Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Kab.Bone Bolango

Buka OPKD HPMIGU di Bone Bolango, Thariq Modanggu Dorong Emansipasi Pikiran hingga Gagas Solusi “Apartemen Ikan”

×

Buka OPKD HPMIGU di Bone Bolango, Thariq Modanggu Dorong Emansipasi Pikiran hingga Gagas Solusi “Apartemen Ikan”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, BONE BOLANGO – Bupati Gorontalo Utara sekaligus Dewan Pelindung Organisasi, Thariq Modanggu, secara resmi membuka kegiatan Orientasi Pengenalan Kader (OPKD) Angkatan 23 Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo Utara (HPMIGU) tahun 2026. Acara yang menjadi ajang konsolidasi dan reuni ini digelar di Bulontala, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, pada Kamis malam (15/10/2026).

Dalam sambutannya yang sarat akan pesan moril dan strategis, Thariq mengajak seluruh kader untuk mengingat kembali sejarah lahirnya HPMIGU dari diskusi-diskusi awal di Posko Pakudin. Di hadapan para mahasiswa, ia secara khusus menyoroti penggunaan tema “Orientasi Pengenalan Kader Kedaerahan”.

Advetorial

Secara tegas, Thariq meminta agar kata “kedaerahan” dihilangkan dalam agenda orientasi tersebut. Menurutnya, sejak awal organisasi ini bernama Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo Utara, yang berarti visi organisasi harus berada pada skala pemikiran nasional, bukan sekadar terjebak pada dikotomi lokal.

Iklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan Winnet

“Kemampuan berpikir ke dalam atau melakukan refleksi diri di internal HPMIGU ini minimal harus seimbang, atau bahkan lebih besar daripada tantangan di luar. Apabila organisasi tidak mampu menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut, maka organisasi itu akan mati,” tegas Thariq.

Belajar Emansipasi Pikiran dari 13 Petani Tiongkok

Untuk membakar semangat para calon kader, Thariq mengambil studi kasus dari buku Megatrend China. Ia mengisahkan bagaimana 13 orang petani Tiongkok di bawah tekanan sistem partai tunggal yang sangat kaku, berani mengambil risiko nyawa untuk mengubah sistem pertanian mereka.

Keberanian 13 petani tersebut memicu “emansipasi pikiran” yang pada akhirnya membuka mata pemerintah Tiongkok dan berhasil mengentaskan 400 juta penduduk dari kemiskinan hanya dalam waktu 30 tahun.

“Jika dokumen perubahan di Tiongkok saja bisa dimulai oleh 13 orang petani, maka mahasiswa HPMIGU yang jumlahnya jauh lebih dari itu seharusnya mampu melakukan emansipasi pikiran dan membawa perubahan yang jauh lebih besar untuk daerah,” pesannya penuh semangat.

Tiga Agenda Reformasi dan Tantangan “Apartemen Ikan”

Tidak hanya berhenti pada retorika, Thariq menawarkan tiga agenda reformasi untuk HPMIGU, dengan fokus utama pada reformasi kekaderan dan pemanfaatan peran strategis. Ia mendesak adanya peningkatan standar (upgrading) di mana calon kader diwajibkan memahami potensi Gorontalo Utara sebelum mengikuti orientasi. Organisasi, kata Thariq, tidak boleh membatasi diri hanya pada ruang kritik, tetapi harus turun memecahkan masalah riil ekonomi dan lingkungan.

Sebagai contoh konkret, Thariq mengevaluasi program Kampung Nelayan Merah Putih yang dinilai belum maksimal menyejahterakan nelayan meski sudah dilengkapi fasilitas canggih seperti cold storage hingga SPBU. Akar masalahnya ternyata ada pada hancurnya terumbu karang akibat aktivitas pengeboman ikan.

Sebagai solusinya, ia menantang kader HPMIGU untuk berkolaborasi merancang terumbu karang buatan atau “apartemen ikan” dari beton yang diturunkan ke dasar laut.

“Nanti titik-titik spot ikan baru itu bisa dinamai menggunakan nama para kader atau alumni, seperti misalnya ‘Spot Hendra Nurdin’,” gagasnya.

Langkah pemulihan ekosistem laut ini dinilai sangat krusial dan mendesak. Thariq memaparkan adanya korelasi kuat antara kerusakan laut dengan tingginya angka stunting di 87 desa pesisir Gorontalo Utara. Kelangkaan ikan membuat harganya melambung, yang berujung pada sulitnya para ibu memenuhi gizi protein hewani bagi anak-anak mereka.

Momentum pembukaan OPKD ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh alumni HPMIGU yang kini berkiprah di berbagai sektor. Tampak hadir anggota DPRD Hendra Nurdin, Komisioner KPU Kota Gorontalo Muhammadun Laba, Kabag Hukum Riktovani Lasoma, Tim Pakar DPRD David Buhi, serta Mohamad Safitra Rahim. Kehadiran mereka menambah bobot diskusi mengenai arah masa depan organisasi dan pembangunan Gorontalo Utara ke depannya. [Rm]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *