Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Buka Festival Literasi, Wawali Indra Gobel Jadikan Sejarah RSUD Aloei Saboe Sebagai Refleksi

×

Buka Festival Literasi, Wawali Indra Gobel Jadikan Sejarah RSUD Aloei Saboe Sebagai Refleksi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi menggelar Festival Literasi 2026. Agenda strategis yang dipusatkan di Area Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gorontalo ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 3 hingga 5 November 2026.

Festival ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel. Dalam sambutannya, Indra menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan dasar membaca, melainkan instrumen vital untuk membangun peradaban dan kualitas SDM di Kota Gorontalo.

Advetorial

“Kegiatan ini dilandasi oleh semangat pengembangan budaya literasi di Kota Gorontalo. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan mengembangkan pengetahuan,” tegas Indra Gobel dalam sambutannya.

Rangkaian kegiatan festival ini dikemas komprehensif. Berdasarkan jadwal, hari pertama diisi dengan agenda Bedah Buku “100 Tahun RSU Kota Gorontalo Prof. Dr. H. Aloei Saboe”, disusul Sosialisasi Mendongeng pada hari kedua, dan ditutup dengan Pagelaran Seni.

Secara khusus, Indra Gobel menyoroti pentingnya agenda bedah buku tersebut sebagai momentum refleksi dan edukasi bagi masyarakat.

“Buku yang mengangkat perjalanan 100 tahun RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe memiliki nilai yang sangat penting. Buku ini bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan dan pembelajaran bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” papar Indra.

Ia menambahkan, melalui bedah buku ini, masyarakat diajak untuk menghargai dedikasi para pendahulu yang telah membangun fondasi kesehatan di daerah, sekaligus mengambil pelajaran berharga untuk perbaikan sistem pelayanan ke depan.

Indra juga berharap diskusi panel yang menghadirkan penulis Basri Amin, serta narasumber ahli seperti dr. Isman Jusuf dan Dr. dr. Darwis Salim, mampu memberikan perspektif mendalam mengenai sejarah dan kontribusi rumah sakit tertua di Gorontalo tersebut.

“Saya mengajak seluruh mahasiswa, pegiat literasi, dan masyarakat luas agar memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi, menyampaikan gagasan, dan membangun kebiasaan membaca sebagai proses belajar sepanjang hayat,” pungkasnya menutup sambutan pembukaan. [ZAKI]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *