Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
BeritaKota Gorontalo

PBB Leato Selatan Lampaui Target, Program Wisata Lautra Didorong Libatkan Nelayan

×

PBB Leato Selatan Lampaui Target, Program Wisata Lautra Didorong Libatkan Nelayan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO KOTA – Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, mencatat realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang melampaui target tahun ini. Hingga saat ini, realisasi PBB mencapai 112,08% termasuk denda, sementara realisasi pokok PBB berada pada angka 100,39%.

Hal tersebut dikatakan Lurah Leato Selatan, Don Reffliano Lamusu, S.I.K., mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu indikator pelaksanaan program kelurahan yang berjalan baik sepanjang tahun ini.

Advetorial

Selain PBB, pekerjaan fisik yang dibiayai melalui Dana Kelurahan (DPK) tahap pertama dan tahap kedua telah rampung 100%. Saat ini, pemerintah kelurahan tinggal menyelesaikan administrasi dan penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ).

Iklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan Winnet

“Untuk fisik sudah 100 persen untuk tahap pertama. Tahap kedua sudah 100 persen juga karena memang tinggal penyusunan untuk SPJ,” ujar Don.

Untuk DPK tahap ketiga, masih tersisa satu pekerjaan fisik berupa pembangunan saluran pada satu titik. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung sebelum pertengahan November agar seluruh laporan dapat dimasukkan sesuai jadwal pada 15 Desember.

Penanganan sampah masih menjadi pekerjaan rutin Pemerintah Kelurahan Leato Selatan. Petugas menggunakan motor listrik setiap hari untuk menjangkau wilayah permukiman, terutama di sejumlah titik yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Don mengatakan posisi Leato Selatan yang dilalui jalur trans-provinsi membuat persoalan sampah cukup menantang. Sampah yang telah dibersihkan kerap kembali muncul pada malam hari maupun keesokan harinya. Kondisi itu diduga dipengaruhi kebiasaan sebagian pengguna jalan dan penumpang kendaraan yang membuang sampah sembarangan.

“Ini pintu masuk dari luar kota. Hari ini disapu, hari ini diangkat, besok paginya bahkan malamnya sudah ada sampah,” kata Don.

Selain itu, angin kencang juga menyebabkan sampah plastik tersangkut di pepohonan. Petugas kemudian melakukan pembersihan secara bertahap. Kendala lain yang dihadapi adalah hewan ternak lepas, khususnya kambing, yang kerap merusak kantong sampah sebelum diangkut.

Kelurahan Leato Selatan juga mendapat dukungan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Mahasiswa KKN secara rutin membawa program pengelolaan sampah, seperti pemilahan sampah organik dan nonorganik, pembuatan komposter.

Program Universitas Teknik Tematik turut membantu memetakan kebutuhan septic tank komunal di tiga wilayah permukiman, yakni Kampung Baru, Tamboo, dan Olalo. Pemetaan tersebut dilengkapi konsep serta rencana anggaran biaya dan akan dijadikan bahan usulan kepada Pemerintah Kota Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo, hingga Kementerian Pekerjaan Umum.

Kelurahan Leato Selatan juga memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS 3R yang dibangun pada 2021. Meski berada di lahan yang terbatas, kelurahan terus mendorong pengolahan sampah organik melalui komposter, biopori, hingga rencana pengembangan budidaya maggot.

Dalam penanganan warga lanjut usia, Pemerintah Kelurahan Leato Selatan mengandalkan koordinasi melalui grup WhatsApp, warga, serta perangkat lingkungan yang masih aktif memberikan informasi.

Don mengatakan jajaran kepala seksi dan staf kelurahan akan turun langsung apabila menerima laporan warga yang membutuhkan perhatian. Salah satunya warga yang rumahnya terdampak angin kencang. Rumah tersebut dinilai perlu direnovasi dan pemiliknya masuk dalam kategori desil 2.

Selain itu, pihak kelurahan juga berencana mengunjungi Ibu Abjul, seorang lansia yang mengalami stroke. Rumah warga tersebut akan diupayakan untuk masuk dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS.

Di sektor pariwisata, Kelurahan Leato Selatan sedang mendorong pengembangan kawasan pesisir melalui program Lautra dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan wisata pantai sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat nelayan.

Don menyebut Leato Selatan memiliki sejumlah tempat wisata dan penginapan, di antaranya Century, Blue Marlin, Oceana, dan Villa Koral. Blue Marlin dan Oceana disebut merupakan aset Pemerintah Kota Gorontalo.

Pengembangan wisata direncanakan berpusat di kawasan Pantai Tamboo. Selama ini, kawasan pantai tersebut digunakan nelayan untuk memarkir perahu. Karena itu, Don menekankan bahwa keterlibatan dan dukungan masyarakat menjadi hal utama sebelum program dijalankan.

“Kalau program ini saya ambil, kalau masyarakat tidak bisa mendukung penuh, saya tidak akan ambil,” ujar Don.

Rencana penataan kawasan pantai mencakup pembangunan fasilitas umum seperti kamar bilas, MCK, tempat duduk, serta jalur pejalan kaki di batas daratan dan pantai. Kelurahan juga mengusulkan fasilitas olahraga air, seperti jetski, banana boat, dan parasailing.

Menurut Don, pengembangan wisata tidak boleh menggeser mata pencaharian nelayan. Masyarakat tetap dapat melaut pada hari kerja, sementara pada akhir pekan dapat terlibat sebagai pengelola wahana, pelaku UMKM, maupun penggerak kegiatan wisata di lingkungan mereka sendiri.

Program Lautra disebut telah masuk tahap verifikasi kedua. Leato Selatan dinilai memiliki peluang karena wilayah tersebut juga menjadi lokasi Kampung Nelayan Merah Putih atau KNMP.

Mayoritas masyarakat Leato Selatan bekerja sebagai nelayan, dengan persentase mencapai sekitar 90%. Nelayan di wilayah itu terdiri dari nelayan tuna, nelayan nike, dan nelayan pesisir. [RM]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *