Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
BeritaNasional

Mutasi Besar Di Kejaksaan Agung, Kajati Gorontalo Digeser

736
×

Mutasi Besar Di Kejaksaan Agung, Kajati Gorontalo Digeser

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA – NASIONAL, Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali melakukan perombakan besar di tubuh institusi melalui mutasi dan rotasi pejabat struktural. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 488 Tahun 2026 tertanggal 13 April 2026, tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan struktural pegawai negeri sipil Kejaksaan RI.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja institusi penegak hukum dalam menghadapi tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks. Sejumlah posisi strategis, termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), direktur pada Jaksa Agung Muda, hingga pejabat pengawasan mengalami pergeseran signifikan.

Advetorial

Keputusan rotasi ini juga disebut sebagai reposisi kekuatan ditubuh insan adhyaksa, terutama pada titik-titik krusial penegakan hukum. Sejumlah nama yang digeser menunjukkan arah kebijakan yang lebih strategis, baik di pusat maupun daerah.

Pergantian Riyono,SH.,M.Hum dari Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo yang menjadi Inspektur Keuangan I pada bidang Pengawasan , menandakan adanya penguatan lini pengawasan internal.  Sementara itu, pergeseran Sila Haholongan dari Kajati Bangka Belitung ke Kajati Sulawesi Selatan menunjukkan adanya kebutuhan figur. Mantan Wakajati Gorontalo ini datang dengan pengalaman untuk menangani wilayah dengan dinamika perkara yang tinggi.

Ardito Muwardi juga mencuat, yang kini dipercaya sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Jabatan ini sangat strategis karena menjadi ujung tombak dalam perkara korupsi kelas besar. Mantan Asisten Intelijen Kejati Gorontalo dan Wakajati Banten ini, kini menduduki posisi sakral pada penuntutan khususnya masalah korupsi.

Hal serupa terlihat pada Edi Handojo, menjadi Direktur I pada bidang Intelijen mengindikasikan kepercayaan tinggi karena berkaitan langsung dengan pengumpulan dan analisis informasi strategis penegakan hukum. Di sisi lain, Sutikno yang kini menjabat Kajati Jawa Barat serta nama Harli Siregar yang bergeser ke Inspektur III bidang Pengawasan, memperlihatkan adanya pergeseran dari fungsi operasional ke penguatan kontrol internal dan manajemen kinerja

Lalu bagaimana harapan Gorontalo, dengan datangnya Sumurung Pandapotan simaremare, pada pucuk pimpinan adhyaksa di bumi Hulondhalo..??

Sosok Sumurung adalah jaksa senior yang memiliki rekam jejak panjang di bidang tindak pidana khusus. Dirinya pernah menjabat sebagai  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Semarang, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Tengah, Koordinator pada Jaksa Agung Muda bidang Intelijen, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan Direktur I pada JAM Intel Kejagung.  Rekam jejak tersebut, menunjukkan bahwa Sumurung memiliki pengalaman kuat di dua bidang.

Penempatan Sumurung di Gorontalo bukan tanpa alasan. Saat ini, Gorontalo menghadapi tantangan serius dalam penanganan perkara korupsi. Sumurung dipandang memiliki kapasitas untuk memperkuat kualitas penyidikan dan penuntutan perkara korupsi, menata ulang strategi penanganan perkara berbasis intelijen dan mengurangi potensi konflik dalam proses hukum melalui pendekatan yang lebih terukur.

Berikut daftar Pejabat yang Dimutasi, sebagaimana yang tertuang pada keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 488 Tahun 2026 tertanggal 13 April 2026 ;

1. Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol — Kajati Jawa Timur → Sekretaris JAM Pidum
2. Dr. Abd Qohar AF — Kajati Sultra → Kajati Jawa Timur
3. Dr. Sugeng Riyanta — Direktur D JAM Pidum → Kajati Sultra
4. Dr. Dwi Agus Arfianto — Wakajati Sultra → Direktur D JAM Pidum
5. Dr. Darmukit — Koordinator JAM Pidum → Wakajati Sultra
6. Jurist Precisely — Aspidum Kejati Sumut → Koordinator JAM Pidum
7. Dr. Didik Farkhan Alisyahdi — Kajati Sulsel → Sekretaris JAM Pidsus
8. Dr. Sila Haholongan — Kajati Babel → Kajati Sulsel
9. Riono Budisantoso — Direktur Penuntutan JAM Pidsus → Kajati Babel
10. Ardito Muwardi — Wakajati Banten → Direktur Penuntutan JAM Pidsus
11. Rinaldi Umar — Jaksa Ahli Madya (Intelijen) → Wakajati Banten
12. Dr. Hermon Dekristo — Kajati Jabar → Sekretaris JAM Pidmil
13. Dr. Sutikno — Kajati Riau → Kajati Jabar
14. I Dewa Gede Wirajana — Inspektur III → Kajati Riau
15. Dr. Harli Siregar — Kajati Sumut → Inspektur III
16. Muhibuddin — Kajati Sumbar → Kajati Sumut
17. Dedie Tri Hariyadi — Direktur HAM Berat → Kajati Sumbar
18. N Rahmat R — Kajati Sulteng → Direktur HAM Berat
19. Zullikar Tanjung — Direktur B JAM Pidum → Kajati Sulteng
20. Dr. Siswanto — Kajati Jateng → Direktur B JAM Pidum
21. Teguh Subroto — Inspektur Keuangan III → Kajati Jateng
22. Sukarman Sumarinton — Kajati Sulbar → Inspektur Keuangan III
23. Budi Hartawan Panjaitan — Inspektur Keuangan I → Kajati Sulbar
24. Riyono — Kajati Gorontalo → Inspektur Keuangan I
25. Dr. Sumurung Pandapotan Simaremare — Direktur I Intelijen → Kajati Gorontalo
26. Edi Handojo — Wakajati Riau → Direktur I Intelijen
27. Adhi Prabowo — Wakajati Maluku → Wakajati Riau
28. Datuk Rosihan Anwar — Koordinator Pidmil → Wakajati Maluku
29. Wagiyo — Aspidsus Jatim → Koordinator Pidmil
30. Dr. Lila Agustina — Wakajati Jateng → Kapus Kesehatan Yustisial
31. Erich Folanda — Wakajati Kalbar → Wakajati Jateng
32. Laksmi Indriyah Rohmulyati — Koordinator Datun → Wakajati Kalbar
33. Mukhlis — Asisten Pemulihan Aset → Koordinator Datun
34. Suwandi — Wakajati Lampung → Kapus Strategi Kebijakan
35. Teuku Rahmatsyah — Wakajati NTT → Wakajati Lampung
36. Dr. Wahyu Sabrudin — Koordinator Pidsus → Wakajati NTT
37. Dr. Agustinus Herimulyanto — Asintel Jabar → Koordinator Pidsus
38. Dr. Sunarwan — Wakajati Bali → Karo Perlengkapan
39. I Made Sudarmawan — Wakajati Kaltara → Wakajati Bali
40. Bangkit Sormin — Koordinator Intelijen → Wakajati Kaltara
41. Mochamad Jeffry — Kasubdit Pidsus → Koordinator Intelijen
42. Dr. Chatarina Muliana — Kajati Bali → Kapus Manajemen Aset
43. Setiawan Budi Cahyono — Direktur IV Intelijen → Kajati Bali
44. Abdullah Noer Deny — Wakajati Sumut → Direktur IV Intelijen
45. Eko Adhyaksono — Wakajati Sulut → Wakajati Sumut
46. Feri Tas — Koordinator Datun → Wakajati Sulut
47. Farhan — Aswas Sumsel → Koordinator Datun
48. Saiful Bahri Siregar — Wakajati Jatim → Kajati Bengkulu
49. Luhur Istighfar — Wakajati Papua Barat → Wakajati Jatim
50. Freddy D Simandjuntak — Koordinator Pidum → Wakajati Papua Barat
51. Agustian Sunaryo — Kasubdit Prapenuntutan → Koordinator Pidum
52. Asmadi — Koordinator Intelijen → Wakajati Papua
53. Sunarko — Kasubdit Intelijen → Koordinator Intelijen

Mutasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Kejaksaan Agung terus melakukan konsolidasi internal untuk memperkuat barisan dalam menjaga supremasi hukum di Indonesia. [JFR]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *