Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
BeritaKab.Boalemo

Bebas Beroperasi, Aktivitas PETI Sambati Diduga Dapat Bekingan Oknum Polisi

22
×

Bebas Beroperasi, Aktivitas PETI Sambati Diduga Dapat Bekingan Oknum Polisi

Sebarkan artikel ini
kondisi Peti Sambati, yang sudah mulai merusak alam Dulupi
Example 468x60

BUTOTA – BOALEMO | Aktivitas tambang ilegal di Dusun Sambati, Desa Dulupi Boalemo, hingga kini masih terus beroperasi secara terang-terangan tanpa hambatan berarti. Kondisi ini menimbulkan kecurigaanbahwa praktik penertiban yang selama ini dilakukan aparat kepolisian, baik oleh Polres maupun Polda, hanya sebatas formalitas dan tidak menyentuh aktivitas tambang yang sebenarnya.

Faktanya di lapangan, aktivitas pertambangan tanpa izin tersebut tetap berjalan normal. Padahal sebelumnya aparat kepolisian sempat melakukan operasi penertiban tambang ilegal di sejumlah wilayah. Namun anehnya, aktivitas tambang di kawasan Sambati justru tetap bebas beroperasi seolah tidak tersentuh hukum.

Advetorial

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber di lapangan, sejak awal Januari 2026 lalu, beberapa alat berat terlihat bekerja secara terbuka di lokasi tambang. Keberadaan alat berat tersebut bahkan tidak disembunyikan, seakan para pengelola tambang tidak merasa khawatir akan adanya penindakan dari aparat penegak hukum.

Hasil penelusuran media ini juga, mengungkap dugaan yang lebih serius. Aktivitas tambang ilegal tersebut diduga mendapat perlindungan atau “bekingan” dari oknum aparat kepolisian sehingga para pelaku merasa aman menjalankan operasinya.

Salah seorang warga Desa Dulupi yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa, hingga saat ini terdapat sedikitnya delapan unit alat berat jenis excavator, yang masih aktif melakukan aktivitas pertambangan di kawasan Sambati.

Menurutnya, alat-alat berat tersebut diduga milik beberapa pengusaha yang secara leluasa mengeruk material tambang tanpa mengantongi izin resmi.

“Sekarang ini ada sekitar delapan excavator yang masih bekerja di lokasi. Aktivitasnya juga tidak sembunyi-sembunyi, siang malam mereka tetap beroperasi,” ujar warga tersebut.

Ia juga mengaku heran karena aktivitas tambang ilegal yang sudah berlangsung cukup lama itu tidak mendapat tindakan tegas dari aparat kepolisian setempat.

“Saya curiga ada bekingan polisi, Pak. Aktivitas di Sambati ini sudah lama, dari awal tahun sudah jalan terus. Harusnya aparat sudah tahu,” katanya.

Lebih lanjut ia mempertanyakan sikap aparat penegak hukum yang terkesan membiarkan aktivitas tersebut berlangsung tanpa penindakan.

“Harusnya ini juga sudah diketahui oleh pihak Polsek. Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan tegas. Akhirnya masyarakat curiga, kenapa yang lain ditertibkan, tapi yang di Sambati justru dibiarkan beroperasi bebas,” tambahnya.

Warga bahkan mengaku mendengar kabar bahwa sejumlah pengusaha tambang telah membayar sejumlah uang yang disebut sebagai “uang keamanan”, sehingga aktivitas mereka tidak lagi disentuh oleh aparat.

“Kami dengar dari para pengusaha katanya mereka sudah bayar uang keamanan. Jadi masyarakat berpikir, mungkin karena sudah bayar keamanan, maka tidak ada lagi penertiban,” ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, BUTOTA masih berupaya meminta klarifikasi Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H dan Kapolres Boalemo AKBP Sigit Rahayudi, S.I.K. [JFR]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *