BUTOTA, KABUPATEN GORONTALO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gorontalo resmi meluncurkan program “Pelita Ananda Bersinar” di SMA Negeri 1 Tilango, Kamis (8/10/2026). Sekolah ini menjadi yang pertama di kabupaten tersebut yang menjalankan program pembinaan edukator dan literasi anti narkoba melalui gerakan Ananda Bersinar.
Kepala BNN Kabupaten Gorontalo, Abdul Karim D. Engahu, S.H., M.H., mengatakan Pelita Ananda Bersinar dirancang agar siswa tidak hanya menjadi peserta lomba, tetapi juga belajar menjadi edukator sebaya yang mampu menyampaikan pesan positif tentang bahaya narkoba di lingkungan sekolah.
“Program ini kami harapkan tidak berhenti pada kegiatan hari ini atau sekadar kompetisi. Lebih dari itu, kami ingin memberikan ruang kepada para siswa untuk belajar, memahami, berkomunikasi, berani menyampaikan pesan positif, dan menjadi edukator sebaya,” ujar Abdul Karim dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa tujuan utama bukan sekadar meraih juara, melainkan apa yang didapatkan siswa dari proses tersebut: pemahaman tentang bahaya narkoba, kemampuan menyampaikan pesan kepada teman, dan menjadi contoh positif di sekolah.
Sebelum membuka acara, Abdul Karim juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para guru dan kepala sekolah yang dinilai sebagai pihak paling berjasa sehingga program ini bisa terlaksana. “Saya kalau bukan ibu guru, bukan pak guru, saya tidak bisa berdiri di sini. Oleh karena itu mari kita aplaus buat bapak ibu guru, terutama ibu kepala sekolah,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.
SMA 1 Tilango jadi sekolah pertama
Abdul Karim mengungkapkan bahwa dari 20 SMA yang ada di Kabupaten Gorontalo, SMA Negeri 1 Tilango dipilih menjadi lokasi peluncuran perdana program ini. Ia menyebut pemilihan tersebut sebagai “keberkahan” dan bentuk kepercayaan khusus bagi sekolah tersebut.
“Dari 20 SMA yang ada di Kabupaten Gorontalo, yang pertama kita launching itu di SMA 1 Tilango. Kalau mau ditanya kenapa SMA 1 Tilango jadi tempat pertama kali kita launching, karena memang sudah dari Allah,” ujarnya.
Ia berharap momentum ini dimanfaatkan siswa untuk benar-benar fokus mengikuti kegiatan dan menyimak materi para narasumber, sehingga simbol kekuatan “War on Drugs for Humanity” yang digaungkan BNN bisa diwujudkan dalam lingkungan SMA 1 Tilango yang bersih dari narkoba.
Literasi media dan bahaya narkoba di media sosial
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Jefry AS Rumamfuk, Pimpinan Redaksi Media Butota, yang membawakan topik literasi media terkait bahaya narkoba di media sosial. Dalam sesinya, Jefry menyoroti bagaimana konten-konten di platform digital dapat memengaruhi persepsi remaja terhadap narkoba, sekaligus pentingnya kemampuan menyaring informasi sebelum menyebarkannya.
Materi ini menjadi bagian dari upaya Pelita Ananda Bersinar untuk membekali siswa tidak hanya dengan pengetahuan tentang bahaya narkoba, tetapi juga kemampuan literasi digital agar tidak terpapar promosi atau narasi yang menormalisasi penyalahgunaan narkotika di dunia maya.
Motivasi nasional tutup rangkaian acara
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan materi motivasi oleh Zulkifli Bilondatu, S.Pd., C.Ht., C. Motivator, seorang motivator nasional, ahli hipnoterapi (hypnotherapist), dan trainer asal Gorontalo. Dalam paparannya, Zulkifli menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan yang berani menolak narkoba dan menjadi teladan bagi teman sebaya.
Sebagai penutup, Abdul Karim kembali mengajak seluruh hadirin mengucapkan basmalah bersama untuk meresmikan dimulainya pelaksanaan Pelita Ananda Bersinar. “Bismillahirrahmanirrahim, Pelita Ananda Bersinar secara resmi kita launching dan kita mulai pelaksanaannya,” ucapnya.
Ia berharap launching perdana ini menjadi langkah awal dari sebuah gerakan yang terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Gorontalo, sehingga semakin banyak siswa yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan keberanian menyampaikan pesan hidup sehat tanpa narkoba. [Z]





























