Scroll untuk baca artikel
banner 350x300
Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Puskesmas Sipatana Genjot CKG dan Koordinasi Lintas Sektor untuk Kesehatan Warga

×

Puskesmas Sipatana Genjot CKG dan Koordinasi Lintas Sektor untuk Kesehatan Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUTOTA, GORONTALO KOTA – Puskesmas Sipatana terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui sejumlah program prioritas yang saat ini berjalan, di antaranya Cek Kesehatan Gratis (CKG), pelayanan kesehatan lanjut usia (lansia), imunisasi, serta penanganan penyakit menular seperti HIV dan tuberkulosis (TB).

Kepala Puskesmas Sipatana, Sarman Gani, S.Km, M.Si, mengatakan program CKG menjadi salah satu fokus utama puskesmas dalam mendukung program pemerintah. Pelaksanaannya tidak hanya dilakukan di puskesmas, tetapi juga melalui kegiatan pemerintah kota dan pelayanan di sekolah-sekolah.

Advetorial

“CKG ini terkolaborasi dengan kegiatan silaturahim pemerintah kota. Kami dari puskesmas berpartisipasi dalam pemeriksaan kesehatan gratis di setiap kegiatan pemerintah kota,” kata Sarman.

Iklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan WinnetIklan Winnet

Selain CKG, pelayanan bagi lansia juga menjadi perhatian. Menurut Sarman, puskesmas berupaya memastikan warga lanjut usia yang memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan tetap mendapatkan pelayanan.

“Kalau ada lansia yang sakit tetapi tidak bisa datang ke puskesmas, kami bisa menjangkau melalui kunjungan atau homecare di wilayah kerja puskesmas,” ujarnya.

Di bidang penanganan penyakit menular, Sarman menyebut pelayanan HIV di wilayah kerja Puskesmas Sipatana tetap berjalan. Saat ini terdapat sekitar 9 orang yang telah teridentifikasi sebagai pasien HIV.

Sementara untuk TB, tercatat sekitar 48 pasien dalam proses pengobatan pada 2026. “Yang sekarang ini 48 orang sudah dalam proses pengobatan sejak Januari sampai bulan berjalan. Ada yang sudah enam bulan, ada juga yang lebih. Nanti kami evaluasi kembali,” kata Sarman.

Untuk malaria, Sarman menyebut tidak terdapat kasus yang berasal dari wilayah kerja Puskesmas Sipatana. Kasus yang sempat ditangani sebelumnya merupakan pasien yang hanya transit dan bukan warga Kecamatan Sipatana maupun Kota Gorontalo.

Di sisi lain, Puskesmas Sipatana juga menghadapi persoalan lingkungan yang berdampak terhadap pelayanan. Salah satunya persoalan sampah pada hari pasar yang lokasinya berdekatan dengan puskesmas.

“Karena hari pasar berlangsung pada Selasa, jadwal pelayanan kemudian disesuaikan dan dipindahkan ke hari Rabu,” ujarnya.

Persoalan tersebut selanjutnya akan dibahas melalui lokakarya mini lintas sektor yang melibatkan kecamatan, kelurahan dan stakeholder terkait.

Meski demikian, pelaksanaan program di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya daya jangkau terhadap pasien. Selain itu, puskesmas juga menghadapi persoalan terkait ketersediaan bahan habis pakai (BHP) dan tata kelola obat.

“Tahun ini mekanisme distribusi obat mengalami perubahan sehingga pengelolaan anggaran dan kebutuhan obat diserahkan kepada masing-masing puskesmas. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena mekanisme pengelolaannya masih dalam tahap penyesuaian,” kata Sarman.

Ke depan, Puskesmas Sipatana akan memperkuat koordinasi internal antarprogram dan petugas pelayanan. Koordinasi juga akan diperkuat bersama pihak kecamatan, kelurahan dan kader kesehatan.

“Yang kami utamakan pertama adalah koordinasi lintas program di puskesmas. Kemudian kami berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan dan kader dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkas Sarman Gani, Kepala Puskesmas Sipatana. [RAM/NA]

Example 120x600
banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *