Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Kab.Gorontalo

SMA Negeri 1 Telaga Jadi Sasaran Kedua PELITA 2026, Siswa Dibekali Literasi Anti Narkoba

×

SMA Negeri 1 Telaga Jadi Sasaran Kedua PELITA 2026, Siswa Dibekali Literasi Anti Narkoba

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, KABUPATEN GORONTALO – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gorontalo menggelar kegiatan Pembinaan Edukator dan Literasi Anti Narkoba (PELITA) melalui Ananda Bersinar Tahun 2026 di SMA Negeri 1 Telaga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Kepala SMA Negeri 1 Telaga, Abas, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada BNNK Gorontalo yang telah memberikan pembinaan dan edukasi terkait bahaya narkoba kepada para siswa.

Advetorial

Menurut Abas, penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan mental dan menimbulkan efek jangka panjang bagi penggunanya.

Iklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan Winnet

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para siswa dapat memahami bahaya narkoba dan mampu menjadi garda terdepan dalam menolaknya, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Gorontalo, Abdul Karim D. Engahu, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan PELITA melalui Ananda Bersinar merupakan salah satu upaya untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Ia menegaskan, para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menerima materi, tetapi juga mampu meneruskan edukasi kepada teman-teman sebaya.

“Harapan kami, para siswa tidak hanya sekadar menerima materi, tetapi juga dapat mengedukasi dan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman mereka,” kata Abdul Karim.

Menurutnya, keterlibatan pelajar sangat penting dalam memperluas penyampaian pesan pencegahan narkoba. Dengan saling mengingatkan dan memberikan pemahaman kepada teman sebaya, kesadaran untuk menjauhi narkoba di lingkungan sekolah diharapkan semakin meningkat.

Dalam sesi pemberian materi, Jefry AS Rumampuk, Juru Bicara Wali Kota sekaligus Pimpinan Utama Redaksi Butota, mengangkat pentingnya literasi media dan bahaya narkoba di media sosial.

Jefry mengimbau para siswa agar tidak mencoba menyalahgunakan lem maupun narkoba. Ia juga mengingatkan agar pelajar tidak mengunggah atau membagikan ulang konten yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

“Jadilah generasi cerdas yang mampu menyaring informasi, tidak mudah terpengaruh konten negatif, dan bijak menggunakan media sosial. Jika menemukan konten yang berkaitan dengan narkoba atau penyalahgunaannya, jangan ikut menyebarkan, tetapi segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemampuan memilah informasi menjadi hal penting bagi pelajar di tengah maraknya konten di media sosial. Menurutnya, ruang digital seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif, bukan justru menjadi sarana penyebaran konten yang dapat memberikan pengaruh buruk kepada orang lain.

Jefry berharap para siswa dapat lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, termasuk berani mengambil tindakan yang tepat ketika menemukan konten terkait penyalahgunaan narkoba.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi motivasi yang dibawakan oleh motivator nasional sekaligus ahli hipnoterapi, Zulkifli Bilondatu, S.Pd., C.Ht.

Dalam penyampaiannya, Zulkifli mengajak para siswa untuk menjauhi narkoba, menjaga pergaulan, dan tetap fokus mengejar cita-cita. Ia menekankan bahwa lingkungan pertemanan dapat memengaruhi sikap, kebiasaan, serta arah masa depan seseorang.

“Pilihlah lingkungan pertemanan yang positif, yang bisa membawa kalian pada hal-hal baik dan mendukung untuk meraih kesuksesan. Jangan sampai salah memilih pergaulan hingga terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba,” pesannya kepada para siswa.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghargai perjuangan orang tua dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga perilaku, dan berusaha meraih prestasi.

Zulkifli berharap para pelajar mampu menjadikan cita-cita sebagai motivasi untuk terus berkembang serta tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Melalui kegiatan PELITA melalui Ananda Bersinar Tahun 2026 ini, para siswa diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri dari bahaya narkoba, tetapi juga berani mengingatkan teman sebaya dan berperan aktif dalam menyebarkan pesan antinarkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat. [AH/Z]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *