Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
BeritaKab.Boalemo

[PETI Sambati Kebal Hukum] Beroperasi Dekat Polsek, Dugaan Setoran Rp150 Juta & Emas 1 Ons Mencuat

110
×

[PETI Sambati Kebal Hukum] Beroperasi Dekat Polsek, Dugaan Setoran Rp150 Juta & Emas 1 Ons Mencuat

Sebarkan artikel ini
PETI Sambati yang masih beroperasi [Foto : Begitu Istimewa]
Example 468x60

BUTOTA – BOALEMO, Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sambati Kecamatan Dulupi Boalemo, diduga telah beroperasi secara diam-diam, hampir satu bulan terakhir. Berdasarkan penelusuran tim media, aktivitas ilegal tersebut mulai berjalan pasca perayaan Idul Fitri silam.

Ironisnya, praktik pertambangan ilegal ini terkesan luput dari penindakan aparat penegak hukum. Padahal, lokasi PETI Sambati berada tidak jauh dari wilayah hukum Polsek Dulupi. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait pengawasan dan penegakan hukum oleh Polres Boalemo.

Advetorial

Keterangan warga setempat mengungkapkan, bahwa aktivitas PETI umumnya berlangsung pada malam hari. Hal ini diduga menjadi modus untuk menghindari pantauan, sehingga pada siang hari lokasi tampak seolah tidak ada kegiatan.

Fakta di lapangan ini bertolak belakang dengan pernyataan Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi, yang sebelumnya menyebut bahwa pihaknya telah melakukan penindakan dengan mengamankan dua unit alat berat. Namun, hasil penelusuran media menunjukkan bahwa alat berat tersebut diduga berasal dari wilayah Sapa Kecamatan Wonosari, bukan dari lokasi PETI di Sambati.

Melalui Kasat Reskrim, Nurwahid, pihak kepolisian menyampaikan bahwa penegakan hukum telah dilakukan dan dua unit alat berat kini berada di Mapolres untuk proses lebih lanjut.

Namun demikian, warga mengaku belum pernah melihat adanya penertiban yang berujung pada penangkapan di lokasi PETI Sambati.

“Memang ada aparat yang datang, tapi biasanya hanya mengambil gambar. Tidak ada penertiban atau penangkapan,” ungkap salah satu warga.

Lebih mengejutkan, dari temuan di lapangan, muncul dugaan adanya praktik “atensi” yang melibatkan oknum aparat. Salah satu oknum pengusaha disebut secara terang-terangan menyampaikan bahwa terdapat aliran dana sebesar Rp150 juta plus emas seberat 1 ons kepada oknum tertentu di Polres Boalemo.

“ Bukan Rp.100 juta lagi, kami beri Kapolres Rp.150Jt dan 1 Ons emas. Terus terang sejak dibuka dari bulan Januari, sudah 3x kami setor (Atensi,red).” Sebut oknum pengusaha, saat Bulan Ramadhan silam. [JFR]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *