Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
BeritaKota Gorontalo

Pemkot Gorontalo Serahkan Penghargaan Pemenang Lomba Inovasi Daerah

×

Pemkot Gorontalo Serahkan Penghargaan Pemenang Lomba Inovasi Daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO  KOTA – Pemerintah Kota Gorontalo terus mendorong lahirnya terobosan baru dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Innovative Government Award Tingkat Kota Gorontalo Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan dan bonus pembinaan kepada para pemenang Lomba Inovasi Daerah serta peluncuran tiga inovasi hasil proyek perubahan pejabat peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Yiladiya, Selasa (3/11/2026), menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Gorontalo dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan, sekaligus memberikan ruang bagi aparatur maupun masyarakat untuk menghadirkan gagasan yang berdampak langsung terhadap kemajuan daerah.

Advetorial

Dalam sambutannya, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menegaskan bahwa inovasi bukan lagi sekadar pilihan bagi pemerintah daerah, melainkan sudah menjadi kebutuhan. Menurutnya, masyarakat saat ini menginginkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan terjangkau, sementara pemerintah harus berhadapan dengan keterbatasan anggaran serta tantangan pembangunan yang terus berkembang.

Adhan menilai, pola kerja lama tidak bisa terus dipertahankan apabila pemerintah menginginkan hasil pembangunan yang berbeda. Karena itu, setiap perangkat daerah dituntut untuk lebih kreatif, berani melakukan perubahan, serta mampu memanfaatkan teknologi dalam menjawab berbagai persoalan pelayanan masyarakat.

 

Ia juga mengingatkan bahwa penghargaan yang diberikan kepada para pemenang lomba inovasi daerah bukanlah akhir dari sebuah proses. Bonus pembinaan yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan dan memperluas inovasi yang telah dibuat.

Inovasi yang berhasil meraih penghargaan, kata Adhan, harus terus dijalankan, dirawat, dan dikembangkan. Jangan sampai gagasan yang telah mendapatkan pengakuan pemerintah justru berhenti setelah kegiatan lomba selesai.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota juga secara resmi meluncurkan tiga inovasi hasil proyek perubahan pejabat Pemerintah Kota Gorontalo yang mengikuti PKN Tingkat II tahun 2026.

Ketiga inovasi tersebut masing-masing adalah Kolaborasi Multipihak dalam Membangun Ekosistem Riset di Kota Gorontalo (KOLAM EKORIS) yang digagas Kepala Bapperida Kota Gorontalo, Heru Zulkifli Thalib.

Selanjutnya, Sistem Manajemen dan Pusat Data Informasi Kebencanaan Terintegrasi, sebuah inovasi yang dikembangkan Kepala Pelaksana BPBD Kota Gorontalo, Hendry Ticoalu.

Sementara inovasi ketiga adalah Transformasi Tata Kelola Kolaboratif Pengembangan Industri Unggulan melalui Model SS untuk Kesiapan Implementasi RPIK Kota Gorontalo 2026–2046, yang digagas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gorontalo, Haryono Suronoto.

Adhan menjelaskan, peluncuran tiga inovasi tersebut menambah jumlah proyek perubahan pejabat Pemerintah Kota Gorontalo menjadi enam inovasi sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, tiga proyek perubahan dari pejabat lainnya juga telah diluncurkan.

Ia menegaskan, proyek perubahan yang dihasilkan melalui PKN Tingkat II tidak boleh hanya menjadi formalitas untuk memenuhi persyaratan kelulusan pelatihan. Lebih dari itu, setiap inovasi harus benar-benar diterapkan, masuk dalam program kerja perangkat daerah, mendapat dukungan anggaran, dan memiliki keberlanjutan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada Sekretaris Daerah bersama perangkat daerah yang membidangi inovasi agar seluruh inovasi pemenang lomba maupun proyek perubahan tersebut dikawal, didata, dan diusulkan dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah.

Dengan demikian, inovasi yang dilahirkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kinerja serta mengangkat nama Kota Gorontalo di tingkat provinsi maupun nasional.

Di hadapan jajaran pejabat pemerintah, peserta lomba, perwakilan perguruan tinggi, dan para undangan, Adhan turut mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan inovasi sebagai budaya kerja sehari-hari.

Ia menekankan bahwa perubahan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Penyederhanaan prosedur pelayanan, pemanfaatan teknologi digital, hingga upaya memangkas proses birokrasi yang berbelit merupakan langkah konkret yang bisa dilakukan setiap perangkat daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Gorontalo berharap inovasi yang telah dilahirkan tidak berhenti sebatas gagasan maupun penghargaan di atas kertas, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sebab, keberhasilan sebuah inovasi bukan hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, melainkan dari seberapa besar manfaat dan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Gorontalo. [Zaki]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *