Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Lurah Tomulabutao Selatan Kebut Perbaikan Saluran, Target PBB Capai 88,53 Persen

×

Lurah Tomulabutao Selatan Kebut Perbaikan Saluran, Target PBB Capai 88,53 Persen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO KOTA – Pemerintah Kelurahan Tomulabutao Selatan, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, terus menggenjot realisasi program pembangunan melalui dana pengembangan kelurahan. Selain fokus pada perbaikan infrastruktur, pemerintah kelurahan juga berupaya memaksimalkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta meningkatkan pelayanan penanganan sampah.

Lurah Tomulabutao Selatan, Malik Pakaya, mengatakan realisasi dana pengembangan kelurahan tahap II telah selesai. Pihaknya kini bersiap mengajukan pencairan tahap III yang ditargetkan dapat diproses dalam waktu dekat.

Advetorial

“Alhamdulillah, untuk Tomulabutao Selatan, tahap II sudah selesai. Insya Allah, kalau tidak ada halangan, minggu ini atau minggu depan kami akan mengajukan permintaan tahap III,” kata Malik.

Ia berharap seluruh program yang didanai melalui pengembangan kelurahan dapat diselesaikan sebelum Desember, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.

Di sektor pendapatan daerah, realisasi PBB di Kelurahan Tomulabutao Selatan telah mencapai 88,53 persen berdasarkan data aplikasi yang diperiksa Malik saat memberikan keterangan.

Meski capaian tersebut cukup tinggi, proses penagihan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama di kawasan perumahan. Menurut Malik, sebagian pemilik rumah sudah tidak lagi berdomisili di wilayah tersebut. Ada pula rumah yang ditinggalkan atau disewakan kepada orang lain.

 

Kondisi ini kerap menyulitkan petugas saat melakukan penagihan karena pemilik rumah dan penyewa saling melempar tanggung jawab pembayaran PBB.

“Kadang pemilik rumah sudah tidak tinggal di sini, kemudian rumahnya dikontrakkan. Saat ditagih, penyewa mengatakan mereka hanya mengontrak dan urusan PBB menjadi tanggung jawab pemilik rumah. Sementara pemiliknya tidak berada di tempat,” jelasnya.

Kendati demikian, pemerintah kelurahan tetap berupaya meningkatkan capaian penerimaan PBB hingga mencapai target 100 persen.

Sementara itu, penanganan sampah menjadi salah satu aspek pelayanan yang terus diperhatikan. Malik menyebutkan, berdasarkan pengaduan yang masuk melalui grup komunikasi penanganan sampah Kecamatan Dungingi, Kelurahan Tomulabutao Selatan termasuk wilayah dengan jumlah aduan relatif sedikit dibandingkan kelurahan lain.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari koordinasi lintas sektor antara pemerintah kelurahan, pemerintah kecamatan, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Dukungan armada pengangkut sampah, mulai dari kendaraan roda tiga hingga mobil pengangkut sampah, turut membantu mempercepat pelayanan, baik di jalan utama maupun di lorong-lorong kawasan perumahan.

Malik menjelaskan, grup komunikasi yang melibatkan lurah, petugas lapangan, pihak kecamatan, dan DLH juga mempermudah penanganan laporan warga. Dengan mekanisme tersebut, setiap aduan dapat segera diteruskan kepada pihak yang bertanggung jawab.

“Kami sudah membuat grup pengaduan agar masyarakat bisa langsung melaporkan jika ada sampah yang belum terangkut. Di dalam grup itu ada lurah, petugas lapangan, kecamatan, dan DLH, sehingga penanganannya bisa lebih cepat,” ujarnya.

Di bidang pembangunan infrastruktur, pemerintah Kelurahan Tomulabutao Selatan memprioritaskan pembersihan dan perbaikan saluran air. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi genangan dan banjir, terutama menjelang musim hujan.

Malik mengungkapkan, terdapat sekitar 29 titik saluran yang menjadi sasaran pembersihan serta satu titik yang masuk dalam program perbaikan saluran.

Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung sebelum musim hujan tiba. Pemerintah kelurahan berharap saluran air dapat berfungsi optimal sehingga risiko genangan akibat penumpukan sedimentasi dan sampah bisa diminimalkan.

Ia mengatakan, pengalaman banjir besar yang pernah terjadi menjadi pelajaran penting bagi pemerintah kelurahan untuk lebih memperhatikan kondisi saluran air.

Melalui dana pengembangan kelurahan, penanganan saluran yang tersumbat atau tidak berfungsi dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus sepenuhnya bergantung pada program dari organisasi perangkat daerah terkait.

“Dengan dana kelurahan, kami bisa langsung melakukan intervensi melalui kelompok masyarakat. Jadi, kalau ada saluran yang tersumbat atau sudah tidak berfungsi, penanganannya bisa segera dilakukan,” ungkap Malik.

Selain pembangunan fisik, kegiatan keagamaan juga tetap berjalan di lingkungan Kelurahan Tomulabutao Selatan. Pengajian dilaksanakan setiap Jumat pagi di kantor kelurahan, sedangkan kegiatan keagamaan pada malam Jumat berlangsung di masjid-masjid melalui majelis taklim setempat.

Malik berharap program-program Pemerintah Kota Gorontalo dapat berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan hingga tingkat kelurahan, baik dalam bidang kemasyarakatan, ekonomi, maupun pembangunan.

Menurutnya, pemerintah kelurahan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan program pemerintah kota karena berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan pemerintah kota bisa berjalan dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kami di kelurahan merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan program-program tersebut,” pungkasnya. [AH]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *