perbaikan jalan ini tidak hanya bertumpu pada satu sumber dana. Pembiayaan disiasati melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD), Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), serta pos anggaran pemeliharaan.

“Untuk Jalan Zainal Umar Sidiki, Pangeran Hidayat II, Taman Buah, dan Jalan Rambutan, itu murni dibiayai PAD. Kemudian Jalan Taman Surya dan Adam Zakaria didanai oleh IJD, sementara Jalan Manado di-cover lewat biaya pemeliharaan,” urai Meydi.

Terkait progres di lapangan, Meydi menjelaskan bahwa proyek di Eks Jalan Palma, Pangeran Hidayat II, dan Taman Buah ditargetkan segera rampung. Sementara itu, Jalan Taman Surya tengah dalam tahap pengerjaan, Jalan Manado masih dalam proses pengadaan, dan perbaikan Jalan Rambutan dijadwalkan kick-off pada Senin pekan depan.

Ia juga mengklarifikasi adanya pergeseran usulan pada proyek Eks Jalan Palma yang mulanya didorong lewat program IJD. Lantaran estimasi pengerjaannya memakan waktu lama, pos IJD tersebut akhirnya dialihkan ke Jalan Adam Zakaria.

Lebih lanjut, Meydi menegaskan bahwa perbaikan tujuh jalan ini baru permulaan. Pemkot Gorontalo akan terus membenahi infrastruktur di tahun-tahun mendatang dengan sistem skala prioritas, mendahulukan ruas jalan dengan kondisi rusak terparah. Hal ini terpaksa dilakukan menyusul merosotnya kucuran dana transfer dari pemerintah pusat, sehingga daerah harus memaksimalkan perputaran PAD.

“Kondisinya sekarang, yang kerusakannya paling parah itu yang kita dahulukan. Ini dampak langsung dari berkurangnya dana transfer pusat, jadi kita memang harus mengandalkan PAD,” bebernya.

Menutup keterangannya, Meydi meneruskan pesan Wali Kota kepada masyarakat agar tidak abai terhadap kewajiban pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Sesuai imbauan Pak Wali, warga jangan lupa bayar pajak. Penerimaan dari pajak daerah inilah yang menjadi motor penggerak utama untuk membiayai perbaikan jalan dan fasilitas umum lainnya,” pungkas Meydi. [Adv]

 

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *