BUTOTA, GORONTALO KOTA – Puskesmas Kota Utara terus mengintensifkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) dengan mendatangi langsung masyarakat di kelurahan hingga sejumlah instansi pemerintah dan swasta.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan sekaligus menemukan warga yang mengalami gejala TBC, tetapi belum bersedia memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Penanggung Jawab Cluster Puskesmas Kota Utara, dr. Dewi Molangga, mengatakan pihaknya menjalankan sejumlah program kesehatan, di antaranya penanganan TBC, HIV, malaria, serta pelayanan bagi kelompok lanjut usia, termasuk lansia terlantar.
Khusus pelayanan lansia, petugas puskesmas bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan turun langsung ke rumah warga untuk memeriksa kondisi kesehatan dan memberikan penanganan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, wilayah kerja Puskesmas Kota Utara telah memasuki tahap eliminasi malaria. Meski tidak lagi memiliki target khusus penemuan kasus, pelayanan tetap diberikan kepada pasien yang datang, termasuk mereka yang berasal dari luar wilayah kerja maupun pasien rujukan.
Perhatian serupa diberikan terhadap penanganan HIV. Menurut Dewi, sebagian pasien yang mendapatkan pelayanan di Puskesmas Kota Utara justru berasal dari luar wilayah kerjanya. Mereka memilih berobat di tempat lain untuk menjaga privasi dari keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Biasanya mereka mencari tempat pengobatan yang tidak diketahui keluarga atau lingkungannya supaya tidak terekspos. Kami tetap obati dan pantau terus,” jelasnya.
Selanjutnya, di antara sejumlah program tersebut, penemuan kasus TBC menjadi salah satu fokus yang terus diperkuat. Selama ini, upaya tersebut menghadapi kendala karena sebagian masyarakat masih takut terhadap stigma dan diskriminasi jika diketahui menderita TBC.
Untuk mengatasi persoalan itu, Puskesmas Kota Utara mengintegrasikan pelacakan kasus TBC dengan program CKG. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah menjangkau tiga kelurahan.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan skrining terhadap warga, terutama mereka yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan atau memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC. Jika ditemukan indikasi, warga akan diarahkan menjalani pemeriksaan dahak.
Bagi warga yang mengalami batuk berkepanjangan tetapi hasil pemeriksaan dahaknya negatif, puskesmas juga menyediakan pemeriksaan rontgen toraks secara gratis untuk membantu memastikan kondisi kesehatan pasien.
Dewi mengatakan pendekatan langsung ke masyarakat mulai menunjukkan hasil. Penemuan kasus TBC mengalami peningkatan setelah petugas berhasil menjangkau warga yang sebelumnya mengalami gejala, tetapi enggan berobat.
“Untuk penemuan kasus TB, alhamdulillah mengalami peningkatan. Masyarakat yang tadinya sakit dan tidak mau berobat akhirnya berhasil kita temukan,” ujarnya.
Pelaksanaan CKG juga diperluas melalui kegiatan pemerintah kota di tingkat kelurahan. Puskesmas memanfaatkan agenda silaturahmi Wali Kota dengan masyarakat sebagai salah satu kesempatan untuk membuka pelayanan pemeriksaan kesehatan.
Selain menyasar masyarakat umum, petugas mendatangi sejumlah instansi pemerintah dan swasta di wilayah Kota Utara. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan cakupan CKG yang pada tahap awal pelaksanaannya masih tergolong rendah.
Dewi menyebut pelayanan di instansi mulai memberikan hasil positif. Untuk instansi pemerintah, saat ini masih ada dua kantor yang belum didatangi petugas.
Kesadaran Masyarakat Masih Menjadi Tantangan
Kepala Puskesmas Kota Utara, Nelson Panu, SKM, MPH, mengatakan pelaksanaan pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) terus dilakukan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Menurut Nelson, sejumlah indikator kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara menunjukkan perkembangan yang baik. Ia menyebut tidak adanya kematian ibu dan bayi sebagai salah satu capaian yang patut dipertahankan, sementara indikator kesehatan lingkungan juga dinilai berjalan baik.
“Memang ada beberapa program yang sudah on the track dan sudah mulai bagus, seperti tidak adanya angka kematian ibu dan kematian bayi. Kemudian untuk kesehatan lingkungan juga indikatornya sudah bagus,” kata Nelson.
Meski demikian, program CKG masih perlu digenjot agar mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Nelson menyebut target nasional CKG pada akhir tahun sebesar 46 persen, sedangkan target provinsi mencapai 55 persen.
Untuk mengejar target tersebut, puskesmas terus melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat. Namun, salah satu kendala yang masih dihadapi adalah rendahnya kesadaran sebagian warga untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Menurut Nelson, ada warga yang enggan mengikuti skrining karena khawatir hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit tertentu. Persoalan serupa juga terjadi dalam penemuan kasus TBC, ketika warga yang telah menunjukkan gejala justru menolak diperiksa karena takut terhadap pandangan lingkungan sekitar.
Tantangan lainnya adalah menjangkau lansia yang tinggal di lokasi jauh dan sulit diakses. Petugas juga masih menghadapi kendala dalam menemukan alamat warga yang tercatat sebagai sasaran program, termasuk sasaran imunisasi.
Di sisi lain, sebagian masyarakat mengharapkan pelayanan kesehatan langsung di tempat tinggal mereka. Ketika petugas turun ke lapangan, permintaan warga tidak hanya sebatas pemeriksaan dasar, tetapi juga pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat, bahkan pemberian obat secara langsung.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama karena pelayanan lapangan masih dibatasi ketersediaan sarana dan prasarana.
CKG Akan Menyasar Tempat Ibadah
Ke depan, Puskesmas Kota Utara berencana memperluas pelayanan CKG ke tempat-tempat ibadah. Masjid menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan, khususnya pada hari Jumat ketika masyarakat berkumpul sehingga lebih mudah dijangkau petugas.
Sementara itu, pelacakan kontak TBC akan terus dipertahankan dan diperkuat mengingat penemuan kasus masih berlangsung.
Pihak puskesmas juga berharap dukungan pemerintah daerah semakin ditingkatkan, terutama dalam pemenuhan sarana dan prasarana serta penguatan kerja sama lintas sektor.
Menurut Nelson, dukungan pemerintah kecamatan dan kelurahan sangat penting karena aparat di tingkat wilayah lebih memahami kondisi masyarakat dan dapat membantu petugas menjangkau warga yang membutuhkan pelayanan.
“Kalau kami dipanggil untuk turun ke lapangan, kami siap,” tegasnya. [RAM/NA]



























