BUTOTA, KABUPATEN GORONTALO – SMA Negeri 1 Tilango secara resmi menjadi sekolah pertama yang dipercaya untuk mengimplementasikan program Pembinaan Edukator dan Literasi Anti Narkoba (PELITA) yang diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gorontalo.
Kepala SMA Negeri 1 Tilango, Lies Pakaya, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas penunjukan tersebut. Menurutnya, pemilihan ini merupakan sebuah keberkahan luar biasa bagi institusi pendidikan yang dipimpinnya.
“Sekolah tidak boleh hanya dilihat sebagai tempat menimba ilmu akademik, tetapi harus menjadi benteng utama dalam membentuk karakter positif generasi muda. Di era globalisasi saat ini, sekolah berperan vital untuk memastikan siswa terhindar dari ancaman narkoba yang kian masif menyasar berbagai kalangan,” tegas Lies di hadapan Kepala BNN Kabupaten Gorontalo Abdul Karim Engahu, Ketua Tim P2M Ibu Nurlia, jajaran dewan guru, dan ratusan siswa.
Lies menjelaskan bahwa program PELITA yang dijalankan melalui gerakan “Ananda Bersinar” ini dirancang selaras dengan namanya, yakni menjadi penerang bagi masa depan para siswa. Melalui program inovatif ini, pihak sekolah menaruh harapan besar agar para siswa mampu bertransformasi menjadi pendidik atau tutor sebaya yang secara aktif meneruskan pesan-pesan pencegahan dari BNN kepada rekan-rekan di lingkungan mereka.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan gerakan memutus mata rantai narkotika tidak bisa dicapai secara sepihak oleh satu instansi. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang solid antara pihak sekolah, lembaga pemerintah, orang tua, serta elemen masyarakat luas.
Mengakhiri pidatonya, Lies Pakaya memompa semangat seluruh audiens melalui interaksi langsung untuk menyatukan komitmen penolakan terhadap narkotika. Suasana acara ditutup dengan gemuruh seruan serentak seluruh peserta yang dengan tegas menjawab, “Narkoba? No!”. [Z]





























