BUTOTA, GORONTALO KOTA – Pemerintah Kelurahan Donggala, Kota Gorontalo, ditunjuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai salah satu lokasi percontohan Program Kampung Iklim (ProKlim) di tingkat provinsi. Bersamaan dengan itu, kelurahan juga menjalankan program pengelolaan sampah mandiri yang memungkinkan warga menukar sampah plastik dengan kebutuhan pokok.
Lurah Donggala, Moh Agil Laima, S.STP., menyebutkan, wilayahnya memiliki struktur geografis yang unik karena terdiri dari dataran tinggi dan bantaran sungai. Karakteristik ini membuat Donggala memfokuskan program iklim pada mitigasi bencana banjir dan longsor.
“Di dataran tinggi itu penanaman pohon-pohon hijau atau penghijauan kembali hutan-hutan atau lahan-lahan yang mudah longsor apabila musim penghujan datang,” kata Agil.
Kelompok kerja (Pokja) untuk program ini sudah terbentuk di tingkat kelurahan. Saat ini, mereka sedang menunggu jadwal pelatihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo sebelum bantuan fasilitas dan alat pendukung diturunkan.
Selain adaptasi perubahan iklim, Kelurahan Donggala secara aktif menggalakkan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dengan menggandeng Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Setia Tama. Warga diedukasi untuk memilah sampah dari rumah dan menyetorkan sampah anorganik seperti plastik bekas ke TPS 3R.
Sampah yang terkumpul akan ditimbang dan dikonversi menjadi poin. Poin tersebut kemudian dapat ditukarkan langsung dengan paket sembako berupa beras, minyak kelapa, sabun, maupun gula. Sosialisasi mengenai sistem kelola sampah ini bahkan sudah menyasar sekolah tingkat SMP berkat kerja sama dengan Dinas Pendidikan.
Di ranah pelayanan publik, kelurahan juga bergerak cepat merespons keluhan terhentinya pasokan air bersih yang berdampak pada warga di dua RW dan tiga RT wilayah tersebut. Kelurahan segera melayangkan surat kepada PDAM Muara Tirta Kota Gorontalo untuk mencari solusi.

“Alhamdulillah mereka langsung fast respon dengan keluhan kami masyarakat dan langsung turun. Kita lapor pagi, siang langsung datang,” ungkap Agil yang memastikan pasokan air bersih bagi warga kini sudah kembali normal.
Sementara itu, koordinasi keamanan lingkungan bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa turut mencatat hasil positif. Rutinitas edukasi larangan membakar daun kering maupun sampah membuat wilayah Donggala hingga saat ini nihil dari kasus kebakaran rumah, lahan, maupun hutan.
Dari segi pencapaian administratif dan sosial, realisasi anggaran pengembangan kelurahan tahap dua telah tuntas 100 persen. Saat ini kelurahan tengah menyusun pemberkasan SPJ untuk persiapan pencairan dana tahap ketiga senilai kurang lebih Rp60 juta.
Selain itu, kelurahan juga telah merampungkan pendataan warga lansia dan disabilitas sejak Juni lalu, serta telah melaporkannya ke Dinas Sosial untuk masuk dalam antrean penerima bantuan alat bantu fisik. [RM]



















