BUTOTA, GORONTALO KOTA – Pemerintah Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, terus memacu realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjelang batas akhir penagihan pada Oktober 2026. Hingga saat ini, capaian PBB di Kelurahan Padebuolo telah berada di angka 80 persen.
Lurah Padebuolo, Rizan Rahim, mengatakan capaian tersebut menempatkan Padebuolo sebagai salah satu kelurahan dengan realisasi PBB tertinggi di Kecamatan Kota Timur.
“Untuk progres PBB, alhamdulillah kita sudah di posisi 80 persen. Itu urutan kedua di Kecamatan Kota Timur setelah Heledulaa Selatan,” kata Rizan.
Rizan mengatakan pihaknya tidak ingin berhenti pada capaian tersebut. Data wajib pajak yang belum melakukan pembayaran mulai kembali dipetakan untuk menjadi sasaran penagihan dalam waktu tersisa hingga akhir Oktober.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengejar target maksimal. Ia optimistis realisasi PBB Padebuolo dapat mencapai 100 persen.
“Data-data masyarakat yang belum membayar sudah kita pilih-pilih. Ini yang akan kita pacu lagi di akhir, di bulan Oktober. Target kita bisa sampai 100 persen,” ujarnya.
Selain PBB, kebersihan lingkungan menjadi perhatian Pemerintah Kelurahan Padebuolo. Rizan mengatakan pengangkutan sampah rumah tangga telah dilakukan setiap hari menggunakan kendaraan roda tiga atau getor yang disediakan untuk masing-masing kelurahan.
Menurutnya, pola pengangkutan rutin tersebut membantu mencegah terjadinya penumpukan sampah di lingkungan masyarakat.
“Untuk sampah, di setiap kelurahan sudah disiapkan getor dan sudah dibagi jalurnya dengan Dinas Lingkungan Hidup. Yang menjadi tanggung jawab kelurahan, alhamdulillah, kita lakukan setiap hari,” jelasnya.
Hingga saat ini, Rizan mengatakan belum menerima laporan dari masyarakat terkait penumpukan sampah yang sampai mengganggu lingkungan. Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari pengangkutan yang dilakukan secara rutin.
“Karena memang setiap hari ini jalan,” katanya.
Di bidang keagamaan, Kelurahan Padebuolo memiliki kegiatan rutin yang melibatkan aparatur kelurahan maupun masyarakat.
Rizan mengatakan setiap Jumat pagi, aparatur kelurahan melaksanakan kegiatan mengaji. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WITA.
“Kalau di sini hari Jumat mengaji. Jadi tiap hari Jumat, pagi jam 8 sampai jam 10 kita mengaji,” ungkapnya.
Sementara untuk masyarakat, kegiatan keagamaan juga dilakukan secara rutin setiap malam Jumat di masjid kelurahan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pembinaan spiritual sekaligus mempererat hubungan antara aparatur dan masyarakat di wilayah Padebuolo.
Untuk menjaga ketertiban lingkungan, Pemerintah Kelurahan Padebuolo juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk potensi peredaran minuman keras.
Rizan mengatakan pemantauan dilakukan bersama unsur pemerintah dan aparat keamanan. Pemerintah kelurahan juga melakukan pendataan serta memantau lokasi-lokasi yang dinilai perlu mendapat perhatian.
“Selalu kita pantau setiap hari,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat Padebuolo dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sehingga suasana kehidupan masyarakat tetap aman dan kondusif.
“Harapan kami semoga keberadaan masyarakat di Padebuolo bisa aman dan tertib, kemudian bisa menjadi lebih baik lagi,” kata Rizan.
Sementara itu, pelaksanaan Dana Kelurahan di Padebuolo juga terus berjalan. Rizan menyebut pelaksanaan tahap pertama telah selesai 100 persen.
Untuk tahap kedua, progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Pemerintah kelurahan pun mulai mempersiapkan proses untuk memasuki tahap berikutnya.
“Dana kelurahan di Padebuolo alhamdulillah berjalan lancar. Tahap satu itu sudah 100 persen, kemudian tahap dua sementara berjalan, sudah kurang lebih 90 persen,” jelasnya.
Rizan berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah kota. Ia menargetkan pekerjaan tahap kedua dapat mencapai 100 persen dalam waktu dekat sehingga proses menuju tahap selanjutnya dapat segera dilakukan.
“Insyaallah bulan depan kita bisa laksanakan 100 persen,” pungkasnya. [MH/IB]



















