Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Kab.Gorontalo Utara

Tanggapan PDAM Buloila Sebut Air Lancar, Ungkap Kendala Meteran Terhambat Anggaran

×

Tanggapan PDAM Buloila Sebut Air Lancar, Ungkap Kendala Meteran Terhambat Anggaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO UTARA – Menindaklanjuti pemberitaan terkait krisis air bersih di Desa Kikia dan Desa Lelato, pihak pengelola akhirnya memberikan penjelasan. Penanggung Jawab Lapangan PDAM Unit Buloila, Ahmad, membantah tuduhan bahwa pasokan air mati total di wilayah tersebut.

Saat dikonfirmasi via panggilan WhatsApp oleh Redaksi Butota, Ahmad Pomanto mengklaim bahwa berdasarkan pengecekan petugas di lapangan, kondisi aliran air sebenarnya berfungsi dan mengalir.

Advetorial

“Saya ini penanggung jawab di lapangan. Pengecekan saya di lokasi, air itu sebenarnya lancar. Makanya sore ini saya turun lagi ke lapangan untuk memastikan. Saya tidak mau dibilang tidak ada air, padahal airnya ada,” kata Ahmad.

Meski demikian, Ahmad tidak menampik adanya kendala teknis mendasar di Desa Kikia dan Lelato. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini seluruh pelanggan di wilayah tersebut belum memiliki alat pengukur atau meteran air (kilometer), sehingga skema pendistribusian air masih menggunakan sistem standar tanpa kontrol volume yang presisi.

Ahmad membeberkan bahwa masalah ketiadaan meteran air ini sudah berulang kali dibahas dalam rapat internal di kantor pusat PERUMDA Tirta Gerbang Emas sejak tiga bulan lalu, namun tak kunjung terealisasi.

“Soal ketiadaan meteran ini sudah lama dirapatkan di kantor pusat. Rencana awal memang untuk pemasangan meteran, tapi mungkin terhambat anggaran atau bagaimana, akhirnya susah. Tapi itu pola pikir saya pribadi, ini sebenarnya ranah direktur. Sudah tiga bulan dirapatkan, tapi kejelasan meteran belum ada,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan warga mengenai penarikan iuran, Ahmad menegaskan bahwa pihak pengelola tidak pernah memaksakan penagihan secara rutin di wilayah yang alirannya belum stabil. Pihaknya mengambil kebijakan penangguhan tagihan sebagai bentuk kepedulian atas kendala lapangan.

“Untuk Kikia dan Lelato penagihannya tidak rutin, itu bentuk kebijaksanaan kami karena air sering macet. Bahkan ada warga yang sudah enam bulan tidak ditagih, ada juga yang tidak pernah ditagih sama sekali,” jelas Ahmad.

Di akhir keterangannya, Ahmad menyatakan siap memfasilitasi komunikasi lebih lanjut antara Redaksi Butota dengan pihak Humas serta Direktur PERUMDA Tirta Gerbang Emas Kabupaten Gorontalo Utara guna memberikan penjelasan resmi secara menyeluruh.

Saat dikonfirmasi Redaksi Butota via telepon WhatsApp, Manto mengeklaim bahwa hingga saat ini pihak manajemen pusat PERUMDA Tirta Gerbang Emas sama sekali belum menerima aduan atau laporan resmi dari pelanggan terkait krisis air bersih di Desa Kikia maupun Desa Lelato.

“Sebaiknya, kalau pelanggan hari ini tidak ada air, langsung diadukan. Itu idealnya. Tapi sampai dengan hari ini, tidak ada aduan yang masuk ke kami,” kata Manto Rahmola.

Manto mengaku kaget dan baru mengetahui adanya krisis air bersih di dua desa tersebut setelah persoalan ini mencuat ke publik. Sebab, menurut laporan internal yang diterimanya selama ini, kondisi operasional di wilayah tersebut selalu dilaporkan tanpa kendala.

“Soalnya saya juga baru tahu masalah ini sekarang. Selama ini laporannya aman-aman saja,” ungkap Manto.

Menanggapi keluhan masyarakat serta ancaman aksi protes dari pemerintah desa setempat, Manto menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia berjanji akan segera menelusuri dan mengecek langsung kondisi distribusi air di lapangan untuk mencari tahu akar permasalahannya.

“Nanti saya cari tahu dan cek langsung ke desa-desa itu,” tegas Direktur PERUMDA Tirta Gerbang Emas tersebut menutup keterangannya.

Namun, klaim bahwa pasokan air sudah berjalan normal berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Redaksi Butota kembali mengonfirmasi salah seorang warga Desa Kikia untuk memastikan kondisi terkini. Nyatanya, janji dan klaim kelancaran distribusi air tersebut belum terbukti.

“Katanya air sudah lancar, tapi nyatanya di lapangan air belum juga mengalir di beberapa rumah warga Desa Kikia sampai sekarang,” ungkap salah satu warga Kikia kepada Butota. [Adv]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *