Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Kab.Gorontalo Utara

Air Macet Parah, Kades Sandri Ancam Pimpin Warga Kikia Demo PERUMDA Tirta Gerbang Emas

×

Air Macet Parah, Kades Sandri Ancam Pimpin Warga Kikia Demo PERUMDA Tirta Gerbang Emas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO UTARA – Kinerja pengelolaan air bersih oleh PDAM Unit Buloila di bawah naungan PERUMDA Tirta Gerbang Emas Kabupaten Gorontalo Utara kini menuai sorotan tajam. Distribusi air yang kerap macet membuat pelanggan geram, hingga memicu ancaman aksi demonstrasi besar-besaran.

Kondisi terparah saat ini dialami oleh warga di Desa Kikia, Kecamatan Sumalata. Sudah empat hari terakhir pasokan air ke rumah-rumah warga mati total, padahal saat ini tengah memasuki musim penghujan.

Advetorial

Kepala Desa Kikia, Sandri, dengan nada geram mendesak manajemen PERUMDA Tirta Gerbang Emas untuk segera turun tangan dan mengevaluasi total kinerja PDAM Unit Buloila yang berpusat di Desa Tumba tersebut.

“Ini sangat tidak masuk akal. Giliran musim kemarau air lancar, tapi masuk musim penghujan malah mati total sudah empat hari. Saya sudah pertanyakan langsung di grup pelanggan yang di dalamnya ada pengurus PDAM, tapi sama sekali tidak ada iktikad baik untuk merespons. Mereka bungkam!” tegas Sandri.

Menurutnya, krisis air bersih di desanya bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, distribusi air bahkan pernah macet hingga berbulan-bulan tanpa kejelasan. Sandri menilai, pihak pengelola hanya pandai menuntut kewajiban pelanggan tanpa memberikan hak pelayanan yang maksimal.

“Kalau soal bayar, warga kami selalu bayar tepat waktu, tapi pelayanannya sangat bobrok. Jangan salahkan jika saya sendiri yang akan turun memimpin masyarakat Kikia untuk demo besar-besaran. Kami akan pastikan uang keringat rakyat yang disetor tidak dipermainkan. Segera bereskan, atau kami yang akan bertindak paksa!” tambah Sandri

Bobroknya pelayanan air bersih ini rupanya tidak hanya dirasakan di Desa Kikia. Masyarakat nelayan di Dusun Tanjung Harapan, Desa Lelato, juga menjadi korban. Warga bahkan mulai mencium adanya kejanggalan dalam sistem operasional distribusi air di wilayah tersebut.

Salah seorang warga Desa Lelato membeberkan keanehan yang kerap terjadi menjelang masa penagihan iuran.

“Sangat aneh. Kalau sudah dekat waktu petugas mau menagih, air itu tiba-tiba mengalir lancar. Tapi anehnya, dua atau tiga hari setelah itu air langsung macet lagi. Jangan-jangan ini ada permainan oknum. Kami sudah sering mengeluh ke petugas, tapi keluhan kami cuma dianggap angin lalu dan tidak pernah diatasi,” keluh warga nelayan tersebut kepada Butota.

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Butota masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada Petugas PDAM Unit Buloila serta jajaran manajemen PERUMDA Tirta Gerbang Emas Kabupaten Gorontalo Utara terkait buruknya pelayanan air bersih tersebut, namun belum mendapatkan tanggapan resmi.

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *