BUTOTA, KAB. GORONTALO – Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gorontalo sukses menyelenggarakan penutupan kegiatan Soul Therapy (Hipnoterapi) yang dipusatkan di Pentadio Resort. Acara penutupan ini dipimpin langsung oleh Kepala Disparekrafpora Kabupaten Gorontalo, Rachmat K. Mohamad, SKM., S.H., M.H., dan menghadirkan Zulkifli Bilondatu, S.Pd., C.Ht., C. Motivator, atau yang akrab disapa Master Zul, seorang motivator nasional sekaligus ahli hipnoterapi.
Dalam sambutannya, Rachmat K. Mohamad memberikan apresiasi tinggi kepada Master Zul atas dedikasinya mentransfer ilmu pengelolaan emosi kepada para peserta, yang meliputi jajaran pegawai PDAM. Ia juga berterima kasih kepada Pimpinan media, Jefri Rumampuk dari media Butota, yang turut hadir mengawal kegiatan tersebut.
Rachmat membagikan hasil pengamatannya selama sesi terapi berlangsung. Ia mencatat berbagai reaksi pelepasan emosi dari para peserta, mulai dari tangisan, teriakan histeris, hingga ada peserta bernama Ibu Devi yang tertidur sangat pulas. Secara khusus, Kadis Disparekrafpora menyoroti beban mental yang sering dialami kaum perempuan.
“Ibu-ibu ini paling banyak tugasnya. Tangan sepuluh, kaki sepuluh, tapi pikirannya lebih dari sepuluh, sehingga tidak bisa menampung. Semua mau dipikirkan, mulai dari urusan di dalam rumah, turun rumah, sampai apa yang dilihat pun ikut dikomentari,” ungkap Rachmat merangkum akar dari stres yang sering dialami masyarakat.
Menurutnya, memaksakan diri memikirkan segala hal di luar kapasitas pikiran justru menjadi masalah utama. Ia kemudian membagikan pandangan filosofis terkait manajemen masalah agar jiwa lebih tenang.
“Kalau seandainya masalah itu bisa diselesaikan, kenapa dipikirkan? Kan akan selesai. Kalau seandainya juga masalah tidak bisa selesai, kenapa juga dipikirkan? Karena memang tidak akan selesai,” tegasnya mengingatkan peserta untuk berdamai dengan keadaan.
Lebih lanjut, Rachmat menekankan bahwa ketenangan pikiran juga sangat berkaitan dengan pemanfaatan destinasi wisata daerah. Ia mengajak masyarakat untuk memaksimalkan fasilitas lokal seperti Pentadio Resort sebagai sarana relaksasi, alih-alih memaksakan diri bepergian jauh.
“Kita tidak perlu jauh-jauh ke Bali, tidak perlu ke Singapura. Kalau pikiran kita menanamkan bahwa resor di hadapan mata kita ini seperti Bali atau Singapura, di situlah kedamaian bisa kita dapatkan,” paparnya.
Sebagai penutup, Rachmat mengumumkan rencana inovatif pemerintah daerah ke depan berupa pembangunan Rumah Sakit Hidroterapi. Pengerjaan proyek ini direncanakan akan dimulai dalam satu atau dua minggu ke depan. Fasilitas pengobatan tersebut nantinya akan memanfaatkan sumber air panas alami secara khusus untuk membantu penyembuhan masyarakat, termasuk mereka yang sedang berjuang melawan penyakit stroke. [Adv]


















