Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Tajuk & Opini

Refleksi HUT Kabupaten Gorontalo Ke-352, Tantangan Kolaborasi Tiga Pilar Restorasi

771
×

Refleksi HUT Kabupaten Gorontalo Ke-352, Tantangan Kolaborasi Tiga Pilar Restorasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA , TAJUK – Hari Ulang Tahun Kabupaten Gorontalo yang jatuh setiap 26 November bukan sekadar perayaan administratif, melainkan momen penting untuk merenungkan perjalanan panjang daerah dan mengapresiasi setiap langkah pembangunan yang telah dilalui. Tahun ini, momen istimewa tersebut bertepatan dengan kepemimpinan era baru di bawah Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tony Junus, yang menghadirkan semangat restorasi dan pembaruan dalam pemerintahan.

Sofyan Puhi dan Tony Junus: Pemimpin dengan Visi Restorasi

Ketika Sofyan Puhi dan Tony Junus dilantik secara resmi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo periode 2025-2029 di Istana Negara pada 20 Februari 2025, mereka membawa amanah besar untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Pasangan ini yang meraih 84.742 suara (36,19 persen) dalam Pilkada Kabupaten Gorontalo 2024, tidak datang sebagai pemimpin yang ingin merevolusi, melainkan sebagai tokoh yang memahami pentingnya kesinambungan dan pembaruan yang terukur.

Sofyan Puhi, dalam setiap kesempatan berbicara, menekankan visi “Ito Mopolamahu Lipu” (Gorontalo dipercantik dan dibangun kembali dengan sinergi yang lebih baik). Slogan ini mengikuti seri visi sebelumnya, dari “Dulo Ito Momongu Lipu” pada era David Bobihoe Akib. Filosofi ini menunjukkan pemahaman mendalam tentang proses pembangunan yang tidak linear, melainkan spiral: membangun, meningkatkan, mempercantik, dan membangun kembali dengan cara yang lebih baik.

Sejak menjabat, Sofyan Puhi telah menunjukkan fokus yang jelas melalui identifikasi tiga pilar restorasi besar: Restorasi Pemerintahan Daerah, Restorasi Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Restorasi Kebijakan Daerah. sebuah program dan kerangka kerja yang konkret untuk mewujudkan visi tersebut dengan cepat dan terukur.

Pendekatan praktis ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Sofyan-Tony bukan sekadar berisi janji-janji verbalistis, tetapi berkomitmen pada solusi nyata untuk persoalan-persoalan operasional yang mengganggu efektivitas pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.

Tony Junus, sebagai Wakil Bupati, membawa pengalaman substansial dari masa jabatannya sebelumnya sebagai Wakil Bupati periode 2010-2015 yang mendampingi David Bobihoe Akib. Pengalaman lebih dari satu dekade di organisasi-organisasi kunci, mulai dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) hingga Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Gorontalo, memberikannya wawasan tentang dinamika bisnis dan gerakan pengusaha lokal yang dapat membantu dalam mengembangkan sektor ekonomi daerah.

Keterlibatan Tony dalam berbagai kegiatan sosial dan ekonomi mencerminkan komitmennya terhadap pembangunan yang berkelanjutan, bukan hanya dari perspektif pemerintahan, tetapi juga dari sisi keterlibatan aktor-aktor ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Dalam agenda Kick Off Meeting RPJMD, Tony Junus menekankan pentingnya menangani persoalan sampah di Ibukota Kabupaten Gorontalo serta penerangan di Limboto yang masih gelap.

Sugondo Makmur: Panglima ASN dan Orchestrator Kolaborasi

Dalam perjalanan restorasi kepemimpinan Sofyan dan Tony, Sugondo Makmur muncul sebagai figur penting yang melengkapi pilar kekuasaan pemerintahan. Sugondo Makmur resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dalam upacara pelantikan di Gedung Kasmat Lahay, Selasa 5 Agustus 2025.

Sosok Sugondo bukan merupakan pilihan sembarangan. Dikenal sebagai figur yang sederhana dan pekerja keras, Sugondo Makmur memulai pengabdian sebagai guru di SMP Negeri 2 Marisa dan secara konsisten meniti karier ASN dengan berbagai posisi strategis, dari camat hingga kepala dinas di berbagai kabupaten. Rekam jejak karir yang panjang dan beragam inilah yang menjadi alasan Sofyan Puhi menyatakan bahwa Sugondo adalah ujung tombak koordinasi antar OPD. dan meyakini mampu mengemban amanah tersebut dengan baik.

