BUTOTA, GORONTALO KOTA – Pemerintah Kota Gorontalo akan melanjutkan sosialisasi kebijakan kepada masyarakat hingga menjangkau seluruh 50 kelurahan pada putaran kedua. Kepastian itu disampaikan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea saat menutup rangkaian silaturahmi dan sosialisasi kebijakan Pemkot di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Jumat (9/10/2026).
Adhan menilai pertemuan langsung dengan warga masih sangat dibutuhkan. Menurutnya, tidak semua masyarakat memahami secara rinci program pelayanan, penggunaan anggaran daerah, maupun rencana pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.
“Pertemuan seperti ini sangat penting karena banyak hal yang belum diketahui masyarakat. Melalui kegiatan ini, narasumber bisa menjelaskan secara detail sehingga masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah,” ujar Adhan.
Ia menekankan bahwa sosialisasi tidak berhenti setelah putaran pertama selesai. Kegiatan serupa akan kembali digelar di seluruh kelurahan agar informasi mengenai kebijakan dan pelayanan publik terus sampai kepada warga, terutama ketika terjadi pembaruan program atau kebijakan daerah.
Apresiasi bagi Pemateri
Dalam kesempatan tersebut, Adhan juga menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemateri dari perangkat daerah yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi mereka menjelaskan kebijakan secara teknis kepada masyarakat.
Menurut Adhan, kehadiran narasumber yang menguasai bidangnya penting agar warga menerima informasi yang tepat, bukan sekadar penjelasan umum. Ia juga mendorong keterlibatan pejabat eselon III dalam kegiatan serupa agar lebih dekat dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
BPJS Rp24 Miliar dan Kas Daerah Rp102 Miliar
Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian dalam sosialisasi adalah pembiayaan BPJS Kesehatan. Adhan menyebut Pemkot Gorontalo mengalokasikan lebih dari Rp24 miliar setiap tahun untuk membayar iuran masyarakat yang ditanggung pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan masih banyak warga yang hanya mengetahui memiliki kartu BPJS, tetapi belum menyadari bahwa iuran tersebut dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu, penjelasan mengenai skema pembiayaan tersebut perlu terus diperluas.
Adhan juga memaparkan kondisi keuangan daerah. Berdasarkan keterangan yang disampaikannya, kas Pemkot Gorontalo di Bank BTN berada di kisaran Rp102 miliar. Ia menyebut kondisi tersebut memungkinkan pemerintah kota tetap menjalankan belanja pelayanan publik, termasuk meningkatkan pembayaran tenaga honorer dari Rp600 ribu menjadi Rp1 juta per bulan.
Kantor Wali Kota Rp100 Miliar Dilibatkan KPK
Terkait rencana pembangunan, Adhan mengungkapkan Pemkot Gorontalo menyiapkan pembangunan kantor Wali Kota dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp100 miliar. Untuk memperkuat pengawasan, pemerintah kota mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan pendampingan terhadap proyek tersebut.
“Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan transparan,” jelasnya.
Selain kantor wali kota, Pemkot juga merencanakan renovasi Gelanggang Remaja dan Stadion Merdeka sebagai bagian dari agenda pembangunan Kota Gorontalo. Adhan berharap seluruh rencana tersebut memperoleh dukungan masyarakat karena pembangunan tidak dapat berjalan hanya dengan keterlibatan pemerintah.
Ajakan Jaga Keamanan
Dalam pertemuan yang sama, Adhan mengajak warga aktif menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Gorontalo. Ia mengingatkan masyarakat untuk menjauhi narkoba serta waspada terhadap peredaran rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukai.
“Setiap perubahan membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat. Karena itu, kami terus berupaya bertatap muka dengan masyarakat agar kebijakan pemerintah dapat dipahami bersama,” Jelas Adhan
Penyelesaian putaran pertama kunjungan di 50 kelurahan menjadi dasar bagi Pemkot Gorontalo untuk melanjutkan pendekatan langsung kepada warga. Melalui putaran kedua, pemerintah kota berharap komunikasi dengan masyarakat semakin terbuka dan kebijakan pembangunan dapat dipahami secara lebih menyeluruh. [**]





























