BUTOTA, GORONTALO KOTA – Sejumlah program Pemerintah Kota Gorontalo mulai dirasakan masyarakat Kelurahan Dembe Jaya. Program tersebut meliputi penanganan kemiskinan, pemberdayaan usaha kecil, kebersihan lingkungan, pelayanan publik, pendidikan hingga kesehatan.
Lurah Dembe Jaya, Andi Tenri Alfa Claudia, S.IP., mengatakan Pemerintah Kelurahan Dembe Jaya terus menyesuaikan program kerja dengan visi dan misi Pemerintah Kota Gorontalo.
Menurutnya, bantuan pemerintah kota yang disalurkan secara berkelanjutan cukup membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong warga menuju kondisi yang lebih sejahtera.
“Kalau penuntasan kemiskinan, alhamdulillah sudah banyak bantuan-bantuan dari pemerintah kota. Bantuan itu tidak putus-putus,” ujar Andi Tenri.
Ia menyebut kondisi masyarakat Dembe Jaya perlahan mulai mengalami perubahan. Meski belum sepenuhnya sejahtera, bantuan tersebut dinilai telah membantu meningkatkan taraf hidup warga.
“Kalau dibilang masyarakat miskin sekarang, alhamdulillah sudah tidak. Dibilang sejahtera juga tidak, setidaknya sudah mendekati sejahtera karena berkat bantuan ini,” katanya.
Selain bantuan sosial, kebijakan pemerintah kota yang memberikan ruang bagi pedagang kaki lima untuk berjualan juga dinilai membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pedagang dapat berjualan di sejumlah lokasi selama tidak mengganggu arus lalu lintas.
Getor Mudahkan Pengangkutan Sampah
Di bidang kebersihan, persoalan pengangkutan sampah di permukiman dan lorong-lorong kecil mulai teratasi setelah setiap kelurahan mendapat kendaraan roda tiga atau getor.
Andi Tenri menjelaskan, kendaraan tersebut memudahkan petugas menjangkau wilayah yang sulit dilalui kendaraan pengangkut sampah berukuran besar.
“Getor itu memudahkan masyarakat yang masuk-masuk lorong untuk diangkut sampahnya setiap hari,” jelasnya.
Ia memastikan, selama dirinya menjabat sebagai lurah, persoalan sampah tidak lagi menjadi keluhan utama masyarakat Dembe Jaya.
“Alhamdulillah kalau di Dembe Jaya selama ini masalah protes-protes sampah sudah tidak ada,” ungkapnya.
Perkuat Kegiatan Keagamaan
Pemerintah Kelurahan Dembe Jaya juga terus mendukung program keagamaan dan kepemudaan yang diarahkan Pemerintah Kota Gorontalo.
Salah satunya melalui pembentukan remaja masjid di tingkat kelurahan. Berbagai kegiatan keagamaan yang digelar pemerintah kota juga dinilai memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas religi.
Selain itu, Pemkot Gorontalo memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berprestasi dalam berbagai kegiatan, termasuk kesempatan menjalankan ibadah umrah bagi mereka yang berhasil meraih juara.
Pelayanan Publik Minim Keluhan
Dari sisi pelayanan publik, Andi Tenri mengaku belum menerima keluhan berarti dari masyarakat terkait pelayanan di Kantor Kelurahan Dembe Jaya.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara aparat kelurahan dan masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran pelayanan.
“Alhamdulillah pelayanan publik selama saya menjabat belum ada komplain apa-apa dari masyarakat,” ujarnya.
Untuk sektor pendidikan, masyarakat usia sekolah di Dembe Jaya disebut masih memiliki akses pendidikan. Warga yang putus sekolah dapat mengikuti program pendidikan kesetaraan melalui Dinas Pendidikan.
Di bidang kesehatan, pemantauan dilakukan secara rutin melalui posyandu anak dan posyandu keluarga. Andi Tenri juga menyampaikan, sejauh ini belum ada laporan warga Dembe Jaya yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) selama dirinya menjabat.
PBB Baru 58 Persen
Sementara itu, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kelurahan Dembe Jaya masih berada di angka sekitar 58 persen.
Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang pada periode sama telah mencapai 80 hingga 90 persen. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut ialah belum adanya tenaga penunjang yang memahami wilayah Dembe Jaya secara menyeluruh seperti sebelumnya.
Untuk meningkatkan capaian, pemerintah kelurahan membentuk tim penagihan di setiap wilayah RT. Penagihan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah, bahkan setelah jam pelayanan kantor berakhir.
“Kita sudah bentuk tim-tim untuk turun-turun di masing-masing RT. Sampai sekarang kita turun-turun setiap habis jam kantor, sampai magrib untuk penagihan PBB, door to door,” kata Andi Tenri.
Ia optimistis realisasi PBB Dembe Jaya terus meningkat dan dapat mencapai sekitar 80 persen hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Andi Tenri juga mengajak masyarakat mendukung program pemerintah serta meningkatkan kesadaran untuk menaati aturan yang berlaku.
“Kalau harapan saya sebagai lurah, sangat-sangat berharap inisiatif masyarakat untuk taat aturan saja,” pungkasnya. [AM/IB]





