Dalam pernyataannya usai pelantikan, Sugondo Makmur menyatakan kesiapannya untuk langsung bekerja, menegaskan komitmennya untuk mendorong efisiensi tata kelola pemerintahan, keuangan daerah, perencanaan pembangunan, dan koordinasi antarinstansi. Lebih dari itu, Sugondo menegaskan bahwa peran Sekda tidak hanya administratif, namun juga strategis dalam membantu kepala daerah merumuskan dan menyukseskan berbagai kebijakan pembangunan.

Nilai-nilai integral yang dibawa Sugondo juga tercermin dalam pandangannya tentang kepemimpinan. Dalam forum Basic Training HMI Cabang Limboto, Sugondo mengungkapkan bahwa perjalanan kariernya hingga menduduki jabatan sekretaris daerah tidak lepas dari peran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan dia membagikan pengalaman implementasi menjadi muslim yang baik dengan berkomitmen menjadi pemimpin yang baik. Hal yang menarik lainnya dari Sugondo adalah, penyelesaian masalah yang sunyi tanpa menimbulkan masalah baru.

Kombinasi kepemimpinan Sofyan Puhi (Bupati), Tony Junus (Wakil Bupati), dan Sugondo Makmur (Sekda) menciptakan ekosistem pemerintahan yang kuat dan terstruktur. Sofyan berharap Sekda Sugondo dapat bersinergi dengan Bupati, Wakil Bupati, dan unsur Forkopimda lainnya demi mempercepat pembangunan dan pelayanan publik.

Dalam praktik nyata, kolaborasi ketiga pilar ini sudah menunjukkan momentum positif. Bukan hanya pada tingkat administratif, kolaborasi ini juga terwujud dalam aktivitas sosial sehari-hari yang menunjukkan kedekatan pemerintah dengan rakyat. Kolaborasi ketiganya, mengusung prinsip “Tuntas Program, Tuntas Anggaran, Tuntas Masalah” sebagai pedoman utama dalam menjalankan pemerintahan, berharap prinsip ini dapat memastikan seluruh program pembangunan terlaksana dengan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo.

Refleksi Masa Depan, Tantangan dan Harapan Kolaboratif

Peringatan HUT Kabupaten Gorontalo ke-352 tahun ini berbeda dari perayaan sebelumnya. Ini adalah refleksi yang dilakukan dalam konteks kepemimpinan yang telah berlangsung hampir satu tahun penuh, dengan dinamisasi pemerintahan yang melibatkan kolaborasi intens antara Sofyan Puhi, Tony Junus, dan Sugondo Makmur sebagai penggerak utama pembangunan daerah.

Masyarakat Kabupaten Gorontalo menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan pasangan Sofyan Puhi dan Tony Yunus. Banyak warga yang berharap mereka dapat membawa perubahan positif serta menjadikan Gorontalo lebih maju dan sejahtera. Harapan ini diperkuat dengan kehadiran Sugondo Makmur sebagai Sekretaris Daerah yang diposisikan sebagai “ujung tombak koordinasi antar OPD” dan penggerak efisiensi dalam setiap aspek pemerintahan.

Kepercayaan masyarakat ini bukan tanpa alasan. Pelan-pelan, visi “Ito Mopolamahu Lipu” (Gorontalo dipercantik dan dibangun kembali) mulai mengambil wujud nyata. Dalam kepemimpinan Sofyan Puhi dan Tony Junus, fokus pada transformasi ekonomi kerakyatan berbasis teknologi telah menjadi prioritas, dengan penekanan khusus pada pemberdayaan UMKM, pertanian, perikanan, dan pariwisata. Inovasi dalam sektor pendidikan juga menjadi agenda utama, dengan Sofyan dan Tony berkomitmen memberikan dukungan penuh dari sisi kebijakan, pembinaan, maupun alokasi anggaran untuk mewujudkan inovasi-inovasi brilian di Kabupaten Gorontalo.

Dalam menyambut momentum HUT Kabupaten Gorontalo, kolaborasi tiga pilar ini menunjukkan pemahaman mendalam tentang kompleksitas pembangunan daerah modern. Bupati Sofyan menekankan bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya dinilai dari angka statistik, tetapi dari seberapa besar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini membutuhkan inovasi, kolaborasi, dan kerja keras semua pihak.

Komitmen ini terwujud dalam visi lima tahun ke depan, di mana Bupati Sofyan memaparkan visi pembangunan sebagai cerminan dari harapan kolektif masyarakat Kabupaten Gorontalo, untuk mewujudkan kemajuan yang inklusif, kesejahteraan yang merata, serta pembangunan yang berkelanjutan, sembari tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Sofyan juga berharap keseimbangan kecerdasan menjadi ciri masyarakat Gorontalo masa depan, dengan masyarakat yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang seimbang. Visi ini tidak bisa berdiri sendiri—diperlukan kolaborasi sinergis antara eksekutif (Bupati dan Wakil Bupati), birokrasi (Sekda dan OPD), serta seluruh elemen masyarakat.

Sofyan Puhi dan Tony Junus, didukung oleh Sugondo Makmur sebagai koordinator operasional pemerintahan, mewarisi beberapa tantangan fundamental yang masih perlu diselesaikan, dari peningkatan infrastruktur, penguatan sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan. Namun, mereka juga mewarisi momentum positif dari periode sebelumnya, termasuk penurunan angka kemiskinan yang konsisten.

Kepemimpinan baru ini tidak sekadar slogan dan janji, tetapi aksi nyata yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari telah menunjukkan urgency dan komitmen nyata. Momentum Peran Saka Nasional 2025 yang diselenggarakan di Kabupaten Gorontalo dengan menghadirkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia juga menunjukkan bahwa kepemimpinan Sofyan Puhi dalam organisasi Pramuka (sebagai Ketua Kwarda) dapat menjadi platform promosi dan pembangunan ekonomi daerah. Kesuksesan event ini, di mana banyak UMKM terbantu dan hotel penuh, membuktikan bahwa kolaborasi dengan berbagai stakeholder dapat menggerakkan ekonomi rakyat.

Restorasi Bersama dalam Kolaborasi Tiga Pilar

HUT Kabupaten Gorontalo ke-352 adalah momentum untuk merenungkan perjalanan panjang yang telah dilalui, mengapresiasi pencapaian generasi pemimpin sebelumnya, sekaligus merekam komitmen dari kepemimpinan baru yang telah menunjukkan bukti nyata kolaborasi efektif. Sofyan Puhi, Tony Junus, dan Sugondo Makmur memulai era mereka dengan sikap rendah hati dan profesional, menyadari beban amanah yang dipikulkan, tetapi juga dengan semangat untuk membawa perubahan positif yang berkelanjutan.

Dalam hampir satu tahun kepemimpinan, ketiga pilar pemerintahan ini telah mendemonstrasikan komitmen kolaboratif yang kuat. Bupati Sofyan Puhi membawa visi strategis dan inovasi, Wakil Bupati Tony Junus membawa pengalaman dan jaringan usaha untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan, sedangkan Sekretaris Daerah Sugondo Makmur berperan sebagai orchestrator yang mengkoordinasikan seluruh roda pemerintahan dengan efisiensi dan akuntabilitas.

Visi “Ito Mopolamahu Lipu” bukan hanya tentang mempercantik Gorontalo secara fisik, melainkan tentang membangun kembali kepercayaan publik, memperkuat institusi pemerintahan, mengelola keuangan daerah dengan lebih akuntabel, dan yang paling penting, memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar mengangkat harkat dan martabat masyarakat Gorontalo dengan melibatkan sinergi nyata antara eksekutif, legislatif, dan birokrasi.

Masyarakat Kabupaten Gorontalo telah melihat komitmen ini mewujud dalam tindakan konkret: dari penanganan isu strategis hingga pemberdayaan UMKM lokal, dari inovasi pendidikan hingga event nasional yang menggerakkan ekonomi rakyat. Kepercayaan yang besar ini bukanlah sesuatu yang diberikan begitu saja, melainkan hasil dari konsistensi aksi dan komunikasi terbuka dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga legislatif.

Perjalanan menuju Gorontalo yang lebih baik adalah tanggung jawab bersama: pemerintah (eksekutif dan birokrasi yang berkolaborasi erat), legislatif yang memberi pengawasan konstruktif, masyarakat, dan seluruh elemen daerah yang mencintai Kabupaten Gorontalo. HUT yang dirayakan tahun ini adalah undangan kepada semua untuk menjadi bagian dari restorasi dan pembangun Gorontalo bersama, dengan mempercayai bahwa kolaborasi harmonis antara tiga pilar pemerintahan adalah fondasi kuat menuju masa depan yang lebih cerah, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo. [***]

Editorial Khusus

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *