Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
BlogKota Gorontalo

Tak Ingin Warga Jadi Korban, Ini Langkah Tegas Adhan Dambea Hadapi Ancaman Karhutla

×

Tak Ingin Warga Jadi Korban, Ini Langkah Tegas Adhan Dambea Hadapi Ancaman Karhutla

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO KOTA – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau panjang kini menjadi fokus serius Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, tak ingin warganya menjadi korban dari bencana yang sejatinya bisa dicegah sejak dini. Karena itu, langkah mitigasi kini makin diperketat dengan melibatkan langsung elemen masyarakat di tingkat akar rumput.

Langkah konkret pencegahan ini mulai digenjot melalui aksi kolaborasi antara Dinas Sosial (Dinsos) dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo, Taruna Siaga Bencana (Tagana), jajaran Pemerintah Kelurahan Liluwo, serta warga setempat. Mereka terjun langsung menggelar kerja bakti massal pada Sabtu (10/10/2026), guna mematangkan kesiapsiagaan menghadapi potensi musibah.

Advetorial

Bagi Pemkot Gorontalo, aksi ini bukan sekadar rutinitas bersih-bersih lingkungan. Lebih dari itu, pemerintah ingin memutus stigma bahwa penanganan bencana baru dilakukan setelah api menyala.

Iklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan Winnet

Kepala Dinsos dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo, Eladona Sidiki, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut adalah strategi membangun kesadaran kolektif di tengah ancaman cuaca ekstrem.

“Kegiatan pagi ini merupakan agenda rutin dari Dinas Sosial bersama masyarakat. Fokus utama kita adalah menyikapi kesiapsiagaan melalui upaya mitigasi bencana,” ujar Eladona.

Menurutnya, perubahan cuaca dan kemarau yang terus berkepanjangan menuntut kewaspadaan ekstra dari semua pihak. Langkah preventif dan pengenalan risiko lingkungan mutlak diperlukan agar masyarakat tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan.

“Ini adalah salah satu langkah antisipatif atau preventif yang kami lakukan dengan merangkul Tagana, masyarakat, serta pemerintah kelurahan setempat,” tambahnya.

Bukan Sekadar Tanggung Jawab Pemerintah

Dalam menghadapi potensi kebakaran, kesiapan armada dan petugas pemadam saja dinilai tidak cukup. Kesadaran warga untuk tidak memicu sumber api dan menjaga lingkungan sekitarnya adalah kunci utama dari mitigasi bencana itu sendiri.

Kerja bakti di Kelurahan Liluwo menjadi cerminan bahwa masyarakat tidak boleh lagi hanya sekadar menunggu bantuan saat keadaan darurat terjadi, melainkan harus proaktif sejak tahap pencegahan. Edukasi kebencanaan, pemetaan wilayah rawan, hingga sistem informasi peringatan dini harus terus berjalan beriringan.

Di tengah teriknya musim kemarau, pesan yang ingin disampaikan Pemkot Gorontalo sangat jelas: keselamatan warga tidak hanya bergantung pada seberapa cepat petugas merespons laporan kebakaran, tetapi pada seberapa sungguh-sungguh seluruh elemen kota mencegah percikan api pertama. Mitigasi kini telah menjadi gerakan bersama. [**]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *